www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Tuesday, February 3, 2026

Elon Musk: Utang tak terkendali, AS tinggal tunggu 'Day of Reckoning'

Beban utang Amerika Serikat yang terus membengkak hingga US$38,5 triliun kini kian sulit diabaikan. CEO Tesla Elon Musk, yang sempat mencoba memberantas pemborosan pemerintah awal tahun ini, kembali membunyikan alarm.

Dalam sebuah episode podcast The Joe Rogan Experience, seperti dikutip YahooFinance (1/2). Musk memaparkan pandangannya tentang apa yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan untuk mengatasi krisis utang nasional Amerika.

“Kita bisa memperbaiki arahnya, tetapi pada akhirnya sistem ini tidak bisa sepenuhnya diperbaiki,” kata Musk.

“Kecuali jika Anda menerapkan langkah yang sangat kejam, sekelas Genghis Khan dalam memangkas pemborosan dan penipuan, yang jelas tidak mungkin dilakukan di negara yang secara ideal ingin tetap demokratis.  Maka tidak ada cara untuk menyelesaikan krisis utang ini.”

Musk menyebut kondisi utang tersebut sebagai sesuatu yang 'gila' dan data mendukung kekhawatirannya. Utang federal AS kini telah melampaui US$38,5 triliun dan terus meningkat.

Namun, yang mengkhawatirkan bukan hanya besarnya utang, melainkan juga cara pemerintah menanganinya.

Menurut Musk, yang benar-benar membunyikan lonceng bahaya bukan sekadar total utang, melainkan biaya untuk membayar bunganya.

“Pembayaran bunga atas utang kini melebihi seluruh anggaran militer Amerika. Itu salah satu momen yang menyadarkan saya, ini benar-benar gila,” ujarnya.

Data Departemen Keuangan AS menunjukkan pemerintah menghabiskan US$1,22 triliun untuk bunga bersih pada tahun fiskal 2025. Sebagai perbandingan, hanya dalam satu bulan pertama tahun fiskal 2026, biaya bunga sudah mencapai US$355 miliar. "Pemangkasan belanja saja tidak akan cukup," ujar Musk.

Dia melanjutkan, “Bahkan jika semua penghematan itu diterapkan, Anda hanya menunda 'the day of reckoning'  (hari penghakiman) ketika Amerika bangkrut,” katanya.

“Saya sampai pada kesimpulan bahwa satu-satunya cara untuk membawa Amerika keluar dari krisis utang dan mencegah kebangkrutan adalah melalui AI dan robotika. Kita harus menumbuhkan ekonomi dengan laju yang memungkinkan kita membayar utang tersebut.” (YS)


sumber: idnfinancials.com

Permintaan Emas Retail Tinggi di Singapura, Sydney, dan Thailand

Antrian panjang masih terjadi di Singapura (Senin 02/02) walaupun harga emas mengalami penurunan, memberi sinyal kuatnya permintaan retail emas logam mulia.

Di kantor pusat UOB Singapura, satun-satunya bank yang menawarkan emas fiisk untuk konsumen retail, klien dan pelanggan berkerumun di salah satu ruang transaksi.

" Saya datang untuk membeli karena harga turun hari ini." kata Ng Beng Choo, Pensiunan  berumur 70-an yang mengaku mendapat antrian jam 09.30 tapi harus menunggu hingga 6 jam lebih untuk panggilan.

Rally panjang kenaikan harga emas, berubah arah ketika Donald Trump melakukan negosiasi ulang serangan ke Iran, yang mengendurkan tensi geopolitik di kawasan Timteng.

Alih-alih menjual, banyak investor retail emas berusaha membeli emas dengan memanfaatkan celah turunnya harga emas, yang turun hingga $4.400 pada Senin. Hari ini $4.845 per oz.

Singapura sebagai hub finansial global, adalah  tempat populer pembelian emas karena negara tsb tidak mengenakan pajak terhadap investasi emas.

Di pusat kota Sydney antrian mengular hingga jalan di toko emas ABC Bullion dekat Martin Place.

" Saya kehilangan banyak uang pada Jumat, tapi besok adalah hari yang baru" kata Alex 20 tahun yang ikut antrian untuk membeli emas.

Pemicu kenaikan harga emas kemarin adalah ancaman serangan Trump ke Iran dan turunannya perdagangan Valas dimana investor menghindari Dollar dan surat utang. Optimisme ini dipicu oleh Deutsche Bank yang memprediksi emas akan tembus angka $6.000 per oz, dan Senin kemarin (01/02) Deutsche Bank tetap pada prediksinya.

