www.gata.com
Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS
 
Tuesday, November 23, 2010
Dari Gold Standard menuju Dinar Standard II
Tahap I: Penggunaan Dinar pada saat belum dikenal luas dan belum diakui sebagai uang.
Inilah situasi dimana kita mulai memperkenalkan kembali Dinar bagi kaum muslimin di Indonesia. Perlu diperkenalkan kembali karena bahkan di kalangan umat Islam sendiri banyak yang belum mengetahui tentang Dinar dan Dirham, padahal perhitungan zakat maal di qiyaskan dengan Dinar dan Dirham. Lebih banyak lagi yang belum mengetahui bahwa Dinar dan Dirham adalah hal yang nyata yang saat ini pun bisa dibeli bebas di berbagai tempat di negeri ini.
Pada tahap ini kita juga belum berharap banyak terhadap pemerintah untuk mengakui bahwa Dinar dan Dirham adalah mata uang resmi yang diakui sebagai mata uang disamping Rupiah.
Lalu apa yang bisa kita lakukan dengan mata uang yang belum diakui sebagai uang oleh pemerintah dan belum dikenal pula oleh masyarakat luas? jawabannya adalah sbb :
1. Dinar dan Dirham saat ini memang belum diakui oleh pemerintah sebagai mata uang, namun karena mata uang ini berharga bukan karena pengakuan pemerintah sebagaimana mata uang kertas, melainkan karena bendanya sendiri memang berharga (emas 22 karat atau perak murni) maka pemegang mata uang ini memegang nilai tukar yang sesungguhnya--yang dia bisa tukarkan dengan barang berharga lain apapun dan kapanpun dia mau.
2. Karena nilai mata uang Dinar dan Dirham melekat pada barangnya sendiri, tidak ada pihak luar yang bisa merusak atau menghancurkan nilainya. oleh karenanya mata uang Dinar dan Dirham dapat digunakan sebagai simpanan yang paling aman nilainya dibandingkan dengan nilai mata uang Rupiah, Dollar AS dan uang fiat lainnya di seluruh dunia. Nilainya yang terus terappresiasi terhadap mata uang kertas membuktikan keperkasaan Dinar selama ini.
3.Karena daya belinya yang tetap tinggi sepanjang masa, Dinar dan Dirham sangat cocok untuk transaksi muamalat yang bersifat jangka menengah sampai panjang--di kala mata uang kertas tidak bisa digunakan sebagai alat transaksi yang adil karena nilainya yang terus berubah. Pinjam meminjam, invetasi bagi hasil (Qirad dan Mudharabah) ataupun kerjasama usaha (musyarakah) dengan berbasis Dinar dan Dirham akan bisa lebih adil baik bagi yang menyediakan modal maupun yang menjalankan usaha.Umat Islam tidak dianjurkan untuk menumpuk harta yang tidak produktif, oleh karenanya investasi yang aman dan adil sesuai syariah akan menjadi solusi yang efektif bagi surplus pendapatan yang ada di kaum muslimin.
4. Dinar dan Dirham dapat digunakan untuk perencanaan keuangan yang aman, misalnya untuk merencanakan biaya pendidikan anak, pengobatan kesehatan di hari tua, persiapan pensiun dlsb. Penggunaan Dinar dan Dirham untuk keperluan ini dapat menggunakan jasa perusahaan asuransi syariah yang memiliki produk Dinar dan Dirham atau kalau belum ada dapat dilakukan dengan cara swakelola. Contoh kalau kita punya anak baru lahir dan kita ingin pendidikannya terjamin sampai perguruan tinggi, maka kita dapat menabung 1 Dinar untuk anak tersebut setiap bulan.Pada saat anak yang bersangkutan masuk perguruan tinggi umur 18 tahun, maka akan terkumpul dana 158 Dinar (setelah kena zakat 2,5%/tahun setelah mencapai nisab 20 dinar).Perlunya dana ini diinvestasikan adalah untuk menjaga minimal agar Dinar tidak hanya disimpan sehingga tidak produktif dan tergerus oleh zakat, itulah sebabnya dalam Islam bahkan ketika kita mendapat amanah untuk mengelola anak yatimpun sangat dianjurkan untuk mengelola dana tersebut untuk kepentingan yang produktif--agar tidak habis terkena zakat.
