Aveesiena Dinar
www.gata.com
Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS
 
Wednesday, October 7, 2026
Gold to hit $5,000, silver $97 in the next 12 months - LBMA delegate survey
Thursday, September 10, 2026
Emas tembus $15.000 per oz? Mimpi, Prediksi, atau Peringatan
- Utang pemerintah terus bertambah.
- Inflasi tetap lebih tinggi dibandingkan sebelum tahun 2020 secara terstruktur.
- Proporsi biaya bunga makin tinggi terhadap pendapatan pemerintah.
- Bank sentral tetap melakukan diversifikasi cadangan devisa.
- Obligasi pemerintah kehilangan status Safe Haven nya.
- Aliansi geopolitik semakin terfragmentasi.
- Investor perorangan mulai beralih ke emas mengikuti Bank Sentral.
- Sejumlah 89% cadangan emas bank-bank sentral dunia diprediksi akan bertambah dalam 12 bulan ke depan.
- Sejumlah 45% berharap institusi mereka menaikkan cadangan emasnya.
- 74% memperkirakan peredaran mata uang Dollar AS akan menurun dalam 5 tahun ke depan.
Wednesday, September 9, 2026
Bank Sentral Cina membeli 20,2 ton Emas di bulan Agustus terbesar sejak 2023
Belanda Pindahkan Cadangan Emas ke London
Bank sentral Belanda (DNB) mengonfirmasi bahwa emas senilai miliaran dolar telah dipindahkan dari Amerika Utara ke London, dengan alasan adanya "peningkatan gejolak geopolitik".
Dalam pernyataan pada Rabu, DNB mengatakan sebanyak 86 ton emas telah dipindahkan dari Amerika Serikat dan Kanada melalui operasi kompleks yang memakan waktu beberapa bulan.
Kini, emas tersebut disimpan di Bank of England, tempat logam mulia itu dapat diperjualbelikan dengan lebih mudah "dalam situasi krisis".
Presiden DNB, Olaf Sleijpen, mengatakan langkah tersebut "diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan kami".
Keputusan itu diambil di tengah sengketa perdagangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Kanada.
Kedua negara baru-baru ini mengumumkan tarif baru terhadap satu sama lain setelah perundingan dagang gagal mencapai kesepakatan.
Bank Sentral Belanda (DNB) mengatakan pemindahan tersebut, yang berlangsung antara Maret hingga Agustus, melibatkan pengangkutan 27 ton emas batangan dari New York dan Ottawa ke Zeist, Belanda.
Sejumlah emas dengan kuantitas dan kualitas yang sama kemudian dipindahkan ke London tanpa perlu dilebur ulang menjadi batangan baru.
Namun, otoritas tidak mengungkapkan secara rinci bagaimana emas dalam jumlah besar itu diangkut melintasi Samudra Atlantik.
Sisa proses pemindahan dilakukan melalui mekanisme penjualan emas di New York dan pembelian kembali emas di London, kata DNB.
"Dengan menggabungkan proses jual beli dan transportasi fisik, DNB dapat menyebarkan risiko yang terkait dengan pemindahan fisik emas yang kompleks seperti ini," demikian bunyi pernyataan bank tersebut.
DNB tidak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan "gejolak geopolitik" dalam pernyataannya.
Namun, perekonomian AS masih berada dalam situasi yang tidak menentu akibat perang yang sedang berlangsung dengan Iran, yang berdampak pada perdagangan global.
Sementara itu, Kanada juga terdampak berat oleh tarif AS terhadap sektor-sektor utama seperti baja, aluminium, kayu, dan otomotif.
Selain itu, Washington pada Agustus lalu mengumumkan pungutan tambahan sebesar 50% terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar C$28 miliar (US$20 miliar; £15 miliar).
Menurut DNB, emas yang disimpan di Bank of England "dianggap sebagai emas yang paling mudah diperdagangkan di dunia", sehingga lebih mudah diakses dalam kondisi krisis dibandingkan jika tetap disimpan di AS atau Kanada.
Sebelum pengumuman pada Rabu, DNB menyimpan 31,3% cadangan emasnya di New York dan 19,7% di Ottawa.
Setelah pemindahan tersebut, porsi penyimpanan di masing-masing lokasi turun menjadi 18,5%.
DNB menyebut total cadangan emas Belanda mencapai 612,4 ton pada akhir 2025, dengan nilai sekitar €72,2 miliar.
Setelah relokasi ini, porsi cadangan emas Belanda yang disimpan di London meningkat dari 18,1% menjadi 32,1%, sementara 30,8% cadangan tetap berada di dalam negeri, di Belanda.
Sumber : bbc.com
Tuesday, February 3, 2026
Elon Musk: Utang tak terkendali, AS tinggal tunggu 'Day of Reckoning'
Beban utang Amerika Serikat yang terus membengkak hingga US$38,5 triliun kini kian sulit diabaikan. CEO Tesla Elon Musk, yang sempat mencoba memberantas pemborosan pemerintah awal tahun ini, kembali membunyikan alarm.
Dalam sebuah episode podcast The Joe Rogan Experience, seperti dikutip YahooFinance (1/2). Musk memaparkan pandangannya tentang apa yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan untuk mengatasi krisis utang nasional Amerika.
“Kita bisa memperbaiki arahnya, tetapi pada akhirnya sistem ini tidak bisa sepenuhnya diperbaiki,” kata Musk.
“Kecuali jika Anda menerapkan langkah yang sangat kejam, sekelas Genghis Khan dalam memangkas pemborosan dan penipuan, yang jelas tidak mungkin dilakukan di negara yang secara ideal ingin tetap demokratis. Maka tidak ada cara untuk menyelesaikan krisis utang ini.”
Musk menyebut kondisi utang tersebut sebagai sesuatu yang 'gila' dan data mendukung kekhawatirannya. Utang federal AS kini telah melampaui US$38,5 triliun dan terus meningkat.
Namun, yang mengkhawatirkan bukan hanya besarnya utang, melainkan juga cara pemerintah menanganinya.
Menurut Musk, yang benar-benar membunyikan lonceng bahaya bukan sekadar total utang, melainkan biaya untuk membayar bunganya.
“Pembayaran bunga atas utang kini melebihi seluruh anggaran militer Amerika. Itu salah satu momen yang menyadarkan saya, ini benar-benar gila,” ujarnya.
Data Departemen Keuangan AS menunjukkan pemerintah menghabiskan US$1,22 triliun untuk bunga bersih pada tahun fiskal 2025. Sebagai perbandingan, hanya dalam satu bulan pertama tahun fiskal 2026, biaya bunga sudah mencapai US$355 miliar. "Pemangkasan belanja saja tidak akan cukup," ujar Musk.
Dia melanjutkan, “Bahkan jika semua penghematan itu diterapkan, Anda hanya menunda 'the day of reckoning' (hari penghakiman) ketika Amerika bangkrut,” katanya.
“Saya sampai pada kesimpulan bahwa satu-satunya cara untuk membawa Amerika keluar dari krisis utang dan mencegah kebangkrutan adalah melalui AI dan robotika. Kita harus menumbuhkan ekonomi dengan laju yang memungkinkan kita membayar utang tersebut.” (YS)
sumber: idnfinancials.com