Di Thailand dimana emas dan perhiasan adalah populer, konsumen tetap menahan emas dibanding menjualnya, kata Thanapisal Koohapremkit, CEO Thai Brokerage Globlex Securities .

" Saat ini masih trend beli di Thailand,” tambah Koohapremkit. “Mereka tetap pada posisi semula dan wait and see .”

Di UOB Singapura, sejumlah pembeli yang tidak dapat nomor antrian kecewa. Seluruh produk dari MKS PAMP, salah satu merek emas terkenal di sana habis, dan begitu juga sejumlah orang yang datang terlambat.

Sumber BLOOMBERG














Tuesday, January 27, 2026

Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus US$27.000

Influencer keuangan sekaligus penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menyuarakan pandangan bullish terhadap logam mulia. Terbaru, ia menyampaikan proyeksi harga emas yang sangat agresif di tengah reli harga yang terus berlanjut.

Dalam unggahan media sosial pada 26 Januari, Kiyosaki menyambut kenaikan harga emas yang telah menembus rekor baru di atas US$5.000 per ons. Ia bahkan menyebut logam mulia tersebut berada di jalur menuju target harga jangka panjang di level US$27.000 per ons.

Dalam unggahan lain di platform X, Kiyosaki menyoroti kinerja harga perak dalam jangka panjang. Ia mencatat bahwa harga perak saat ini berada di kisaran US$92 per ons, jauh meningkat dibandingkan tahun 1990 yang hanya sekitar US$5 per ons.

Menurut Kiyosaki, reli panjang tersebut menegaskan meningkatnya peran perak bukan hanya sebagai bahan industri penting, tetapi juga sebagai penyimpan nilai (store of value) dan alternatif alat tukar.

Ia bahkan memprediksi harga perak berpotensi mencapai US$200 per ons pada 2026.

"I am still calling for silver to hit $200 an ounce in 2026," ujarnya.

Kritik Kiyosaki terhadap Uang Fiat

Target harga emas dan perak yang disampaikan Kiyosaki tidak terlepas dari pandangannya yang konsisten mengkritik sistem mata uang fiat.

Ia berulang kali memperingatkan bahwa pemerintah mencetak apa yang ia sebut sebagai "uang palsu" (fake money), sementara inflasi terus menggerus nilai riil uang tunai yang disimpan di bank.

Dalam pandangannya, para penabung tradisional terjebak dalam situasi yang merugikan. Secara nominal, saldo tabungan memang terlihat meningkat, tetapi daya beli terus menurun dari tahun ke tahun.

Karena itu, Kiyosaki mendorong masyarakat untuk beralih dari dolar dan mata uang fiat ke aset seperti emas, perak yang menurutnya tidak dapat terdepresiasi nilainya dengan cara yang sama seperti uang kertas.

Pesan yang ingin ditegaskan Kiyosaki jelas: logam mulia bukan sekadar instrumen lindung nilai (hedging) dalam portofolio, melainkan solusi menghadapi masa depan sistem keuangan berbasis fiat yang dinilainya rentan terhadap kehancuran.

Sumber : kontan.co.id




Monday, October 27, 2025

Kekurangan Stok, Antam Klaim Serap Emas dari Penambang Lokal


Logo Bloomberg TechnozBloomberg Technoz, Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam mengklaim berupaya memenuhi stok emas perusahaan dengan mendiversifikasi sumber pasokan bahan baku dari produksi tambang emas perseroan hingga melakukan kerja sama jual-beli emas dari penambang dalam negeri.

Corporate Secretary Division Head Antam Wisnu Danandi Haryanto menjelaskan emas yang dibeli dari penambang domestik tersebut akan dimurnikan di fasilitas unit bisnis pengolahan dan pemurnian logam mulia Antam.

Langkah antisipatif tersebut juga dilakukan perusahaan sembari menunggu finalisasi rencana pemerintah menerapkan domestic market obligation (DMO) komoditas emas. Kebijakan itu, diwacanakan pemerintah demi menutup kekurangan pasokan emas Antam sebesar 30 ton per tahun.

Adapun, Antam sebenarnya telah memiliki perjanjian pembelian 30 ton emas per tahun dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Akan tetapi, tambang dan smelter Freeport sedang tidak beroperasi pascalongsor di Grasberg Block Cave (GBC) beberapa waktu lalu.