5. Secara fisik Dinar dan Dirham untuk kepentingan tabungan, investasi, muamalah atau bahkan untuk ibadah (membayar zakat misalnya) dapat dibeli di berbagai tempat penjualan dinar seperti Gerai Dinar,Wakala, Kop.Mabes AU, unit usaha Logam Mulia atau berbagai agen/wakala dinar yang kini sudah tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Tahap II : Penggunaan Dinar pada saat Mulai Dikenal Luas tetapi Belum Diakui sebagai Uang.
Dalam tahap ini ketika Dinar sudah mulai dikenal secara luas, maka penggunaannya untuk kepentingan transaksi antara sesama pengguna dinar dapat dioptimalkan. Saat ini kita dapat menggunakan mobile dinar (www.m-dinar.com) untuk saling bertransaksi antar pengguna dinar. Kemudian di Dubai ada pula E-Dinar yang memfasilitasi antara pemegang account E-Dinar dengan pedagang atau penjual jasa yang juga sudah melayani pembayaran dengan menggunalan E-Dinar.
Contoh lain dari penggunaan Dinar di zaman modern ini adalah menggunakannya sebagai kartu tagih (Charge Card) yang berbasis Dinar sebut saja Dinar Card.Cara beroperasinya mirip dengan kartu sejenis yang berbasis uang kertas, hanya setiap ada transaksi ditagihkan ke account dinar dari pemegang kartu yang bersangkutan.Minimal ada dua jenis transaksi yang bisa difasilitasi oleh DinarCard yaitu transaksi untuk belanja dan transaksi untuk pengambilan tunai.Apabila transaksi belanja atau pengambilan tunai dilakukan oleh pemegang account dengan menggunakan mata uang lain selain dinar, maka nilai transaksi akan dikonversikan ke Dinar sesuai rate yang berlaku saat transaksi.
Contoh berikutnya yang juga bisa diperkenalkan pada tahap ini adalah penggunaan Dinar sebagai basis Mobile Payment System (MPS) yang teknologinya sedang diperebutkan secara ketat oleh para pemain MPS dunia. Dengan teknologi MPS ini, telpon genggam yang saat ini sudah dimiliki ratusan juta penduduk dunia dapat berubah menjadi alat pembayaran yang efektif dari pengguna yang satu ke pengguna lainnya.Dengan teknologi MPS ini, uang Dinar dapat digunakan sepraktis uang manapun di dunia--namun tetap dengan keunggulannya yang hakiki yaitu nilai yang tidak bisa rusak atau dirusak oleh spekulan mata uang, Dinar juga akan selalu bisa diklaim kembali uang fisiknya sehingga akan tetap paling aman dari sisi resiko kejahatan penjahat-penjahat era cyber yang semakin canggih.
Tahap 3: Penggunaan Dinar & Dirham Secara Luas dan Siap Bersaing dengan Mata Uang masa Depan
Sebenarnya sudah beberapa dasawarsa terakhir ini terjadi persaingan yang sangat keras antar para pelaku perbankan dan pelaku teknologi informasi dunia untuk bersaing mendefinisikan uang masa depan. Berikut adalah contoh-contoh persaingan tersebut.
Beberapa nama perusahaan yang relatif belum terkenal, telah melahirkan berbagai uang untuk zaman cyber ini dengan nama-nama seperti Mondex, E-Cash, DigiCash, CyberCash,GoldMoney,E-Gold,E-Dinar,dan M-Dinar.Uang-uang Cyber ini telah menemukan pasarnya sendiri-sendiri namun belum dikenal secara luas oleh masyarakat kebanyakan. Sementara itu perusahaan dengan nama global seperti Microsoft, Visa & Citicorp tentu tidak mau ketinggalan.Mereka tentu sudah lama juga melihat fenomena dan peluang ini, Citicorp bahkan telah menggagas apa yang mereka sebut sebagai Electronic Monetary System.
Namun apapun nantinya yang berjaya di dunia Cyber, mungkin bukan Rupiah,bukan juga US$ atau Euro.Mata uang yang akan lahir untuk dunia masa depan ini akan berlaku universal tidak mengenal batas Negara dan mungkin juga bisa lepas dari pengawasan bank sentral dari masing-masing negara. Bahkan untuk transaksi dengan uang masa depan tersebut bisa jadi tidak lagi membutuhkan perantaraan institusi perbankan.
