www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Wednesday, August 5, 2015

Permintaan koin Emas & Perak di Amerika dan Australia



Walaupun saat ini harga emas sedang menurun, ternyata di Amerika dan Australia permintaan koin emas dan perak tidak pula ikut turun, justru permintaannya meningkat (baca Warren Buffet menjual 5 sahamnya).
Perusahaan The U.S. Mint menghentikan penjualan koin perak Silver Eagles  sepanjang bulan Juli karena tidak mampu memenuhi permintaan.  Sedangkan penjualan koin Gold Eagles mencatat rekor penjualan tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

Sedangkan dari negeri Kanguru Australia's Perth Mint melaporkan bahwa stok mereka habis karena tingginya permintaan, khususnya dari Asia."Seluruh yang kami punya langsung terjual selesai cetak" kata staf keuangan Perth Mint Nigel Moffatt dalam wawancara dengan Bloomberg.

Di tengah dominasi dollar terhadap mata uang lain,  koin emas tetap mendapat perhatian yang tinggi dari konsumen. Di tengah melemahnya mata uang domestik terhadap Dollar, sebagian mereka tidak ikut-ikutan memborong Dollar, sebaliknya mereka lebih memilih koin emas dan perak.

Monday, July 20, 2015

Di Balik Kejatuhan Harga Emas

Governments Leading World To Economic Collapse And Chaos As China Increases Debt $20 Trillion In Just 8 Years
Kejutan lebaran tahun ini adalah anjloknya harga emas dunia. Bahkan penurunan harga ini terendah dalam 5 tahun terakhir. Uniknya hal ini terjadi di tengah gonjang-ganjing ekonomi Asia dan Eropa. Ekonomi Asia diwakili Cina yang mengalami jatuhnya harga saham di Shanghai Composite Index hingga 30% dalam 4 pekan terakhir. Sedangkan Eropa di wakili Yunani yang kembali mengalami gagal bayar utang ke Bank Sentral Eropa dan negara-negara Uni Eropa lainnya senilai sekitar 189,3 Miyar Euro.

gcq2015
Berikut detik-detik kejatuhan harga emas beberapa hari lalu. Hanya dalam waktu 1,5 jam setelah pasar dibuka ada penjualan emas sejumlah 5 ton emas melalui Shanghai Gold Exchange  yang tentu saja ini di atas angka normal.
Bahkan Ross Norman analis gaek dari  brokers Sharps Pixley mengatakan ada penjualan 7.600 kontrak sejumlah 24 ton di the Globex exchange in New York hanya selang 2 menit setelah pasar di buka pada Ahad malam dini hari.

Kejatuhan harga emas ini akan berlangsung singkat, karena faktor Asia dan Eropa yang bisa meledak kapan saja dapat membalikkan keadaan dari arah yang tidak diduga.

Thursday, June 25, 2015

Bernanke Paradox

      Mantan Direktur Federal Reserve Ben Bernanke dalam sebuah blog menulis bahwa dia adalah penggemar berat dari Alexander Hamilton. Siapa dia? Hamilton adalah sekretaris menteri keuangan pertama Amerika Serikat. Bernanke memujinya sebagai "among the greatest of our founders for his contributions to achieving American independence and creating the Constitution alone. In addition to those accomplishments, however, Hamilton was without doubt the best and most foresighted economic policymaker in U.S. history.

Tiada yang aneh dari pujian Mr. Bernanke, namun ada paradoks di dalamnya. Hamilton terkenal sebagai orang pertama yang merumuskan tentang uang koin dan nilainya. Dimana dia merumuskan bahwa nilai mata uang Dollar disetarakan dengan standar nilai emas dan perak, dengan rasio nilai emas 15 kali nilai perak. Ini termaktub dalam undang-undang coinage act of 1792 . Kongres AS mengakhiri rasio emas dan perak ini hingga awal abad 20. Dan pada 1971 kaitan antara dollar dan emas diputus  dan Amerika masuk dalam era uang kertas.

Berbeda dengan pendahulunya yang mendukung pemberlakuan standar emas dan perak, Bernanke menyampaikan pidato di George Washington University, dengan head line di media massa “Bernanke’s first lesson on Economics: Forget about the gold standard".(Kuliah perdana ekonomi Bernanke : Lupakan tentang standar emas)

Monday, March 2, 2015

Biggest Economy Problem in The World

Salah satu masalah terbesar ekonomi dunia adalah utang. Gambar di samping adalah daftar 40 negara dengan rasio debt/GDP terbesar di dunia dari  lembaga survey McKinsey. Rasio debt/GDP suatu negara menggambarkan perbandingan utang suatu negara dengan kemampuan produksinya. Semakin kecil persentasenya maka semakin baik.

Dari gambar di samping setidaknya ada 9 negara dengan rasio debt/GDPnya di atas 300%, dan sekitar 39 negara dengan rasio di atas 100%. Indonesia sendiri berada di urutan 40 dengan rasio sebesar 88%.

