www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Tuesday, October 27, 2026

Internet Lumpuh Total, Layanan Bank dan Penerbangan Langsung Disetop



Foto: Ilustrasi Scam Hacker Virus. (Pexels)


Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan global hingga pemerintah di berbagai negara berpacu dengan waktu untuk menambal celah keamanan kritis (vulnerability) pada bahasa pemrograman PHP yang menopang sebagian besar ekosistem internet. Langkah darurat ini diambil setelah penyedia layanan cloud melaporkan lonjakan masif serangan peretasan tak lama setelah kerentanan tersebut diungkap ke publik.
Aksi cepat ini menyusul keputusan sejumlah pemerintah di Eropa dan kawasan lain yang memilih untuk mematikan (take offline) berbagai situs web resmi sebagai langkah pencegahan. Di saat yang sama, para pengelola situs web terus berjuang keras mengamankan sistem yang menggunakan perangkat lunak tersebut.

Penutupan mendadak pada layanan perbankan, maskapai penerbangan, kereta api, sistem perpajakan, hingga layanan publik dari Tokyo hingga Helsinki menjadi salah satu ujian paling krusial bagi fondasi pemrograman berusia puluhan tahun ini. Fenomena ini sekaligus menyingkap betapa besarnya ketergantungan pemerintah dan raksasa bisnis dunia pada kode digital yang hanya dipahami oleh segelintir orang.

"Saya belum pernah melihat peristiwa seperti ini dalam waktu yang sangat, sangat lama," ujar CEO Microsoft Satya Nadella dalam sebuah acara di Jerman, dikutip dari Reuters, Senin (26/10/2026). Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi peringatan keras akan pentingnya membangun perangkat lunak yang dapat dipelihara secara aman di tengah sistem yang makin kompleks.

"Ini adalah hari dan malam yang sangat panjang bagi seluruh tim IT dan keamanan siber di luar sana."

PHP Jadi Fondasi Internet Mirip HTML dan Python

Para pengembang PHP, bahasa pemrograman utama yang setara dengan HTML dan Python, telah merilis perbaikan (patch) untuk menambal celah keamanan yang tersembunyi selama bertahun-tahun sebelum akhirnya terdeteksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pengembang mendesak seluruh pengguna untuk segera melakukan pembaruan sistem.

Co-founder perusahaan keamanan siber asal Belgia Aikido Security, Madeline Lawrence, mengungkapkan bahwa perincian celah keamanan tersebut terlanjur bocor ke publik sebelum perbaikannya siap diimplementasikan. Dampaknya, gelombang serangan siber langsung terjadi.

"Perusahaan-perusahaan kini berlomba memperbarui sistem demi menahan peretas yang memanfaatkan AI untuk mengeksploitasi celah tersebut. Ini adalah pertarungan kecepatan," tegas Madeline.

Seiring langkah pencegahan yang diambil korporasi dan pemerintah, upaya peretasan dilaporkan melonjak hingga jutaan kali. Raksasa layanan cloud Cloudflare dan Amazon Web Services (AWS) mengonfirmasi lonjakan fantastis tersebut.

"Dalam 10 jam sebelum diumumkan secara resmi, kami mendeteksi ribuan upaya eksploitasi di seluruh jaringan," ungkap CEO Cloudflare Matthew Prince melalui unggahannya di platform X.

"Angka itu melonjak menjadi puluhan ribu hanya dalam 45 menit pascapengumuman, menembus ratusan ribu dalam 2 jam, dan kini sudah mencapai jutaan serangan."

Dampak Sistemis dari Jepang hingga Finlandia
Dampak guncangan siber ini terasa kuat di Asia. Sejumlah raksasa korporasi Jepang mulai dari perusahaan pialang Nomura, raksasa perbankan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), maskapai ANA, hingga operator kereta East Japan Railway terpaksa menghentikan sementara beberapa layanan internet mereka.

Langkah serupa diambil produsen bir Asahi Group Holdings yang menghentikan sementara operasional situs web tertentu guna melakukan penilaian dampak keamanan. Perusahaan asuransi Tokio Marine Holdings juga turut menangguhkan situs web utamanya.