Sampai sejauh ini persaingan melahirkan icon uang masa depan tersebut belum melahirkan pemenang.Sejumlah masalah masih harus diselesaikan sebelum persaingan ini berakhir.Masalah-masalah tersebut antara lain menyangkut :
1. Akan diberi nama apa uang ini, apa satuannya dan bagaimana mengukur nilainya?
2. Siapa yang mau menggunakan uang ini secara luas?
3. Negara mana atau perusahaan mana yang berhak mengeluarkan uang masa depan ini?
4. Siapa yang akan mengatur kendali pengawasannya, Bank sentral mana yang berhak?
5. Bagaimana membedakan yang uang cyber sesungguhnya dengan yang palsu?
6. Bagaimana melindungi kekayaan dalam bentuk uang cyber dari jarahan orang yang
tidak berhak?
7. Bagaimana bentuk konversinya ke uang fisik seperti yang kita gunakan sekarang?
8. Dan sederet daftar pertanyaan lain yang perlu dicarikan jawabannya dari waktu
ke waktu.
Terlepas dari kemungkinan berbagai masalah yang perlu diantisipasi, dari daftar pertanyaan atau permasalahan tersebut. Dinar dan Dirham akan paling siap menjawab pertanyaan dan permasalahan yang ada, kita lihat jawaban tersebut adalah sbb :
1. Akan diberi nama apa uang ini, apa satuannya dan bagaimana mengukur nilainya?
Namanya tentu Dinar atau Dirham, satuan dan ukurannya mengikuti contoh Rasulullah
SAW berdasarkan timbangan penduduk Makkah waktu itu yaitu 1 Mitsqal sama dengan
timbangan sekarang 4,25 gr emas untuk 1 Dinar. Perbandingan berat Dinar & Dirham
mengikuti ketentuan khalifah Umar bin Khattab yaitu 7 Dinar sama dengan10 Dirham,
berarti berat 1 Dirham adalah 2,975 gram.Nilainya mengikuti pergerakan permintaan
dan penawaran di pasar.
2. Siapa yang mau menggunakan uang ini secara luas?
Umat Islam di seluruh dunia tentu siap menggunakannya, dan ini berarti sekitar2,5
milyar penduduk.
3. Negara mana atau perusahaan mana yang berhak mengeluarkan uang masa depan ini?
Negara-negara atau bahkan juga mungkin institusi yang memenuhi syarat yg ditunjuk
dapat menerbitkan uang Dinar dan Dirham--toh ini harus dibuat dari bahan emas 22
karat seberat 4,25 gram dan perak murni seberat 2,975 gram.Siapapun yang membuat
tidak terlalu masalah asal memenuhi kriteria standar dan diberi wewenang tersebut.
4. Siapa yang akan mengatur kendali pengawasannya, Bank sentral mana yang berhak?
Bisa disepakati oleh negara-negara Islam seperti OIC (Organization of Islamic
Countries, WITO(World Islamic Trade Organization)atau kekhalifahan jika sudah ada.
5. Bagaimana membedakan yang uang cyber sesungguhnya dengan yang palsu?
Uang Dinar & Dirham yang asli selalu bisa diambil secara fisik dimanapun account
tersebut berada.
6. Bagaimana melindungi kekayaan dalam bentuk uang cyber dari jarahan orang yang
tidak berhak?
Dukungan uang fisik Dinar dan Dirham akan membuat uang ini tidak mudah dibobol
oleh kejahatan cyber yang paling canggih sekalipun.
7. Bagaimana bentuk konversinya ke uang fisik seperti yang kita gunakan sekarang?
Uang Dinar dan Dirham esensinya adalah uang fisik, teknologi hanya sebagai alat
bantu untuk memudahkan transaksi tetapi tidak menggantikan kedudukan uang fisik
tersebut. Jadi cyber Dinar & cyber Dirham akan selalu convertible ke Dinar dan
Dirham yang sesungguhnya.
8. Dan sederet daftar pertanyaan lain yang perlu dicarikan jawabannya dari waktu
ke waktu.Islam sebagai agama akhir zaman, insya Allah selalu siap menjawab semua
tantangan kehidupan manusia akhir zaman.
