www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Wednesday, August 12, 2015

Rupiah dan Revolusi Spiritual

Pagi ini Rupiah kembali anjlok di angka 13.720. Kenapa Rupiah terus turun? Jawabannya karena tidak ada faktor yang membuatnya naik. Tingginya nilai impor dan jatuh tempo utang perusahaan swasta dalam bentuk Dollar akan terus membayangi ekonomi negara ini. Selama negeri ini tidak mengubah paradigma untuk memenuhi semua kebutuhannya dari kaki sendiri dan menghindari utang dalam bentuk Dollar maka Rupiah akan selalu dalam posisi tidak berdaya.  
 
 
US Dollar(USD) To Indonesian Rupiah(IDR) 30 day history

Dalam 30 hari terakhir menjelang ulang tahun kemerdekaannya ke 70 nilai Rupiah terus melorot. Kado  ini memang pahit di awal pemerintahan Jokowi, tidak bisa dengan slogan Revolusi Mental dan Kabinet Kerja, perlu ada Revolusi Spiritual dan Kabinet Amal yang dilandasi keimanan untuk keluar dari krisis dengan petunjuk dari Nya.

Monday, August 10, 2015

Riset Bank of England: Uang terbaik adalah Emas

Hasil riset bank sentral Inggris (Bank of England) yang ditulis tahun 1988 menjelaskan bahwa emas sebagai "the ultimate store of value and medium of exchange"  (proteksi/penyimpan nilai dan alat tukar terbaik) karena emas tidak mempunyai counterparty risk (risiko yang berdampak sebab akibat satu sama lain).

Namun bank sentral Inggris amat berhati-hati menyikapinya sebab menaikkan cadangan emas Inggris akan mengancam eksistensi Dollar Amerika dan ini berarti "serangan hebat terhadap AS". 

Penelitian ini ditulis oleh staff bank sentral Inggris dan di posting baru-baru ini oleh konsultan GATA (Gold Anti Trust Action Committee) Ronan Manly. Riset ini memberi simpulan bahwa pemerintah Inggris seharusnya mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dari cadangan emas negara.


File penelitian ini di link berikut.
http://www.gata.org/files/BankOfEnglandGoldPolicyPaper-03-05-1988.pdf

Wednesday, August 5, 2015

Permintaan koin Emas & Perak di Amerika dan Australia



Walaupun saat ini harga emas sedang menurun, ternyata di Amerika dan Australia permintaan koin emas dan perak tidak pula ikut turun, justru permintaannya meningkat (baca Warren Buffet menjual 5 sahamnya).
Perusahaan The U.S. Mint menghentikan penjualan koin perak Silver Eagles  sepanjang bulan Juli karena tidak mampu memenuhi permintaan.  Sedangkan penjualan koin Gold Eagles mencatat rekor penjualan tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

Sedangkan dari negeri Kanguru Australia's Perth Mint melaporkan bahwa stok mereka habis karena tingginya permintaan, khususnya dari Asia."Seluruh yang kami punya langsung terjual selesai cetak" kata staf keuangan Perth Mint Nigel Moffatt dalam wawancara dengan Bloomberg.

Di tengah dominasi dollar terhadap mata uang lain,  koin emas tetap mendapat perhatian yang tinggi dari konsumen. Di tengah melemahnya mata uang domestik terhadap Dollar, sebagian mereka tidak ikut-ikutan memborong Dollar, sebaliknya mereka lebih memilih koin emas dan perak.

Monday, July 20, 2015

Di Balik Kejatuhan Harga Emas

Governments Leading World To Economic Collapse And Chaos As China Increases Debt $20 Trillion In Just 8 Years
Kejutan lebaran tahun ini adalah anjloknya harga emas dunia. Bahkan penurunan harga ini terendah dalam 5 tahun terakhir. Uniknya hal ini terjadi di tengah gonjang-ganjing ekonomi Asia dan Eropa. Ekonomi Asia diwakili Cina yang mengalami jatuhnya harga saham di Shanghai Composite Index hingga 30% dalam 4 pekan terakhir. Sedangkan Eropa di wakili Yunani yang kembali mengalami gagal bayar utang ke Bank Sentral Eropa dan negara-negara Uni Eropa lainnya senilai sekitar 189,3 Miyar Euro.

gcq2015
Berikut detik-detik kejatuhan harga emas beberapa hari lalu. Hanya dalam waktu 1,5 jam setelah pasar dibuka ada penjualan emas sejumlah 5 ton emas melalui Shanghai Gold Exchange  yang tentu saja ini di atas angka normal.
Bahkan Ross Norman analis gaek dari  brokers Sharps Pixley mengatakan ada penjualan 7.600 kontrak sejumlah 24 ton di the Globex exchange in New York hanya selang 2 menit setelah pasar di buka pada Ahad malam dini hari.

Kejatuhan harga emas ini akan berlangsung singkat, karena faktor Asia dan Eropa yang bisa meledak kapan saja dapat membalikkan keadaan dari arah yang tidak diduga.

Thursday, June 25, 2015

Bernanke Paradox

      Mantan Direktur Federal Reserve Ben Bernanke dalam sebuah blog menulis bahwa dia adalah penggemar berat dari Alexander Hamilton. Siapa dia? Hamilton adalah sekretaris menteri keuangan pertama Amerika Serikat. Bernanke memujinya sebagai "among the greatest of our founders for his contributions to achieving American independence and creating the Constitution alone. In addition to those accomplishments, however, Hamilton was without doubt the best and most foresighted economic policymaker in U.S. history.

Tiada yang aneh dari pujian Mr. Bernanke, namun ada paradoks di dalamnya. Hamilton terkenal sebagai orang pertama yang merumuskan tentang uang koin dan nilainya. Dimana dia merumuskan bahwa nilai mata uang Dollar disetarakan dengan standar nilai emas dan perak, dengan rasio nilai emas 15 kali nilai perak. Ini termaktub dalam undang-undang coinage act of 1792 . Kongres AS mengakhiri rasio emas dan perak ini hingga awal abad 20. Dan pada 1971 kaitan antara dollar dan emas diputus  dan Amerika masuk dalam era uang kertas.

Berbeda dengan pendahulunya yang mendukung pemberlakuan standar emas dan perak, Bernanke menyampaikan pidato di George Washington University, dengan head line di media massa “Bernanke’s first lesson on Economics: Forget about the gold standard".(Kuliah perdana ekonomi Bernanke : Lupakan tentang standar emas)