Dunia saat ini dipenuhi dengan gelembung kredit sejak krisis finansial yang melanda Amerika pada tahun 2008 yang imbasnya hingga ke Eropa dan Asia. Dalam 5 tahun terakhir saja uang yang dicetak oleh bank-bank sentral dunia mencapai 12 triliun Dollar. Maka wajar bila rasio debt/GDP negara-negara dunia berada pada kondisi yang amat mengkhawatirkan. 

Di masa depan uang (kertas) akan semakin tidak bernilai, karena kemampuan produksi sektor riil jauh di bawah perputaran uang di pasar finansial. Untuk membalikkan keadaan perlu usaha luar biasa untuk mengembalikan sektor riil sehingga nilai uang, pasar, dan daya beli tetap stabil

Tuesday, February 24, 2015

Emas Unggul dalam 15 Tahun Terakhir


       Walaupun US Dollar sedang menguat nilainya, namun dalam kerangka waktu yang lebih panjang emas terbukti belum terkalahkan dibanding aset finansial lainnya. Sebuah riset dari Patrick A. Heller dari numismasticnews membandingkan antara data bursa saham utama dunia, mata uang, logam mulia, dan koin langka blue chip dalam rentang waktu 31 Desember 1999 hingga 3 Februari 2015 atau selama 15 tahun.
     Berikut adalah perbandingannya. Daftar angka dalam kolom pertama adalah perubahan harga sebuah aset bila diukur dalam US Dollar (tanda + menunjukkan kenaikan dan tanda - menunjukkan penurunan), sedang kolom kedua adalah perubahan harga sebuah aset bila diukur dengan Emas dalam 15 tahun  terakhir.Datanya adalah sbb :

Komoditas                                   1.%(USD)       2.%(Emas)

Emas                                                +337.0%        +0.0%
Perak                                                +219.8%        -26.8%
Platinum                                           +190.4%        -33.6%
Palladium                                         +78.6%          -59.1%

Koin Langka
MS-63 $20 St Gaudens                     +171.0%       -38.0%
MS-63 $20 Liberty                           +161.0%       -40.3%
MS-65 Early Morgan $1                   +73.9%         -60.2%

Indseks Bursa Saham Populer
Russell 2000                                     +137.2%        -45.7%
Nikkei 225                                        +63.5%          -62.6%
Frankfurt Xetra DAX                        +56.7%          -64.1%
Dow Jones Average                           +53.7%          -64.8%
S&P 500                                           +39.5%          -68.1%
NASDAQ                                          +16.2%          -73.4%
London FT 100                                 -0.8%             -77.3%

Mata Uang (Kertas)
  Franc Swiss                                     +72.4%           -60.5%
  Dollar Selandia Baru                       +40.6%           -67.8%
  Yuan Cina                                        +32.2%           -69.8%
  Dollar Singapura                              +23.8%           -71.7%
  Dollar Australia                               +18.8%           -72.8%
  Dollar Kanada                                 +17.2%            -73.2%
  Baht Thailand                                  +15.8%            -73.5%
  New Sol Peru                                   +14.6%            -73.8%
  Euro                                                 +14.0%            -73.9%
  Ringgit Malaysia                               +6.2%              -75.7%
  Won Korsel                                       +3.9%              -76.2%
  Dollar  Hongkong                              +0.3%             -77.1%
  Dollar AS                                          +0.0%             -77.2%
  Dollar Taiwan                                    -0.2%              -77.2%
  Pound Inggris                                     -6.1%              -78.5%
  Peso Philipina                                     -8.5%             -79.1%
  Yen Jepang                                         -13.1%            -80.1%
  Peso Chili                                           -15.8%            -80.7%
  Rupiah Indonesia                                -20.5%            -81.8%
  Rupee India                                        -29.4%            -83.8%
  Real Brazil                                         -32.9%            -84.6%
  Peso Meksiko                                     -35.4%             -85.2%
  Rand Afsel                                         -45.9%             -87.6%

Tabel di atas memuat 37 aset. Dari 36 aset selain Dollar AS, 25 diantaranya mengungguli nilai Dollar (tanda +) sedangkan 11 aset lainnya nilainya tidak sebaik Dollar (tanda -).

Beberapa hasil yang mengejutkan adalah sbb :
  • Dollar AS nilainya jatuh 77,2% terhadap 1 ounce emas. 
  • Bila dibandingkan dengan 1 ounce emas, Dow Jones Industrial Average  merosot nilainya sebesar 64.8%, The Standard & Poors Indeks 500 merosot sebesar 68.1%, NASDAQ jatuh 73,4% justru di saat media dan publik gembar-gembor bahwa bursa saham AS meraih rekor tertinggi dalam sejarah!
  • Franc Swiss mengungguli Dollar AS lebih dari 72%
  • Di saat politisi AS megkritik Cina yang menekan mata uangnya sendiri kaitannya dengan Dollar agar unggul dalam neraca perdagangan, justru nilai Yuan Cina menungguli Dollar AS 32% dalam 15 tahun terakhir.
  • Dari 22 mata uang yang dianalisa, 12 diantaranya unggul terhadap Dollar AS. 
  •  
    Kesimpulannya walaupun harga emas saat ini sedang tertekan, dibanding investasi saham dan mata uang, emas dan dinar masih jauh lebih menarik.