www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Saturday, April 10, 2010

Will Dollar & Bank Failures?

Jason Hamlin dari GoldStockBull.com memprediksi beberapa point yang akan terjadi pada 2010. 5 dari 10 prediksinya adalah sbb :

1. US Dollar akan terus menguat tapi akan jatuh pada akhir tahun.

Argumennya adalah Federal Reserved melipatgandakan jumlah uang beredar selama tahun 2009, tingkat defisit AS yang menembus rekor dan negara-negara Asia yang mulai mendiversifikasi cadangan Dollar mereka, sebagian dalam bentuk emas. Apabila keadaan ini terus berlanjut maka US Dollar akan meluncur jatuh, prediksinya pada akhir tahun. Saat ini memang nilai US Dollar, yang tercermin dari US Dollar Index cukup tinggi pada angka 80,91 (pada saat artikel ini ditulis).Argumen lainnya negara-negara Arab,China, Rusia, jepang dan Prancis ingin memutus transaksi minyak degan Dollar (lihat Arab countries, China, Russia, Japan and France want to end oil dealings in dollars) sehingga bisa memicu kejatuhan Dollar sewaktu-waktu.

2. Emas dan Perak akan menuju tingkat harga yang lebih tinggi.

Walaupun beberapa orang mengatakan harga emas saat ini (khususnya dalam US Dollar) telah mencapai puncaknya. Namun potensi kenaikan yang lebih tinggi masih akan terjadi, sebagaimana yang pernah saya tulis tentang prediksi James Turk pada 6 Januari 2010, bahwa harga emas bisa menembus US$2.000/oz. Saat ini harga emas international mulai merangkak naik pada angka US$1.160/oz.

3. Harga bahan bakar akan ikut naik.

Efek dari kenaikan harga emas secara relatif akan ikut menaikkan harga minyak. Rekor harga minyak tahun 2008 pada angka US$ 147, bisa saja terulang tahun ini. Saat ini harga minyak dunia adalah US$88,71/barel, memang masih jauh dibawah rekor tertingginya pada musim panas 2008. Dengan menguatnya ekonomi terutama Cina dan India, akan mengerek permintaan energi mereka, sehingga bisa mendorong harga minyak pada angka US$100 bahkan melampaui rekornya.

4. Harga produk pertanian akan meningkat.

Satu hal yang tidak mengalami kelebihan suplai adalah produk pertanian, kurangnya pasokan air dunia, dan tumbuhnya kelas menengah di Cina dan India, akan memicu kenaikan harga hasil pertanian pada 2010 ini. Sehingga investasi di sektor pertanian merupakan pilihan tepat.

5. Kegagalan Sejumlah Bank akan berlanjut, disertai dengan meningkatnya tensi politik.

Jumlah bank yang gagal (terutama di AS) akan terus bertambah pada 2010 ini. Parade kegagalan bank ini mengikuti 26 bank yang gagal pada 2008, 140 bank pada 2009, dan 41 bank terakhir pada 2010. Sehingga mendorong bank-bank besar untuk mengakuisisi bank-bank kecil. Tensi politik akan meningkat di Timur Tengah dan peran dingin antara AS dengan Cina/Rusia. Kepercayaan terhadap sistem politik akan tergerus, begitu juga terhadap para bankir.

http://en.wikipedia.org/wiki/2008–2010_bank_failures_in_the_United_States

Sebagian prediksi ini bisa saja terjadi atau sedang berjalan prosesnya. Tapi hanya Allah yang Maha Mengetahui di depan dan belakang kita.


Wednesday, April 7, 2010

Gaji dan Inflasi



Henry Ford dalam buku International Jew memaparkan tentang kebusukan Yahudi yang dirangkum dalam Protocol of Zion yang berisi 24 point strategi mereka dalam menaklukan dunia. Salah satunya adalah protokol ke enam yang terjemahan bebasnya sbb :

"Kita akan menaikkan gaji, tetapi hal itu tidak akan membawa kebaikan kepada para pekerja karena dalam masa yang sama kita akan menaikkan harga barang-barang, dan kita berpura-pura memberi alasan bahwa hal itu disebabkan oleh karena kurangnya pasokan produk-produk pertanian dan kenaikan biaya pemeliharaan sapi."

