www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Monday, June 7, 2010

ATM emas bermulai di Dubai

Perusahaan Jerman Gold to go, baru saja meluncurkan ATM Emas (Gold ATM) awal bulan ini di Dubai, Uni Emirat Arab. Perusahaan ini telah memproduksi 50 Gold ATM per bulan untuk memenuhi permintaan dunia akan investasi emas. Sasaran selanjutnya dari distribusi ATM ini adalah Bergamo Airport di Milan, Italia, seluruh Bandara di Malaysia, salah satu Bank terbesar di Rusia, dan satu lokasi yang masih belum ditentukan di Turki.
Gold to go berharap ATM emas ini akan menarik para investor ke pasar emas."We are going to make gold public with these machines,"kataThomas Geissler, CEO dari Ex Oriente Lux AG, yang memiliki GOLD to go.
GOLD to go's ATM seperti mesin jual beli koin dan emas batangan, yang harganya selalu ter up date setiap 10 menit.
Bukan tidak mungkin nantinya ATM ini juga akan menyediakan produk Dinar sebagai salah satu opsi penjualannya.

wallahu 'alam


Euro Will be Death


Mata uang Euro menurut beberapa analis tidak akan bertahan lama menyusul krisis utang yang memulai debutnya di Yunani dan menular ke berbagai negara Eropa lainnya. Masalah ini semakin pelik ketika Jerman tidak mau urunan nombokin bail out untuk menyelamatkan krisis Yunani. Sehingga kemungkinan besar Jerman keluar dari anggota single currency Euro. Negara-negara Eropa Timur plus Denmark kemungkinan juga berhenti dari keanggotaan. Dan akan menyusul (terutama) Yunani, Portugal, Irlandia, serta Prancis. Andrew Lilico ekonom dari Think Ttank Policy Exchange menyebut "nearly zero chance" (peluangnya hampir nol) Euro bisa bertahan dari keanggotaannya sekarang. BahkanDouglas McWilliams dari the Centre for Economics and Business Research mengatakan the single currency "may not even survive the next week" (Euro tidak akan bertahan bahkan hingga minggu depan).
Sebagaimana Dollar, Euro pun sekarang sedang diuji eksistensinya sebagai mata uang utama di dunia. Ini sebagai bukti bahwa mata uang hakiki adalah emas dan perak bukan kertas.

wallahu 'alam

http://www.telegraph.co.uk/finance/financetopics/budget/7806064/Euro-will-be-dead-in-five-years.html

Friday, June 4, 2010

Major Uptrend


James Turk (goldmoney) dalam tulisannya 1 Juni lalu menjelaskan bahwa harga emas saat ini mengalami major uptrend (garis warna hijau) yang berarti trend kenaikan yang kuat yang terjadi sejak tahun 2000 hingga kini. Major uptrend sebelumnya terjadi pada periode 1970-1985.
Di tengah krisis ekonomi dan tumpukan utang yang beredar di seluruh dunia saat ini, sepertinya major uptrend ini akan terus terjadi.

wallahu 'alam

Thursday, June 3, 2010

Mossad : Pecundang

Datang untuk Jadi Pecundang


Mossad sering kali dipandang sebagai badan intelijen yang tak terkalahkan. Padahal faktanya, mereka berkali-kali jadi pecundang


Hidayatullah.com--Hari naas itu tak bisa dihindari Ahmad Buchiki. Dia lagi berjalan-jalan bersama istrinya yang sedang mengandung. Namun, siapa sangka bila hari itu adalah saat terakhir dia bersama orang yang dicintainya.

Tiba-tiba tubuh pria berusia 30 tahun keturunan Aljazair itu diberondong senapan. Pria yang bekerja sebagai pelayan di Lillehammer akhirnya tewas seketika.

Keesokan harinya, 22 Juli 1973, pihak kepolisian Norwegia berhasil mengungkap pelaku pembunuhan itu. Mereka para agen Mossad. Dua di antara mereka, Dan Ert dan Marianne Gladnikoff, tertangkap saat berada di bandara Oslo. Pelaku lainnya digrebek saat berada di sebuah rumah persembunyian.

Mereka datang ke Norwegia sebenarnya untuk menghabisi Hassan Salamah, Kepala Intelijen PLO yang dituduh sebagai otak pembunuhan 11 atlet Israel pada Olimpiade Munich tahun 1972.

Namun, mereka salah mengidentifikasi. Pria yang mereka berondong itu bukan orang yang mereka cari. Akibatnya, pada tahun 1996, pemerintah Israel membayar kompensasi sebesar 283.000 US dollar kepada istri dan anak-anak Buchiki.

