www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Saturday, May 8, 2010

Harga Minyak dalam Emas


Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa hakim yang adil sepanjang masa adalah emas dan perak atau dinar dan dirham. Artinya emas dan peraklah sesungguhnya menjadi timbangan yang adil dari seluruh barang dan jasa. Sehingga apabila nilai suatu komoditas dikaitkan dengan sejumlah nilai emas dan perak maka harganya relatif stabil dari masa ke masa.
Salah satunya adalah harga minyak. Sering saya ulas bahwa pada sistem Bretton Woods (1944-1971) AS dan sekutu-sekutunya mengkaitkan US Dollar dengan emas dimana 1 troy ounce emas setara dengan US$35 (sekarang sudah US$1.200-an).
Mari perhatikan grafik di atas yang saya ambil dari goldmoney.com yang menyajikan harga minyak mentah (1945-2004) baik dalam US Dollar (biru) maupun dalam emas (merah)price of crude oil in terms of gold. Harga minyak mentah baik dalam Dollar AS dan emas tetap berhimpit hingga tahun 1971, persis masa berakhirnya Bretton Woods dimana saat itu kaitan emas dan US Dollar diputus (yang berakibatnya naiknya harga emas berlipat-lipat). Setelah itu harga minyak mentah dalam Dollar terus naik signifikan (saat ini US$83,11/barel), sedangkan harga minyak mentah dalam emas (goldgram) relatif stabil.
Benarlah pernyataan Imam Ghazali di atas bahwa emas dan perak adalah hakim yang adil sepanjang masa, dimana dia dapat menjadi timbangan bagi seluruh barang dan jasa, salah satunya adalah minyak dalam grafik di atas. Sedangkan mata uang US Dollar tidak dapat berperan sebagai timbangan yang adil karena ketidakstabilannya (sebab syarat timbangan ya harus stabil) hingga menjelang kematiannya yang diprediksi tidak lama lagi.

Friday, May 7, 2010

Amputasi Keuangan Global


Pada pembukaan sesi pagi ini harga dinar menembus Rp 1.583.720 (www.geraidinar.com), setelah kemarin masih di level Rp 1.511.150. Penurunan rupiah terhadap Dollar AS masih terjadi sebesar 4 %, saat artikel ini ditulis nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS masih di level Rp. 9.378. Kenaikan ini juga dipicu oleh kembali naiknya harga emas dunia mendekati rekor tertingginya pada Desember lalu (US$1.226,10) di level US$1.201,25 saat artikel ini ditulis. Hal ini tentu disebabkan efek krisis negeri para filsof Yunani. Krisis Eropa ini sepertinya akan merembet ke berbagai belahan dunia, tidak tertutup kemungkinan negeri kita ini. Aksi para investor international yang mencoba meninggalkan investasi dalam bentuk Euro dan beralih ke US Dollar dan emas, memicu kenaikan harga emas dunia.
Tentu saja para petinggi keuangan dunia seperti IMF tidak akan tinggal diam, mereka tentu akan terus bermanuver untuk meredakan gejolak harga emas. IMF dan Uni Eropa sudah menawarkan bail out senilai US$ 146 miliar kepada Yunani. Bisa saja ini menimbulkan sentimen pasar, sehingga kembali menumbuhkan kepercayaan investor finansial global, yang berakibat kembali turunnya harga emas. Tetapi saya yakin hal ini tidak akan lama, sebab penyakitnya sudah kronis. Solusinya ya bisa saja dilakukan amputasi keuangan global , dengan meminggirkan US $ sebagai mata uang utama dunia dan digantikan dengan sistem mata uang emas atau dinar.
wallahu 'alam

Thursday, May 6, 2010

Rupiah Melemah, Emas Menguat


Pada pagi hari ini harga dinar mulai merangkak naik pada harga (jual) Rp.1.482.210 (geraidinar.com), dan sempat menyentuhRp.1,5 juta. Apa penyebabnya? Sebab utama adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang pada penutupan perdagangan kemarin (05/05) ambles sampai di atas level Rp. 9.110 per USD. Saat artikel ini ditulis rupiah berada pada level Rp. 9.199. Mata uang lokal ini mengalami penurunan tajam seiring dengan amblesnya bursa saham lokal di tengah pelepasan portofolio yang dilakukan para investor.
Dari sisi harga emas dunia saat ini masih pada level US$1.175,50/oz masih lebih rendah di rekor tertingginya sekitar US$1.180-an /oz. Jadi kenaikan dinar lebih dipengaruhi melemahnya Rupiah, apabila pelemahan Rupiah terus berlanjut dan harga emas dunia stabil seperti saat ini maka harga dinar akan terus naik.
Namun investasi dinar tidak untuk spekulasi, pada masa krisis global seperti sekarang (di tengah isu bail out Yunani) harga emas dunia bisa sangat fluktuatif. Sebaiknya kembalikan fungsi dinar saat ini sebagai investasi dan proteksi nilai bukan spekulasi.

wallahu 'alam

Monday, May 3, 2010

California Gold Rush


California Gold Rush (1848-1855) dimulai pada 24 Januari 1848 ketika emas ditemukan oleh James W Marshall. Walaupun berita ini sempat dirahasiakan, namun tetap saja bocor dan menyebabkan kota yang dahulu dikenal dengan Ghost Town mendadak diserbu oleh 300.000 orang yang datang dengan jalan laut dan darat.