Maka dengan melalui tahapan-tahapan tersebut di atas dan peluang-peluang yang akan selalu muncul dalam kembalinya Dinar & Dirham sebagai alat tukar dalam sistem moneter internasional adalah sebuah keniscayaan seperti Hadits dalam Musnad Imam Ahmad Diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Abi Maryam bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Masanya akan tiba pada umat manusia, ketika tidak ada apapun yang berguna selain Dinar dan Dirham.”
wallahu 'alam
Thursday, November 11, 2010
Dari Gold Standard menuju Dinar Standard I

Robert Zoelick Presiden Bank Dunia yang berbasis di Washington menulis dalam sebuah artikel yang dimuat Financial Times, bahwa negara-negara Industri maju semestinya mengambil peluang untuk kembali ke dalam gold standard (sistem moneter berbasis emas) di masa depan.
Sistem mata uang saat ini yang saling menaikkan dan menurunkan tidak akan bertahan dalam jangka panjang di tengah pertumbuhan ekonomi beberapa negara industri baru. Dalam dunia industri yang tumbuh demikian cepat adalah penting untuk kembali kepada basis nilai tukar yang stabil dalam pasar mata uang internasional. Menurut Zoelick implementasi dari New Gold Standard sudah sepatutnya dipertimbangkan. Khususnya US Dollar, Poundsterling, Euro, Yuan/Renminbi, dan Yen sudah seharusnya menyatu dalam suatu sistem yang baru.
Ucapan Mr Zoellick's memang penuh makna, ini adalah pertama kalinya pejabat tinggi moneter dunia berbicara tentang perlunya kembali pada new gold standard. Padahal pada pertemuan yang berbeda beberapa minggu lalu, mereka tidak mampu menyudahi perselisihan mengenai isu mata uang internasional
Di sisi lain pada pertemuan G20 di Korea Selatan pada akhir Oktober, Menteri Urusan Ekonomi, Rainer Bruederle, mengkritik strategi moneter AS yang bermaksud membanjiri pasar dunia dengan likuiditas yang murah. Akibatnya Federal Reserve hanya akan menurunkan daya beli US Dollar yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan ekspor agar dapat bersaing dengan musuh bebuyutannya Cina. Menkeu Jerman Wolfgang Schaeuble mengulangi kritikan koleganya dengan menyebut strategi moneter The Fed’s dengan ‘tidak sistematis dan sama sekali tidak membantu’.
The international Bretton Woods currency system yang diperkenalkan pada tahun 1944 bermaksud untuk mengikat seluruh mata uang utama dunia ke dalam US Dollar. US dollar pada gilirannya diikat dengan emas dan secara bebas dapat dipertukaran dengan emas setelah Perang Dunia II. Sistem ini gagal pada tahun 1973, ketika AS sebagai negara yang memiliki utang sangat besar saat itu (begitu pula dengan saat ini) jatuh tempo utangnya dalam pembiayaan perang Vietnam yang membengkak. Sehingga akhirnya AS memutuskan patokan harga US Dollar terhadap emas . Sejak 1973, situasi ini membawa pada mata uang mengambang dan nilai tukar yang bebas antara dollar & emas yang ikut andil dalam pecahnya krisis keuangan internasional hingga saat ini.
Selain itu, negara-negara yang mengalami defisit neraca terus menerapkan kebijakan utang yang kaku. Sejumlah negara Eropa dan AS memanfaatkan pemutusan sistem gold standard dalam empat dekade terakhir untuk menaikkan utang internasional yang lebih banyak lagi dan menjadi tergantung terhadap utang luar negeri (kebijakan pembangunan berbasis utang). Dengan semakin majunya globalisasi, Cina dan Jepang menjadi pemberi kredit terbesar bagi AS dan lambat laun menyebabkan pudarnya dominasi dollar sebagai mata uang utama dunia.