Para agen Mossad itu tidak lama mendekam di penjara, karena mendapat pengampunan. Sementara kepala operasinya, Mike Harari, tidak ditangkap dan ia kemudian berpetualang sebagai penjual senjata internasional. Kejadian yang dikenal dengan Peristiwa Lillehammer ini merupakan satu dari rentetan kegagalan Mossad.

Masih ada beberapa kegagalan fatal lainnya. Padahal, Mossad biasa digambarkan sebagai badan intelijen yang hebat dan seakan-akan tidak mengenal kegagalan. Berikut ini beberapa peristiwa yang memaksa Mossad menjadi pecundang:

1954:

Saat musim panas, pelaku Operasi Susannah tertangkap oleh pemerintah Mesir. Mereka meledakkan beberapa fasilitas Amerika dan Inggris di Kairo dan Iskandaria. Tujuan mereka agar pemerintah Mesir menuding Al Ikhwan Al Muslimun sebagai pelakunya.

18 Mei 1965:


Eli Cohen, seorang mata-mata Mossad dihukum gantung di Damaskus Square, setelah dua tahun menjalankan aksinya. Dia membocorkan rahasia militer Syiria kepada Israel.

24 April 1991:

Empat agen Mossad ditangkap karena berusaha memasang alat penyadap di Kedutaan Iran di Nicosia, Siprus. Mereka dibebaskan setelah disidang, karena membayar uang tebusan sebesar USD 1.000.

15 November 1995:

Tidak hanya gagal menjalankan tugas, bahkan Mossad gagal melindungi Perdana Menteri mereka sendiri, Yitzak Rabin dari pembunuhan yang dilakukan Yigal Amir, seorang warga Israel. Menyusul peristiwa itu, Shabtai Shavit didesak mundur dari jabatannya sebagai Direktur Mossad. Kemudian Shimon Peres menunjuk Danny Yatom sebagai pengganti.

24 September 1997:

Dua agen Mossad yang membawa paspor Kanada masuk ke Yordania tertangkap setelah melakukan percobaan pembunuhan terhadap salah satu aktivis Hamas, Khalid Misy’al. Banyak kerugian yang harus dibayar atas kegagalan operasi ini.

Kegagalan intelijen Israel selama perang di Libanon tahun 2006, juga telah mencederai citra Mossad di mata Arab. Lebih konyol lagi saat perang berlangsung, Mossad mengklaim bahwa mereka berhasil menahan seorang tentara Iran di Libanon Selatan. Padahal, yang mereka tangkap hanyalah seorang petani miskin yang kebetulan bernama Hasan Nashrallah.

Untuk menggambarkan kegagalan Mosaad itu, cukuplah kita meminjam ungkapan Julius Kaisar dengan sedikit ’modifikasi’. “Kami datang, kami perang, dan kami menjadi pecundang.” [Thoriq/Dija/Sahid/hidayatullah.com]

Tuesday, June 1, 2010

Front Ulama Al Azhar:”Syahid di Laut, Syahid Paling Mulia”



Jabhah Ulama Al Azhar tegaskan bahwa korban meninggal dalam rombongan Freedom Frotilla termasuk syuhada bahr (laut) yang memiliki derajat mulia

Hidayatullah.com--Front Ulama Al Azhar (Jabhah Ulama Al Azhar), memuji keberanian para relawan Freedom Frotilla, yang berani mencoba untuk menembus blokade Gaza, walau harus berhadapan dengan alat tempur Israel.

”Sungguh amat mulia, kalian. Mulia jihad kalian.” Jabhah juga menyatakan, bahwa mereka yang meninggal karena serangan brutal Israel, adalah meninggal dalam keadaan yang paling mulia. Sebagaimana dilansir oleh situs almesryoon.com (1/6).

Dalam situs resminya, Jabhah Ulama Al Azhar, jabhaonline.com (1/6) juga menyampaikan bahwa para korban yang meninggal dinilai sebagai golongan syuhada’. Bahkan menurut mereka syahid di laut, memiliki keistimewaan tersendiri.

Merujuk sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah, bahwa syahid di laut sama dengan syahid di darat. Bahkan, kalau syahid biasa, Allah mewakilkan kepada para malaikat untuk menggenggam ruh mereka, namun untuk syuhada’ laut Allah sendiri yang melakukan. Kalau syahid biasa, segala dosa diaumpuni, kecuali hutang. Sedangakan untuk syuhada’ laut, segala dosa dan hutang diampuni. [tho/msr/jbh/hidayatullah.com]