Tak hanya sektor swasta, Kementerian Keuangan, Badan Meteorologi, hingga Badan Pajak Nasional Jepang mematikan sebagian layanan online mereka demi menerapkan standar keselamatan siber. Penutupan massal ini mencerminkan kekhawatiran tinggi Tokyo, terlebih TrendAI mencatat jumlah insiden siber di Jepang dalam 9 bulan pertama tahun ini telah melampaui total kasus sepanjang tahun lalu.

Guncangan juga menjangkau Eropa. Raksasa telekomunikasi Prancis, Orange, menangguhkan akses ke sejumlah aplikasi dan situs web berbasis PHP di beberapa anak perusahaannya. Sementara di Finlandia, penyedia layanan IT pemerintah Valtori terus bekerja nonstop menginstal perbaikan keamanan setelah sempat mematikan seluruh layanan web publik pemerintah.

"Memulihkan layanan bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Selain pembaruan patch, seluruh sistem harus diuji secara ketat," jelas Direktur Jenderal Valtori Hannu Naumanen.

Pemulihan Diproyeksi Memakan Waktu Berminggu-minggu
Merespons ancaman yang makin nyata, otoritas di berbagai negara Asia langsung menginstruksikan inspeksi keamanan siber secara menyeluruh.

Kementerian Industri Tiongkok mendesak seluruh organisasi dan pengguna untuk menginspeksi sistem mereka dan segera melakukan pembaruan ke versi PHP teraman. Beijing juga menyarankan peningkatan pemantauan siber serta perombakan kata sandi dan kunci akses akun secara berkala.

Sementara itu, Pemerintah Korea Selatan resmi menaikkan tingkat waspada keamanan siber sektor swasta ke posisi siaga dan mengaktifkan protokol tanggap darurat guna mengantisipasi potensi serangan susulan.

Kepala Keamanan Asosiasi Industri Digital Jerman (Bitkom), Felix Kuhlenkamp, menilai bahwa meski korporasi besar relatif cepat melakukan perbaikan, proses pemulihan bagi organisasi kecil dan sistem IT yang kompleks akan memakan waktu jauh lebih lama.

"Banyak yang menjalankan situs web berbasis PHP tetapi tidak benar-benar mengawasinya secara aktif. Jika situs tersebut masih menggunakan versi PHP lama yang sudah tidak didukung perbaikan keamanan, maka seluruh sistemnya harus diperbarui dari nol," pungkas Felix.
(fab/feb)

Sumber : cnbcindonesia.com









Wednesday, October 7, 2026

Gold to hit $5,000, silver $97 in the next 12 months - LBMA delegate survey

Krisis energi yang masih terus berlangsung, inflasi berkelanjutan, dan meningkatnya bagi hasil obligasi sebagai indikasi awal kenaikan kembali emas dan perak.

Berdasarkan hasil konferensi LBMA tahun 2026 menunjukkan bahwa meluasnya diversifikasi cadangan devisa Bank sentral di dunia , fragmentasi geopolitik internasional membentuk fondasi baru bagi sistem moneter global seiring meningkatnya utang negara menimbulkan tanda tanya keamanan obligasi negara .

Menurut Konferensi tsb bahwa harga emas akan kembali mencapai $5.013 pada hari ini di tahun 2027 atau sekitar kenaikan 20% dibanding angka sekarang. Harga emas saat ini adalah $ 4.163/Oz.

Saya pikir, emas mengirim pesan kepada kita bahwa mungkin. utang global mencapai kondisi abnormal dimana suplay uang kertas mungkin melampaui permintaan, menurut think, Vikam Diwan head of Commodities and Fund Manager at Nippon India Mutual Fund during a panel discussion.

Permintaan emas Bank Sentral adalah tema utama yang lain dimana eksekutif bank sentral melihat emas bukan hanya sekedar lindung nilai dari inflasi dan risiko geopolitik.

Hasil dari survey UBS Management Asset menjelaskan bahwa 65% responden menyatakan bahwa diversifikasi adalah alasan utama cadangan emas 










Thursday, September 10, 2026

Emas tembus $15.000 per oz? Mimpi, Prediksi, atau Peringatan



Tidak perlu menunggu krisis moneter agar harga emas naik signifikan 

Untuk mencapai angka US$15.000/Oz tidak mesti dipicu oleh krisis moneter yang yang luar biasa.