“Antam telah menyiapkan langkah antisipatif melalui diversifikasi sumber pasokan bahan baku, baik dari produksi tambang emas Antam sendiri maupun melalui kerja sama dengan sejumlah mitra penambang domestik,” kata Wisnu kepada Bloomberg Technoz, Kamis (23/10/2025).

Karyawan merapihkan Logam Mulia di Butik Emas Antam, Pulogadung, Jakarta, Selasa (15/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Optimalkan Buyback

Wisnu menyatakan perseroan akan terus mengoptimalkan program pembelian kembali atau buyback emas Antam dari masyarakat. Dia menyebut program tersebut turut membantu menjaga keseimbangan pasokan bahan baku di tengah dinamika yang terjadi.

Di sisi lain, Wisnu menegaskan perseroan terus mencermati perkembangan rencana penerapan DMO emas. Dia menyatakan, Antam mendukung program tersebut demi menjaga pasokan emas dari sumber domestik.

“Antam pada prinsipnya mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperkuat pasokan emas dari sumber domestik agar ketersediaan produk emas di dalam negeri tetap terjaga,” ungkap dia.

Rencana penerapan DMO emas tengah dikaji oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Tri Winarno menyebutkan kebijakan ini dapat bersifat sementara, terutama selama produksi Freeport belum pulih pasca insiden longsor di area tambang GBC. 

Dia menjelaskan Antam sebenarnya telah memiliki perjanjian pembelian 30 ton emas per tahun dari Freeport untuk memenuhi kebutuhan normal. 

Namun, dengan terganggunya pasokan dari tambang tersebut, Antam masih harus menutup kekurangannya dengan impor dari Singapura dan Australia.

Impor emas Antam tercatat mencapai sekitar 30 ton per tahun, sedangkan kapasitas produksinya hanya sekitar 1 ton dari tambang Pongkor. Menurut catatan Antam, kebutuhan emas masyarakat mencapai 37 ton pada 2024 dan terus naik ke level 43 ton tahun ini.

Kondisi ini menjadi dasar pemerintah mempertimbangkan kebijakan DMO untuk menekan impor dan memperkuat pasokan emas domestik.

Tri mengatakan, kebijakan DMO harus dirancang agar tidak menimbulkan penumpukan stok di dalam negeri, sekaligus menjaga stabilitas industri.

Pemerintah juga tengah menyiapkan evaluasi terhadap kebijakan ekspor Antam, termasuk mekanisme pajak ekspor-impor untuk mengurangi ketergantungan pada emas impor.


Sumber : bloombergtechnoz.com


Friday, October 10, 2025

Rekor harga Emas tembus US$ 4.000: Harga Emas Diramal Makin Liar, Apakah akan mencapai US$5.000?

 Tak ada hentinya, harga emas terus menyentuh level-level baru dengan puncak tertinggi sepanjang masa. Harga emas berhasil menembus level di atas US$4.000 per troy ons, didorong oleh investor yang terus mencari aset yang aman seperti emas.
Pada perdagangan Rabu (8/10/2025), harga emas dunia naik 1,36% di level US$4.037,9 per troy ons. Posisi ini menjadi tertinggi sepanjang masa dan berhasil membuat emas mencapai level psikologis baru.
Harga emas menyentuh level psikologis baru di US$ 4.000 pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Harga emas pun makin tidak terbendung.

Harga emas sudah mencetak rekor selama empat hari beruntun dan menguat 4,7% pada periode tersebut.

Pada perdagangan hari ini Kamis (9/10/2025) hingga pukul 06.28 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,57% di posisi US$4.014,99 per troy ons.

Harga emas melonjak melewati level US$4.000 per troy ons untuk pertama kalinya pada perdagangan Rabu seiring ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang meluas, serta ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.

Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai penyimpan nilai di masa ketidakstabilan, telah naik 54% sepanjang tahun ini, setelah naik 27% pada tahun 2024. Emas merupakan salah satu aset dengan kinerja terbaik di tahun 2025, melampaui kenaikan di pasar ekuitas global dan bitcoin serta kerugian dolar AS dan minyak mentah.

Tak ada hentinya, harga emas terus menyentuh level-level baru dengan puncak tertinggi sepanjang masa. Harga emas berhasil menembus level di atas US$4.000 per troy ons, didorong oleh investor yang terus mencari aset yang aman seperti emas.
Pada perdagangan Rabu (8/10/2025), harga emas dunia naik 1,36% di level US$4.037,9 per troy ons. Posisi ini menjadi tertinggi sepanjang masa dan berhasil membuat emas mencapai level psikologis baru.
Harga emas menyentuh level psikologis baru di US$ 4.000 pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Harga emas pun makin tidak terbendung.