Hal seperti ini mungkin kita alami bertahun-tahun dalam masyarakat kita, terutama para pegawai. Suatu kondisi dimana gaji yang tidak pernah cukup untuk membeli kebutuhan barang sehari-hari. Kalaulah gaji suatu waktu naik, maka harga-harga barang sudah berlomba-lomba pula ikut naik mengiringi kenaikan gaji. Atau bahkan baru isu saja gaji pegawai (negeri) akan naik, harga barang sudah naik terlebih dahulu.

Apalagi, gaji para pegawai dinilai dalam Rupiah atau sehelai kertas yang tentu daya belinya tegerus dari waktu ke waktu akibat inflasi. Dalam gambar di atas kita bisa lihat tingkat inflasi di negeri ini periode 2001 hingga 2009 (kecuali tahun 2009 adalah data inflasi hanya di bulan juli saja yaitu sebesar 0,66%) disandingkan dengan kenaikan (apresiasi) harga dinar dalam Rupiah dalam kurun waktu yang sama. Secara rata-rata antara tahun 2001-2008 tingkat inflasi per tahun adalah 8,98%. Nah, agar tidak tergerus inflasi maka gaji pegawai atau penghasilan seseorang mestilah naik di atas tingkat inflasi agar tetap dapat mempertahankan daya belinya. Maka menjadi tugas pemerintah untuk menekan inflasi atau meningkatkan pendapatan rakyatnya agar tetap berada di atas tingkat inflasi, keduanya memang tidak mudah.

Memang bagi yang bisa mempertahankan hasil jerih payahnya untuk kebutuhan menengah panjang, maka menyimpan Dinar untuk keperluan itu merupakan sarana membangun ketahanan ekonomi di masa yang penuh dengan ketidakpastian ini.

wallahu 'alam


Monday, March 29, 2010

IMF Has no Gold?


Frank Holmes, CEO dari US Global Investors di Texas menyampaikan bahwa temannya Eric Sprott , CEO dan senior portfolio manager dari Sprott Asset Management di Toronto, baru-baru ini mencoba untuk membeli emas dari IMF dan hasilnya adalah ditolak. Pada saat yang sama GATA (Gold Anti Trust Action Committee) mempelajari bahwa pada minggu ini dari sumber terpercaya, sebuah institusi keuangan yang jauh lebih besar dari Sprott Asset Management baru-baru ini juga mencoba membeli emas dari IMF dan jawabannya sama ditolak dan sangat kecewa dengan penolakan itu.http://www.gata.org/node/8471

Berdasar dari hasil korespondensi antara GATA dan IMF, GATA tetap pada kesimpulannya bahwa IMF tidak memiliki cadangan emas sedikitpun, atau zero stock. Itulah mengapa dua institusi keuangan di atas menerima penolakan dari IMF untuk pembelian cadangan emasnya. Tetapi mengapa menurut situs resmi IMF mereka memiliki 3005,3 metric ton emas http://www.imf.org/external/np/exr/facts/gold.htm. Menurut GATA cadangan emas IMF hanyalah catatan pembukuan semata yang bisa dipindahkan di antara bank-bank sentral dunia, untuk menekan harga emas.

Mana yang benar GATA atau IMF? Kita tidak tahu persis. Namun katakan IMF memiliki cadangan emas yang memang benar-benar ada. Tetapi kenapa mereka menolak menjual emasnya? Memang ada aturan IMF bahwa maksimal penjualan emas pertahun maksimal hanya 1/8 dari cadangan emas yang ada. Tapi tentu pembelian dua institusi keuangan itu tidak sebesar itu. Bisa jadi IMF tidak menjual emas mereka karena sekiranya dilayani akan mengerek permintaan emas internasional, yang saat ini harganya sudah cukup tinggi pada US$1.104,9/ oz (saat artikel ini ditulis). Dan kemungkinan harga emas menembus US$ 2.000 /oz tahun ini bisa saja benar-benar terjadi.

Sehingga investasi Dinar pada harga yang rendah pada saat ini (karena menguatnya Rupiah) adalah kesempatan emas.

wallahu 'alam


Tuesday, February 9, 2010

Freeport or Free (our) gold ?