Beberapa faktor di bawah ini akan menjadi pemicu kenaikan harga hingga US$ 15.000 :
  • Utang pemerintah terus bertambah.
  • Inflasi tetap lebih tinggi dibandingkan sebelum tahun 2020 secara terstruktur.
  • Proporsi biaya bunga makin tinggi terhadap pendapatan pemerintah.
  • Bank sentral tetap melakukan diversifikasi cadangan devisa.
  • Obligasi pemerintah kehilangan status  Safe Haven nya.
  • Aliansi geopolitik semakin terfragmentasi.
  • Investor perorangan mulai beralih ke emas  mengikuti Bank Sentral.
Tidak satupun dari faktor di atas memerlukan jatuhnya sistem finansial. Perjalanan hingga mencapai $15.000 terjadi secara rangkaian kenaikan emas secara stabil.


Faktor pertama  
Utang tanpa Solusi Politik

Utang federal pemerintah AS saat ini telah lebih dari USD 40 Triliun. Masalahnya bukan pada besarnya angka tsb, tetapi pada cara pemerintah dalam mengatasi utang tsb. Alih-alih mengurangi utang tapi terus berkembang dari waktu ke waktu.

Pemerintah biasanya  mengurangi utang dengan cara menaikkan pajak, memotong anggaran belanja, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi.

Proyeksi utang pemerintah yang dikeluarkan IMF per April 2026, menyatakan utang pemerintah AS terhadap GDP akan mencapai 100% pada 2029. Ini bukan hanya masalah AS namun gambaran sistem keuangan secara global.

Fakor kedua 
Obligasi pemerintah tidak sepenuhnya aman

Selama beberapa dekade obligasi pemerintah menempati pusat sistem keuangan yang menawarkan return, likuiditas dan aset yang akan memproteksi investasi selama periode tertentu.

Situasi akan berubah ketika utang dan inflasi naik secara bersamaan.

Inflasi yang meningkat memerlukan imbal hasil yang lebih tinggi, imbal hasil yang lebih tinggi memicu kenaikan biaya utang.Kenaikan biaya utang memicu defisit, sehingga memicu utang yang lebih tinggi.


Faktor ketiga
Akumulasi cadangan emas Bank Sentral 

Mengacu pada laporan World Gold Council tahun 2026, bank-bank sentral dunia menambah hampir 1.000 ton cadangan emasnya setiap tahun dalam empat tahun terakhir.

Hasil survey sejumlah bank sentral:
  • Sejumlah 89% cadangan emas bank-bank sentral dunia diprediksi akan bertambah dalam 12 bulan ke depan.
  • Sejumlah 45% berharap institusi mereka  menaikkan cadangan emasnya.
  • 74% memperkirakan peredaran mata uang Dollar AS akan menurun dalam 5 tahun ke depan.



Faktor keempat 
Emas akan kembali menjadi mata Uang

Kebanyakan investor barat menganggap emas adalah komoditas- sesuatu yang dapat diperjualbelikan seperti minyak, tembaga, dan gandum.

Komoditas bisa dikonsumsi, sedangan emas tidak, bahkan terus terakumulasi.

Emas ditambang (dari perut bumi), dimurnikan, dan disimpan karena selama ribuan tahun mereka telah mengenal logam yang  pemerintah tidak mampu memproduksinya, yang sifatnya yang langka , tahan lama, dan mudah dibawa.

Dalam hal ini perbedaan antara uang dan alat tukar menjadi penting.

Alat tukar adalah satuan nilai yang di tentukan oleh pemerintah sehingga bisa dibelanjakan, dipinjamkan, dan dikenakan pajak. Emas adalah aset yang menjadi anti tesa dari alat-alat tukar yang terukur tsb.
















Wednesday, September 9, 2026

Bank Sentral Cina membeli 20,2 ton Emas di bulan Agustus terbesar sejak 2023

Bank Rakyat Cina membeli 20,2 metric ton emas  sepanjang Agustus lalu, belanja bulanan emas terbesar sejak 2023. State Administration of Foreign Exchange (SAFE) mengumumkan Senin (07/09) lalu.

Pembelian  tsb menambah total cadangan emas Cina menjadi 2.387 ton. Menjadikannya selama 22 bulan berturut-turut menambah cadangan emasnya atau akumulasi sekitar 80 ton selama 8 bulan pertama tahun ini.