Harga emas sudah mencetak rekor selama empat hari beruntun dan menguat 4,7% pada periode tersebut.

Pada perdagangan hari ini Kamis (9/10/2025) hingga pukul 06.28 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,57% di posisi US$4.014,99 per troy ons.

Harga emas melonjak melewati level US$4.000 per troy ons untuk pertama kalinya pada perdagangan Rabu seiring ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang meluas, serta ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.

Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai penyimpan nilai di masa ketidakstabilan, telah naik 54% sepanjang tahun ini, setelah naik 27% pada tahun 2024. Emas merupakan salah satu aset dengan kinerja terbaik di tahun 2025, melampaui kenaikan di pasar ekuitas global dan bitcoin serta kerugian dolar AS dan minyak mentah.

Reli emas didorong oleh berbagai faktor, termasuk ekspektasi penurunan suku bunga AS, meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi, pembelian yang kuat oleh bank sentral, arus masuk yang besar ke ETF yang didukung emas, dan melemahnya dolar. 

Matthew Piggott, direktur emas dan perak di Metals Focus, menjelaskan harga emas memang sangat diuntungkan oleh banyak faktor.

"Kekuatan emas mencerminkan latar belakang makroekonomi dan geopolitik yang sangat positif bagi aset-aset safe haven, ditambah kekhawatiran terhadap aset-aset safe haven tradisional lainnya," ujar  Piggott, direktur emas dan perak di Metals Focus, kepada Reuters.

"Dengan faktor-faktor ini yang berlanjut hingga 026, kami gagal melihat katalis apa pun bagi emas untuk kembali menguat secara signifikan saat ini. Namun, kami memperkirakan emas akan terus menguat sepanjang tahun dan mencoba menantang level US$5.000 per troy ons." imbuhnya.

Penutupan pemerintah AS memasuki hari kedelapan pada hari Rabu, menunda rilis data ekonomi utama dan memaksa investor untuk mengandalkan sumber non-pemerintah untuk menilai waktu dan ruang lingkup pemotongan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Pasar memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed mendatang, dengan penurunan serupa diperkirakan terjadi pada bulan Desember.

Krisis global, seperti konflik Timur Tengah dan perang di Ukraina, telah memicu permintaan emas batangan, sementara gejolak politik di Prancis dan Jepang mendorong pelarian ke emas.

Secara global, arus masuk ke ETF emas mencapai US$64 miliar tahun ini, menurut data dari World Gold Council, dengan rekor US$17,3 miliar pada bulan September saja.

Secara teknis, Relative Strength Index (RSI) emas berada di angka 88, menunjukkan logam tersebut sedang jenuh beli.

"Saya memperkirakan harga emas akan mencapai US$4.300 per ons dalam enam bulan ke depan, seiring dengan pelemahan dolar AS yang diperkirakan berlanjut. Secara keseluruhan, kondisi makroekonomi dan geopolitik saat ini mendukung kenaikan harga emas."," ujar Michael Langford, Chief Investment Officer Scorpion Minerals. 

Dari sisi lain, harga perak (XAG) di pasar spot pada penutupan perdagangan Rabu (8/10/2025), melesat 2,22% ke posisi US$ 48,88 per troy ons. Posisi penutupan ini adalah yang tetringgi sepanjang masa.
Pda perdagangan hari ini Kamis (9/10/2025) hingga pukul 06.36WIB, harga perak di pasar spot melemah 0,51% ke US$ 48,63 per troy ons.

Perak naik lebih dari 70% sepanjang tahun ini, diuntungkan oleh faktor-faktor yang sama yang mendorong reli emas serta ketatnya pasar spot.

"Pasar perak terus menguat, dengan kenaikan suku bunga sewa, seiring saham Comex mencapai rekor tertinggi dan di tengah menguatnya permintaan musiman di India. Reli baru-baru ini didukung oleh arus masuk ETP yang besar," ujar Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global di Standard Chartered Bank.

HSBC pada hari Rabu menaikkan proyeksi harga perak rata-rata untuk 2025 menjadi US$38,56 per troy ons dan untuk 2026 menjadi US$44,50 per troy ons, dengan alasan ekspektasi harga emas yang tinggi, permintaan investor yang kembali meningkat, dan antisipasi volatilitas perdagangan.

Sumber: CNBC.com