www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Friday, October 9, 2015

Freeport- McMoran : Indonesia beri kami Izin Operasi Pasca 2021


Freeport-McMoRan Inc. Sebuah laporan dari Freeport-McMoran  8 Oktober kemarin menyatakan bahwa  " Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa telah memberi izin perusahaan (Freeport) untuk tetap melanjutkan operasi pasca 2021.Freeport melanjutkan " Anak perusahaan kami   PT Freeport Indonesia, dan pemerintah Indonesia telah melakukan "diskusi produktif" tentang hak operasi jangka panjang dan rencana investasi. Freeport dalam rilis terbarunya "Pemerintah Indonesia telah menyetujui perpankangan operasi pasca 2021 termasuk di dalamnya hak dan tingkatan legal dan fiskal yang sama dibawah kontrak kerja." tambah James R. Moffett, direktur Freeport: “Kami sangat senang dengan jaminan dari Indonesia baik legal maupun fiskal dan melihat jauh ke depan untuk melanjutkan kerjasama jangka panjang untuk memajukian ekonomi, lapangan kerja dan peluang kemakmuran di Papua."
 
 
Kegagalan puluhan tahun pengelolaan tambang emas Papua  oleh bangsa ini adalah cermin perasaan minder atas potensi putra-putri Indonesia untuk mengelola kekayaannya sendiri seraya tunduk pada kalimat-kalimat manis penuh racun untuk kemakmuran negara lain dan kemiskinan bangsa sendiri.

Monday, September 14, 2015

Bank For Internasional Settlements Peringatkan Rasio Utang Global

Rasio utang dunia saat ini telah mencapai tingkat yang ekstrem.
The Bank for International Settlements (BIS) yang berbasis di Swiss melaporkan bahwa total rasio utang global lebih tinggi dibanding puncaknya tahun 2007, setahun sebelum krisis global dunia muncul
tahun 2008. 

Rasio utang total baik pemerintah dan swasta telah naik 36% di negara-negara berkembang. Nilainya mencapai rekor 9.6 Triliun Dollar.

Nilai utang dalam bentuk dollar ke negara-negara bekembang telah naik 2 kali lipat sejak krisis Lehman Brothers sebesar $3 Triliun Dollar. Tingginya nilai utang ini karena perangkap utang dengan bunga rendah dalam bentuk Dollar. Inilah salah satu faktor penguat nilai Dollar saat ini.
Grafik di atas adalah utang negara-negara sektor non-finansial dari nilai persentase GDPnya pada tahun 2014 dan nilai perubahannya sejak akhir 2007. Negara-negara ini dipaksa untuk segera membayar utangnya di tengah menguatnya nilai Dollar, walaupun peluang utang belum tertutup sama sekali (artinya masih bisa gali lubang tutup lubang)



Gambar di samping menunjukkan total utang di negara-negara Asia telah naik 4 kali lipat sejak tahun 2000 dengan nilai $25 Triliun.

Tidak hanya Asia negara-negara Eropa dan negara maju juga menghadapi masalah yang sama. Inggris, Spanyol, dan AS telah berhasil memotong rasio utang rumah tangganya, namun tidak dengan utang pemerintah yang terus merangkak naik sejak krisis Lehman tahun 2008, begitu pula yang terjadi dengan Jepang yang sudah menjadi tren sejak 1990-an.

Perancis adalah yang terburuk di antara negara maju dimana rasio utang sektor finansialnya naik 75 percentage poin menjadi 291%, menyalip Inggris dengan rasio 261%.



Thursday, August 27, 2015

Dollar Sudah Jatuh 100 tahun lalu.

Rupiah sedang melemah, sedang Dollar berkibar. Itulah kesimpulan dari pemberitaan media akhir-akhir ini. Benarkah Dollar sedang menguat. Ternyata tidak! Dollar sebagaimana Rupiah mempunyai masalah sendiri, yaitu nilainya yang melemah satu abad terakhir. Tidak hanya dalam timbangan Dinar atau emas dengan timbangan Dollar sendiri pun Dollar terus melemah.

Gambar di samping menjelaskan pergerakan nilai satu Dollar Amerika cetakan bank sentral mereka (the Fed) dengan acuan dasar nilai 1 Dollar tahun 1913. Dari tahun ke tahun nilai Dollar terus turun, dibanding nilainya pada tahun 1913, saat ini nilai selembar Dollar tinggal 4 sen saja. Jadi Dollar tidak akan jatuh tahun ini atau di tahun-tahun mendatang, sebab dia sudah jatuh nilainya sejak 100 tahun lalu.