Sehingga cepat atau lambat Dollar akan segera digantikan dengan mata uang lainnya di dunia.Di tengah perdebatan dan pergulatan dalam mencari mata uang alternatif pengganti Dollar, Dinar & Dirham sesungguhnya telah eksis berabad-abad sebagai alat tukar baik dalam sejarah dunia Islam maupun non Islam. Walaupun dinar berasal dari Romawidan Dirham dari Persia namun dunia Islam telah menggunakannya dalam 14 abad mulai zaman Nabi Muhammad SAW hingga kekhalifahan Islam Utsmaniyah tahun 1924. Sehingga peluang kembalinya Dinar sebagai alat tukar moneter Internasional adalah besar. Namun bagaimana tahapan-tahapan kembalinya mata uang Dinar di tengah cengkraman kapitalis modern saat ini?
Bersambung
Investasi Perkebunan dengan Emas
Pada pagi ini 11 November 2010 harga emas internasional mencetak rekor US$1.406,7/oz setelah sebelumnya pada 5 November 2010 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$1.394,06/oz setelah sehari sebelumnya Federal Reserve mengumumkan ronde baru dari pencetakan uang massiv yang bernama Quantitative Easing. Dan diperkirakan rekor-rekor baru akan terus bermunculan menuju angka psikologis US$2.000/oz.
Begitu pula dalam Rupiah dalam 20 tahun terakhir harga emas rata-rata mengalami kenaikan 19,6 % per tahun. Sehingga bagus sekali apabila Dinar emas digunakan sebagai sarana investasi jangka menengah panjang baik untuk individu maupun insitusi. Minggu lalu contohnya ada perwakilan dari sebuah koperasi kelapa sawit di
Tabel Tabungan dalam Dinar Emas dg asumsi kenaikan 20%/ tahun (Th 1=2010)
| Tahun | Tabungan(Rp)/Bulan | Harga Dinar (Rp) 20% | Jumlah Dinar | Nilai dlm Rupiah |
| 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 | 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 170.000.000 | 1.705.150 2.046.180 2.455.416 2.946.499 3.535.799 4.242.959 5.091.551 6.109.861 7.331.833 8.798.199 10.557.839 12.669.407 15.203.289 18.243.946 21.892.736 26.271.283 31.525.539 37.830.647 45.396.777 54.476.132 | 1.196,3756 2.193,3553 3.024,1717 3.716,5187 4.293,4745 4.774,2710 5.174,9347 5.508,8211 5.787,0598 6.018,9254 6.212,1467 6.373,1644 6.507,3458 6.619,1637 6.712,3452 6.789,9965 6.854,7059 6.908,6304 6.953,5675 6.991,0150 | 2.039.999.854 4.487.999.748 7.425.599.579 10.950.718.633 15.180.862.844 20.257.036.108 26.348.443.947 33.658.131.195 42.429.756.015 52.955.703.435 65.586.844.703 80.744.213.662 98.933.058.820 120.759.665.108 146.951.601.404 178.381.919.621 216.098.298.184 261.357.957.916 315.669.553.152 380.843.455.954 |
Angka yang muncul luar biasa, pada tahun ke 20 dengan pola tabungan Rp170 juta perbulan maka pada tahun ke 20 jumlah Dinar yang mereka miliki sejumlah 6.991,0150 dengan harga Dinar saat itu (tahun 2030) Rp.54.476.132. Dana ini cukup untuk replanting 1280 kavling kebun kelapa sawit, jauh lebih besar dibanding pola invetasi yang ditawarkan bank, baik dalam nilai invetasi dan jumlah kavling replanting.
Maka baik dalam tataran invidu hingga instisui seperti koperasi, investasi dalam Dinar adalah solusi memproteksi asset dalam jangka menengah dan panjang.
Wallahu ‘alam
Wednesday, November 3, 2010
Pengaruh Emas

Obsesi kepemilikan emas juga hingga kini terus terjadi, mulai dari tingkat individu hingga negara bahkan imperium. Celakanya obsesi tersebut acap kali mengorbankan bangsa lain yang menjadi pecundang. Sebagai contoh masa kini adalah penguasaan emas oleh AS dan Eropa, dan tergerusnya cadangan emas Negara-negara Islam untuk membayar utang IMF (seperti kasus Indonesia).