Freeport adalah sebuah ironi. Perusahaan yang telah mengeksporasi dua tambang Eastberg dan Grasberg. Dengan kandungan mineral terbesar di dunia, terdiri dari Tembaga, Emas, dan Perak. Perusahaan tambang besar di tengah penduduk yang miskin. Mining Internasional, sebuah majalah perdagangan, menyebut tambang emas Freeport sebagai yang terbesar di dunia. Namun tidak sebanding dengan sumbangannya terhadap negeri ini.
Dari gambar di samping adalah data cadangan mineral baik yang terbukti maupun yang masih terindikasi yang dimiliki freeport per 31 Desember 2005.
Total cadangan Tembaga 56,6 miliar pon,
Emas 58 juta ons, dan Perak 180,8 juta ons. Dari jumlah sebesar itu pemerintah Indonesia hanya mendapat Tembaga 16,3 miliar pon, Emas 14, 1 juta ons, Perak 53,8 juta ons.
Lebih menyedihkan lagi adalah proporsi penghasilan yang diterima negeri ini dari Pajak dan Royalti. Total pajak yang diterima pemerintah RI sejak periode 2004-2008 adalah hanya US$3.935,4 dan Royalti pada periode yang sama lagi-lagi hanya US$ 475,7. Sedangkan pendapatan Freeport pada kurun waktu yang sama sebesar US$17.893 juta atau US$17,893 miliar. Fantastis bukan???. Tetapi jangan heran. Kita memang sedang berada di DUnia FANtasi (DUFAN) bernama Indonesia, negeri gemah ripah loh jinawi ini.
Ketidak adilan ini kian lengkap kalau kita lihat Kontrak Karya I (1967-1997) dan Kontak Karya II (1991-2021 diperpanjang hingga 2041) yang masih sangat timpang proporsi RI dalam kepemilikannya. Eksplorasi yang sudah berjalan 43 tahun, apakah negeri ini masih belum bisa untuk menanganinya sendiri. Atau memang sengaja kita masuk dalam pembagian kue yang tidak adil seperti ini. Wallahu 'alam. Di tengah menyusutnya cadangan emas kita, semestinya tambang Freeport ini menjadi salah satu tambang yang berkontribusi dalam membangun ketahanan ekonomi negeri ini.

Monday, February 1, 2010

Obama between Dollar & Gold

Sebagai dagangan utama Amerika, US Dollar menjadi komoditi yang mesti dijaga nilainya dari waktu ke waktu. Salah satu tugas presiden AS adalah menjaga agar US$ tetap menjadi mata uang utama dunia (world reserve currency). Bersama gubernur the Fed Ben Bernanke dan Timmy Geithner Menkeu AS mereka bahu membahu menjaga agar Dollar tetap bernilai.Namun yang terjadi justru sebaliknya, tahun lalu harga emas naik hingga 50% dalam US Dollar, akibatnya daya beli Dollar semakin turun. Bahkan seorang Jim Rogers investor kawakan memberi comment menarik terhadap Geithner dan Obama sbb : http://www.jimrogers1.blogspot.com
"Mr Geithner is a smart person from what I understand but he has been wrong about everything for the last 15 years. Why are we listening to him? Why are we listening to any of those guys? They are making our situation worse. They said in writing yesterday that the solution is to spend more money, that’s what got us into the problem, too much debt too much consumption and now we are going to solve it with more debt and more consumption? That’s like telling Tiger Woods, you got another girlfriend then you solve your problem".
"(Obama) is making the situation worse for us. We are all going to pay the price for this in one-two or three years. The next time we have problems in the economy, which will not be too long, we don’t have any bullets left, we have shot everything we have. What are they going to do? Quadruple the debt, print more money. We don’t have any trees left. "
Artinya semakin lama kebijakan mereka makin lama bukan makin baik, tapi malah makin ngawur....Menyisakan timbunan krisis yang makin lama makin berat yang mesti rakyat AS pikul. Salah satunya adalah tingkat pengangguran di AS yang harus kehilangan 20.000 lapangan kerja di sektor ekonomi dan 75.000 di sektor konstruksi www.newsmax.com dan 14,8 juta rakyat AS menganggur http://www.bls.gov/news.release/empsit.nr0.htm
Belum lagi dengan inflasi yang akan terus menggayuti AS dan seluruh dunia seperti yang dinyatakan oleh Feldstein Profesor Ekonomi dari Harvard bahwa " dalam beberapa tahun ke depan inflasi akan menjadi masalah yang membesar dibanding deflasi atau meluasnya penurunan daya beli masyarakat."http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601110&sid=aGAGdAyBd6dY. Bagaimana agar inflasi tidak meluas? Maka perlu kebijakan moneter berbasis emas yang akan menjaga kestabilan harga seperti yang mencuat selama krisis mortgage AS tahun lalu.