www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Tuesday, July 17, 2012

Cadangan Emas Dunia dan Daya Belinya.

 
Pada tahun 2011 jumlah emas dunia yang berhasil ditambang adalah 2.818 ton, atau 1,7% dari total cadangan emas di seluruh dunia yang ada di atas permukaan bumi hingga akhir 2010.

Sejak tahun 1492, ketika Columbus mendarat di daratan Amerika, cadangan emas di seluruh dunia ini tidak pernah naik melebihi 5%. Pada Juli 2012, Wolrd Gold Council mencatat cadangan emas yang ada di dunia adalah 171.300 ton. Ini hanya 2,9% saja dari total berat Hoover Dam (bendungan yang ada di  bagian barat Amerika di sungai Colorado di perbatasan Nevada dan Arizona dengan tinggi 222 m dan panjang 354 m). Atau bayangkanlah sebuah kubus dimana setiap sisinya berukuran sekitar 20 m (60 kaki) ; 60 kaki setara dengan panjang mulai dari net hingga pagar belakang lapangan tenis. Atau bayangkan saja Washington Memorial di Amerika dan kubus emas itu diletakkan disampingnya.

Kelangkaan emas dan pertumbuhan kenaikannya yang konsisten secara relatif dengan cadangan emas di atas permukaan bumi mempunyai implikasi yang penting dengan daya belinya. Ternyata 1 gram emas memiliki daya beli yang kurang lebih sama dalam membeli gandum sejak abad pertengahan! Dan daya belinya tetap stabil dibanding mata uang negara-negara di dunia apabila digunakan membeli minyak mentah sebagaimana dalam grafik di atas.

(catatan : mata uang Deutschmark digunakan sebagai pendekatan  euro sebelum 2002):

   sumber : http://www.goldmoney.com/documents/Ultimate_Guide_0710.pdf


Monday, July 16, 2012

Kala Pattar


Ada sebuah buku bagus terbitan tahun 1988 yang berjudul Mendaki Kala Pattar. Buku ini memang buku lama dari negeri Jiran terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia. Buku ini ditulis oleh Dr. Zaini Shaarani. Selama sakit hampir satu minggu, saya ditemani oleh buku ini.

Buku ini sarat pelajaran bagaimana sebuah mimpi dirajut. Dalam prakatanya penulis memaparkan bagaimana ketika kecil dahulu beliau terpengaruh oleh buku-buku petualangan di negeri-negeri nan jauh dan akhirnya mimpi kecilnya ini menjadi kenyataan.

Buku setebal 150 halaman ini bercerita mengenai ekspedisi pertama negara Malaysia untuk meraih puncak gunung Kala Pattar (5.547 m) yang terletak di pegunungan Himalaya bersebelahan dengan gunung Everest. Kala Pattar termasuk salah satu gunung tertinggi di dunia.
Ekspedisi ini terdiri dari 19 orang yang dipimpin oleh Dr. Zaini Shaarani. Beliau adalah pendaki gunung yang sudah lebih dari 10 kali mendaki pegunungan Himalaya yang juga pencetus ide ekspedisi ini.

Selama ekspedisi yang bermula  24 Desember 1984 hingga 24 Januari 1985 ada beragam peristiwa 
yang mewarnainya. Bagaiamana susahnya memimpin 18 orang yang berbeda latar belakang dan karakter ditumpahkan Dr Zaini dalam buku ini. Terlebih selama proses pendakian di tengah cuaca dingin disertai salju dan medan yang sungguh berat, dituntut kesabaran, kejelian, ketegasan hingga tim berhasil meraih puncak. Walaupun akhirnya hanya 13 orang saja yang berhasil mencapai puncak Kala Pattar, namun dapatlah ekspedisi ini dikatakan berhasil. Sedangkan 6 orang lainnya terpaksa memendam azam meraih puncak karena sebagaian besar terkena sakit, terutama altitude sickness (penyakit yang menyerang di daerah tinggi). Bahkan ada satu orang peserta yang terpaksa turun sebelum mencapai puncak karena terkena penyakit ini, padahal hanya tinggal 305 meter saja!

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini seperti kepemimpinan yang kuat merupakan syarat mutlak keberhasilan, ego pribadi mesti dikorbankan untuk maslahat bersama, komitmen yang tinggi dan kemampuan untuk menjaganya, bersabar karena tiada keberhasilan tanpa kesabaran, bersikap realistis ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit, menjaga kehormatan diri dlsb.  

Wednesday, July 4, 2012

Gold reentering monetary system



Awal 2011, the London Bullion Market Association (LBMA) mulai mendorong emas untuk diakui oleh  the Basel Committee on Banking Supervision (komite yang didirikan pada tahun 1974 oleh sekelompok  gubernur bank sentral dari 10 negara yang bertujuan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan panduan supervisi dimana  bank sentral atau lembaga sejenis akan menerapkannya terhadap bank) sebagai asset likuid kualitas tinggi paling mutakhir. Ini sebuah pendekatan terencana yang melibatkan komunitas finansial yang lebih luas, dengan voting palemen Eropa yang dengan suara bulat merekomendasikan central counterparties (perjanjian regulasi pembayaran intermediaries untuk pasar sekuritas) menerima emas sebagai jaminan dibawah European Market Infrastructure Regulation (EMIR). Lobby yang dilakukan LBMA ini tentu saja berkontribusi kepada hasil yang baik ini. Penerimaan yang meluas terhadap emas sebagai jaminan dalam regulasi pasar ini memaksa  the Basel Committee untuk mempertimbangkan kedudukan emas sebagai aset perbankan, yang saat ini mengalami potongan nilai sebesar 50% apabila diajukan sebagai jaminan.Sekarang hal ini akan direvisi menjadi nol, sama stasusnya dengan aset likuid lainnya.

Ini adalah perkembangan yang penting bagi pasar emas fisik, dan merupakan peringatan dini terhadap perubahan yang disinyalir oleh dokumen konsultatif yang dikeluarkan oleh the Fed dan regulator  perbankan  pada regulasi Basel 3 yang akan datang.

Tentu saja ada sedikit keraguan bila mengacu pada sejarah bahwa Departemen Keuangan AS dan the Fed tidak akan memberi status emas sebagai rival dari Dollar, tetapi mereka tidak dapat mengatur komite Bassel. Sejak Presiden Nixon melepaskan kaitan  Dollar dengan standar emas , propaganda pemerintah adalah emas tidak akan lagi memiliki peran dalam sistem moneter. Memberi peringkat yang sejajar antara emas dengan aset likuid adalah benar-benar hal yang signifikan. Lebih jauh, ada logika yang masih dapat diperdebatkan dimana bank tidak akan didenda bila melakukan diversifikasi neraca keuangan dan jaminan mereka tidak lagi semata-mata dalam bentuk uang kertas saja (tetapi juga dalam bentuk emas), dimana hal ini menjadi berisiko bagi sistem saat ini,terutama dalam situasi krisis seperti sekarang.  

Proposal ini baru dalam tahap untuk menjajagi respon saja, kemungkinannya bank tidak akan mengabaikan proposal ini, karena ini merepresentasikan peluang pemberian kredit yang aman dan peluang bagi bank melakukan diversifikasi asetnya ( dalam bentuk emas ) tanpa khawatir terkena penalti. Ketika proposal ini benar-benar diterapkan tentu akan mendorong bank untuk membeli emas dan akan semakin banyak bank yang melakukan diversifikasi asetnya dalam bentuk emas.