Tuesday, August 25, 2015

Dollar dalam Sebutir Emas


      Selama ini harga emas selalu dinilai dalam mata uang Dollar. Contohnya saat ini 1 troy ounce emas harganya adalah US$1.148,45. Ini menggambarkan nilai emas ditimbang dengan Dollar Amerika. Walau kadung menjadi hal umum yang berlaku internasional, ini sesungguhnya adalah sebuah kesalahan, sebagaimana kesalahan pendapat matahari yang mengelilingi bumi.

Emas adalah salah satu produk yang paling banyak diminati di dunia. Setiap keping emas di dunia ada pemiliknya, baik secara personal atau komunal.

Kepemilikan berarti adanya permintaan atau demand. Kita biasa melakukan permintaan terhadap setiap yang kita butuhkan.

Total emas yang ada di dunia saat ini sekitar175.000 ton. Selalu ada permintaan terhadap emas dan setiap keping emas yang diproduksi selalu menemukan pembelinya. Tidak akan pernah ada kelebihan penawaran emas. Emas menjadi sentral dari sistem moneter internasional, dan setiap mata uang beredar mengelilingi emas.

Maka konsep yang benar dalam hubungan emas dan Dollar (sebagai mata uang utama dunia saat ini) adalah berapa keping emas yang dibutuhkan untuk membeli selembar Dollar. Atau harga Dollar dalam timbangan emas.

Gambar a) menunjukkan nilai Dollar maksimum dan minimum tahunan dari 1970 hingga 14 Agustus 2015. Sedang gambar b) lebih detil, menunjukkan nilai Dollar dari tahun  2001 hingga 14 Agustus. Nilai Dollar ini dalam satuan gram emas.

Hingga tahun 1933, nilai selembar Dollar adalah 1,505 gram emas. Tahun  1933,  Presiden AS Roosevelt dan  Mentri Keuangan Morgenthau memutuskan Dollar mesti didevaluasi untuk menyelamatkan sistem keuangan AS,  menjadi   0,889 gram emas.

Nilai Dollar tetap segitu hingga 38 tahun kemudian, tepatnya tanggal 15 Agustus 1971, Presiden Nixon memutuskan untuk menghentikan "sementara"  mengirim emas ke bank sentral seluruh dunia, yang telah dijanjikan Amerika untuk dapat menukar Dollar yang mereka punya dengan emas pada kurs  0,889 gram emas. Penghentian "sementara" menuai akibat nyata setelahnya.

Pasar mulai ragu, bertahun-tahun harga emas bertahan pada posisi 0,889 gram emas, sebagaimana terlihat pada gambar. Nixon tidak melakukan apa yang seharusnya dia lakukan, menurunkan nilai Dollar terhadap emas. Alih-alih menurunkan nilai Dollar, dia malah menghentikan pengiriman emas ke seluruh bank sentral dunia pada periode kenaikan harga emas (dalam dollar).

Pada tanggal 14 Agustus 2015, nilai satu dollar hanya tinggal 0,0278 gram emas.
Dollar,  sebagaimana mata uang kertas lainnya sedang berjalan menuju ajalnya, saat ketika tidak ada yang ingin membelanjakan bahkan sebutir emas pun untuk membeli selembar Dollar.
sumber : http://www.plata.com.mx/mplata/articulos/articlesFilt.asp?fiidarticulo=267

Thursday, August 13, 2015

Perang Mata Uang

Perang mata uang di ambang pintu, setelah hari Selasa lalu (11/08) Cina melakukan devaluasi mata uang Yuan terhadap Dollar sebesar 1,63% menjadi 6,3306 yuan dari sebelumnya 6,2298, demikian menurut bank sentral  People's Bank of China  dalam pernyataan mereka di website.

Kebijakan ini menyebabkan penurunan nilai mata uang mereka sebesar 3,5% hanya dalam sepekan. Ini adalah yang terbesar sejak Cina ikut serta dalam sistem mata uang internasional tahun 1994, saat itu Cina melakukan devaluasi mata uangnya sebesar 33%. 

Motif Cina adalah dengan menurunkan Yuan, ekspor mereka menjadi lebih kompetitif dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi mereka yang lesu. Sejauh ini AS  belum memberi respon yang signifikan terkait ini, namun ekonomi Asia sudah terkena dampak signifikan, bursa saham Asia jatuh, demikian pula mata uang mereka. Setiap negara yang mempunyai kaitan erat dengan ekonomi Cina mesti terkena dampaknya salah satunya adalah Indonesia. Rupiah terus jatuh ke level terendah pagi ini sejak  Juli 1998.