Pembelian emas yang signifikan lainnya di bulan Juli lalu  adalah Bank Nasional Ceko sejumlah  2 ton emas atau  berturut-turut selama 41 bulan, sementara Bank Nasional Kazakhstan, Bank Negara Malaysia, dan Bank Sentral Bolivia masing-masing membeli 1 ton. Cadangan emas Kazakhstan sendiri saat ini adalah 75% dari total cadangan devisa.

Namun rekor pembelian emas tahun ini adalah Polandia, yang sejauh ini (sepanjang 2026) telah membeli 90 ton emas. Akumulasi cadangan emas Bank Sentral Polandia adalah 640 ton, dari target tahun ini sejumlah 700 ton atau 28% dari total cadangan devisanya.

Sementara itu pembelian emas Cina Agustus lalu menjadikannya peringkat ke 6 dunia dalam cadangan emas.

Sumber : Ernest Hoffman, kitco.com












Belanda Pindahkan Cadangan Emas ke London

Bank sentral Belanda (DNB) mengonfirmasi bahwa emas senilai miliaran dolar telah dipindahkan dari Amerika Utara ke London, dengan alasan adanya "peningkatan gejolak geopolitik".

Dalam pernyataan pada Rabu, DNB mengatakan sebanyak 86 ton emas telah dipindahkan dari Amerika Serikat dan Kanada melalui operasi kompleks yang memakan waktu beberapa bulan.

Kini, emas tersebut disimpan di Bank of England, tempat logam mulia itu dapat diperjualbelikan dengan lebih mudah "dalam situasi krisis".

Presiden DNB, Olaf Sleijpen, mengatakan langkah tersebut "diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan kami".

Keputusan itu diambil di tengah sengketa perdagangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Kanada.

Kedua negara baru-baru ini mengumumkan tarif baru terhadap satu sama lain setelah perundingan dagang gagal mencapai kesepakatan.

Bank Sentral Belanda (DNB) mengatakan pemindahan tersebut, yang berlangsung antara Maret hingga Agustus, melibatkan pengangkutan 27 ton emas batangan dari New York dan Ottawa ke Zeist, Belanda.

Sejumlah emas dengan kuantitas dan kualitas yang sama kemudian dipindahkan ke London tanpa perlu dilebur ulang menjadi batangan baru.

Namun, otoritas tidak mengungkapkan secara rinci bagaimana emas dalam jumlah besar itu diangkut melintasi Samudra Atlantik.

Sisa proses pemindahan dilakukan melalui mekanisme penjualan emas di New York dan pembelian kembali emas di London, kata DNB.

"Dengan menggabungkan proses jual beli dan transportasi fisik, DNB dapat menyebarkan risiko yang terkait dengan pemindahan fisik emas yang kompleks seperti ini," demikian bunyi pernyataan bank tersebut.

DNB tidak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan "gejolak geopolitik" dalam pernyataannya.

Namun, perekonomian AS masih berada dalam situasi yang tidak menentu akibat perang yang sedang berlangsung dengan Iran, yang berdampak pada perdagangan global.

Sementara itu, Kanada juga terdampak berat oleh tarif AS terhadap sektor-sektor utama seperti baja, aluminium, kayu, dan otomotif.

Selain itu, Washington pada Agustus lalu mengumumkan pungutan tambahan sebesar 50% terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar C$28 miliar (US$20 miliar; £15 miliar).

Menurut DNB, emas yang disimpan di Bank of England "dianggap sebagai emas yang paling mudah diperdagangkan di dunia", sehingga lebih mudah diakses dalam kondisi krisis dibandingkan jika tetap disimpan di AS atau Kanada.

Sebelum pengumuman pada Rabu, DNB menyimpan 31,3% cadangan emasnya di New York dan 19,7% di Ottawa.

Setelah pemindahan tersebut, porsi penyimpanan di masing-masing lokasi turun menjadi 18,5%.

DNB menyebut total cadangan emas Belanda mencapai 612,4 ton pada akhir 2025, dengan nilai sekitar €72,2 miliar.

Setelah relokasi ini, porsi cadangan emas Belanda yang disimpan di London meningkat dari 18,1% menjadi 32,1%, sementara 30,8% cadangan tetap berada di dalam negeri, di Belanda.

Sumber : bbc.com