Penggunaan emas bermula di Timur Tengah dimana di sana pula bermula peradaban pertama. Bentuk emas perhiasan pertama adalah perhiasan Mesir yang ditemukan di kuburan Ratu Zer dan Ratu Pu-abi. Perhiasan yang ditemukan adalah jenis tertua dari Milenium ketiga Sebelum Masehi. Sementara kuburan Tutankhamen ditemukan pada millennium ke dua. Kemudian arkeolog menemukan emas di peti mayat dan peti tersebut menunjukkan kualitas dan kemajuan dari keahlian pandai emas Mesir pada masa itu. Kerajinan emas tertua ditemukan pada awal 4000 SM di pemakaman Varna di Bulgaria.
Imperium Persia yang sekarang dikenal dengan Iran seringkali menggunakan emas dalam karya seni mereka yang merupakan bagian dari agama mereka, Zoroaster. Tetapi ketika Imperium Roma mulai mengembangkan sejumlah ahli pandai emas akibatnya perhiasan emas banyak beredar di sana.
Orang-orang Amerika memiliki sejumlah pandai emas sebelum orang-orang Spanyol tiba. Bagaimanapun ketika orang-orang Spanyol tiba, mereka melebur semua emas yang berasal dari orang-orang di wilayah itu, kebanyakan dari sisa emas ini ditemukan di situs penggalian modern.
Pada masa tersebut penemuan emas di suatu wilayah di Amerika akan menyebabkan munculnya ribuan pendatang baru. Mereka memepertaruhkan nyawa untuk mendapatkan emas. Tidak dapat dipungkiri dimana ada peluang emas maka mereka akan membanjiri area tersebut.
Sejarah emas adalah panjang dan kaya, pengaruh emas bagi banyak orang tidak berubah hingga hari ini, mereka terpersona dengan keindahan dan kekuatannya (kestabilan nilai). Hari ini emas tidak hanya investasi bagi orang-orang kaya, tapi terbuka bagi semua orang yang memiliki uang untuk membelinya.
Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Gordon_H._Smith
Jejak Firaun
Kisah Firaun memang tak lekang di makan sejarah. Namanya hingga kini hidup disematkan dengan segala sesuatu yang sarkastis, arogan, tiran, bahkan bagi yang ngaku sebagai Tuhan.Ada sebutan Firaun kecil, prilaku Firaun, warisan Firaun dan lain sebagainya. Bahkan bukan saja prilaku Firaun yang terus ada, jasadnya pun hingga kini masih ada, walau sudah tak bernyawa.
‘Pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (QS Yunus (10) : 92)
Secara umum umur Ramses II (Fir’aun ) kala meninggal adalah 90 tahun. Ia memerintah Mesir selama 67 tahun. Mumi para Firaun (termasuk Ramses II) dimakamkan kembali (setelah pada tempat sebelumnya seringkali dijarah para pencuri) di Kuil Laut Tersembunyi pada tahun 696 SM. Pasir juga telah menimbun tempat masuk kuburan dan tidak ada yang tahu kalau itu kuburan. Ini berlangsung hingga berabad-abad.
Pada tahun 1872 M, seorang petani Mesir bersama saudara-saudaranya secara tak terduga menemukan jalan masuk Kuil Laut tersebut. Mereka menyembunyikan penemuan mereka. Mereka pun mondar-mandir ke kuburan itu secara sembunyi-sembunyi untuk mengambil barang yang ringan timbangannya, tetapi mahal harganya seperti mutiara, perhiasan, perabotan yang dipakai untuk memumikan keluarga kerajaan, dan lainnya. Mereka menjualnya dan membagi uang hasil menjual barang curian itu. Nah, seperti ada Pameo ‘Kalau pencuri berbeda pendapat, pencurian pun terbongkar’, pencuri bersaudara itu berselisih . Salah satu di antara mereka melaporkan kepada polisi. Ia mengakui apa yang sebenarnya terjadi setelah 10 tahun berlalu setelah menemukan tempat bersejarah itu.
Pada 6 Juli 1881, para petugas Lembaga Kepurbakalaan Mesir pergi ke kuburan dengan membawa 300 pekerja. Selama dua hari mereka melakukan pemindahan semua yang tersimpan dalam Kuil Laut Tersembunyi itu termasuk semua mumi para Firaun dan perabotan jenazah ke dalam kapal untuk kemudian diangkut ke Kairo, lalu disimpan di museum Mesir di Bulaq (pinggiran Kairo). Menurut seorang ahli kepurbakalaan Mesir Ibrahim Al Nawawi peristiwa itu terjadi pada tahun 1902. Setelah pemindahan mumi Ramses II, ia membuka lapisan-lapisan untuk melihat secara kasat mata mumi itu dan untuk mengertahui apa yang terdapat di dalam lapisan itu.Apakah ada perhisasan, jimat, atau yang lain.Yang terlihat adalah tangan kiri Ramses II terangkat ke atas setelah lapisan yang menutupi jasadnya dibuka. Ini langsung menarik perhatian, karena tidak seperti pada mumi-mumi yang lain.