Mereka berasal baik dari Amerika, Amerika latin, Eropa, Australia, dan Asia. Kota itu mendadak menjadi gegap gempita. California yang dahulu kota kecil dan tak dikenal, tiba-tiba menjadi kota niaga dan membangun kota-kota baru sepanjang rute perjalanan menuju kota itu. Pengertian Gold Rush sendiri (thefreedicitionary.com) adalah migrasi orang dalam jumlah besar ke daerah tambang emas yang baru saja ditemukan.

Menurut US Geological Survey sekitar 370 ton emas ditambang selama 5 tahun pertama Gold Rush, senilai US$ 7 miliar (berdasar harga emas 2006). Dan menyebabkan efek ekonomi yang luar biasa besar.

Sekitar 162 tahun kemudian, Gold Rush dalam investasi emas terus berlanjut, namun perpindahannya bukanlah secara fisik orang hijrah ke daerah dimana tambang emas ditemukan, namun dari investasi pasar uang ke investasi emas fisik. Berdasar data Dow Gold Ratio (DGR) diatas atau perbandingan antara Dow Jones Industrial Index dan harga emas dunia dalam US$, terlihat trendnya makin menurun. Saat artikel ini ditulis angka DGR berada pada 9,42, dan besar kemungkinan akan terus menurun, puncaknya pada tahun 2009 lalu DGR pernah menyentuh 8.Apa artinya ? Artinya dengan terus menerus turunnya index saham dunia, maka orang mulai berpaling ke aset-aset fisik logam mulia seperti Dinar atau Emas atau juga investasi di perkebunan, pertanian, dan peternakan seperti kambing yang saya tulis sebelumnya. Mana saja investasi yang kita pilih asal dengan pengelolaan yang benar tentu baik bagi diri, keluarga, lingkungan dan dunia akhirat kita .

wallahu 'alam

Saturday, May 1, 2010

Ada yang senasib dengan Dinar


Beberapa minggu terakhir ini saya sibuk pulang balik Depok-Jonggol untuk mempelajari suatu hewan yang bernama kambing. Kadang sampai menginap di sana. Ada apa dengan kambing? Apa yang menarik dengan kambing? Secara umum tidak banyak orang yang tertarik dengan kambing. Jangankan orang awam, seorang sarjana kedokteran hewan yang sedang co-ass disana pun bercerita dari 130 seangkatannya hanya 3 orang saja yang berminat menekuni kambing. Sisanya ya menekuni anjing, kucing, unggas atau babi????
Satu hal yang membuat saya tercengang adalah hanya ada 5 negara di dunia yang boleh mengekspor kambing yaitu AS, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Indonesia kita ini. Pertanyaannya sederhana kenapa kita tidak semaju yang lain dalam bidang perkambingan ini? Jawabannya bisa sangat panjang, sehingga dapat dibuat buku.
Yang jelas politik dagang (baca: corporatocracy) sengaja membuat kambing ini dipandang sebelah mata oleh kita. Sehingga persepsi yang timbul kambing itu bau, tradisional, bikin darah tinggi, kolestrol, asam urat, dalam label-label lain yang seram-seram. Padahal amat sangat banyak kebaikan di sekujur tubuh kambing, mulai dari susu, daging, kulit, sampai kotorannya. Lembaga-lembaga seperti USDA (Deptan AS), Deptan kita, dan lembaga-lembaga lain sudah banyak yang meneliti keunggulan kambing ini.
Saya melihat ada kesamaan nasib antara Dinar dan Kambing. Kampanye negatif tentang emas atau dinar sebagai investasi dan lindung nilai masih dilakukan oleh lembaga-lembaga moneter terkait, dengan komandannya IMF. Padahal mereka sendiri menjadikan emas sebagai ketahanan ekonomi negerinya. Begitu pula kambing ini berbagai perspektif negatif disematkan ke tubuh kambing agar kita meninggalkan kambing dan tidak menggarapnya dengan baik sebagai ketahanan ekonomi kita, sedangkan mereka sendiri membudidayakannya dengan sangat serius untuk kepentingan ekonomi mereka. Politik dagang ini masih akan terus mereka daungkan, agar umat ini tetap terlelap di tengah kekayaan yang Allah berikan di negeri ini, yang salah satunya adalah kambing.
Jadi tidak salah membangun ketahanan ekonomi kita dengan dinar dan kambing. Toh satu kambing sejak zaman Nabi SAW hingga kini tetap setara dengan 1 dinar.

wallahu 'alam