Setelah dibuka lapisan penutup tubuhnya, tangan mumi-mumi yang lain masih tetap melingkar di atas dada mereka, seperti terlihat pada mumi Mrinbtah. Hal ini juga dibuktikan oleh ahli Kepurbakalaan yang menyaksikan langsung Mumi Firaun ini ‘Aneh sekali apa yang terlihat dari Firaun yang mengangkat tangan ke atas. Ia seperti sedang menolak bahaya dari dirinya.’Orang yang berkomentar dalam bentuk majaz ironi, mungkin tidak pernah tahu dia sedang kaget. Padahal ia telah memberikan penjelasan terkait fenomena yang langka pada tangan kiri mumi Ramses II ini. Kita pun lalu bisa merekonstruksi apa yang terjadi sejak lebih dari dari 3000 tahun, tepatnya sebelum 3235 tahun (yang dihasilkan dari 1255 SM [tahun Ramses II meninggal] ditambah 2010 M [masa kita sekarang] sebagai berikut :
Firaun dan tentara yang mengikutinya sampai di pantai. Ia mendapati ada jalan yang terbelah di tengah-tengah laut, Firaun pun memutuskan untuk melalui jalan itu, yang kemudian diikuti bala tentaranya dengan segala perbekalannya. Saat itu senyum kemenangan tampak di wajah mereka. Hanya butuh beberapa saat saja mereka bisa menyusul Bani Israel yang melarikan diri untuk kemudian dibawa kembali ke Mesir. Pada saat hendak menyusul, tiba-tiba kaki-kaki kuda dan kereta pengangkut perbekalan terjerembab di dalam Lumpur. Bala tentarapun turun untuk menyingkirkan kereta yang terbelah agar kereta lain bisa lewat. Senyum Ramses II seketika itu hilang. Kepanikan menguasainya. Ia heran mengapa tempat itu tiba-tiba penuh lumpur? Padahal rombongan Bani Israel lewat di tempat itu juga. Bahkan sapi dan binatang ternak mereka pun bisa lewat.
Tangan kiri Firaun setelah 3000 tahun terbalut kain pelapis kafan dengan izin Allah SWT tidak kehilangan unsur elastisnya. Tangan kirinya tetap terangkat ke atas, persis sama dengan posisi saat dia meninggal. Karet saja apabila terikat selama 100 tahun akan kehilangan unsur elastisnya. Tetapi tidak dengan tangan Firaun. Mukjizat ini tentu sebagai pelajaran dan peringatan bagi umat yang datang sesudahnya, untuk mengingatkan kita bagaimana kekuatan yang demikian besar (bahkan hingga mengaku sebagai Tuhan) dapat hancur dalam sekejap dengan tragis, yaitu tenggelam. Sedangkan Bani Israel yang lemah, Allah selamatkan dengan bentangan jalan di tengah lautan.
Dalam kaitannya dengan ekonomi sebuah krisis besar sedang siap meluncur menghancurkan apa yang ada di depannya, sebagaimana ombak besar yang menggulung Firaun beserta bala tentaranya. Salah satu sinyalnya adalah kenaikan harga emas yang juga mencerminkan kenaikan inflasi dari tahun ke tahun. Dalam US Dollar harga emas sudah menembus US$1.300/oz dan diprediksikan akan meluncur menuju US$2.000/oz sebagaimana yang diprediksikan oleh James Turk dari goldmoney awal tahun ini. Sedangkan dalam Rp harga emas murni pernah mencapai Rp.400 ribu,-/gr dan Rp.1,7 juta /Dinar, semua ini juga menunjukkan rapuhnya Dollar sebagai mata uang utama dunia.
Secara global kekuatan ekonomi kapitalis yang saat ini amat kuat mencengkram dunia mulai dari
Siklus krisis dekade 1998 di