www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Tuesday, July 26, 2016

Data Statistik Emas Swiss Juni : Anomali Arus Balik Emas


Ada yang menarik dari data statistik negara finansial dunia, Swiss. Yaitu data arus masuk dan keluar atau  ekspor dan impor komoditas emas. Kita mengenal selain sebagai pusat finansial dunia, Swiss juga terkenal sebagai negara industri perdagangan emas internasional. Data statistik bulan Juni lalu Swiss melakukan Impor dalam jumlah besar dari Uni Emirat Arab, Hongkong, dan Thailand. UAE dan Hongkong adalah negara yang tidak memproduksi emas secara domestik, sedangkan Thailand memproduksi hanya dalam jumlah kecil.Artinya ini adalah aktivitas mengambil keuntungan dari pasar Asia memanfaatkan margin kenaikan beberapa pekan terakhir.

Lalu kemana impor emas Swiss ini mengalir? Ternyata dalam jumlah besar mengalir ke Inggris dan AS, dua negara yang terkenal dengan aktivitas ekspor emasnya, kini melakukan hal yang  sebaliknya. Kuat dugaan impor yang mereka lakukan untuk memenuhi klaim emas negara-negara klien yang menyimpan emasnya di kedua negara tersebut.

Arus emas yang tidak biasa ini adalah sebuah indikator menarik terjadi pergeseran demand dari negara Asia ke Eropa dan Amerika yang tentu berpengaruh terhadap pergerakan harga emas  berikutnya.
 

Friday, July 22, 2016

Relasi Bank Sentral dan Emas


Menarik mempelajari hubungan antara bank sentral dengan emas. Tentu saja ini adalah studi yang lama, mendalam, dan memiliki sejarah panjang . Namun satu hal yang menjelaskan  betapa eratnya kaitan bank sentral dengan emas adalah cadangan devisa. Hampir setiap negara memiliki cadangan devisa dalam bentuk emas, tentu setiap negara mempunyai jumlah yang berbeda. Namun persamaannya setiap mereka menyukainya.


Nah pertanyaannya adalah mengapa bank sentral tetap memerlukan cadangan devisa dalam bentuk emas di satu sisi, walaupun sehari-hari menggunakan fiat currency (mata uang kertas) sebagai alat tukar? Jawabannya adalah karena bank sentral tidak begitu PD (baca : percaya diri) dengan mata uangnya sehingga membutuhkan penguat (untuk menambah PDnya) berupa cadangan devisa emas, agar orang yakin dan percaya dengan mata uang tersebut.

Inilah mengapa bank sentral selalu "perhatian" dengan pergerakan harga emas. Mengapa? Walaupun bank sentral mempunyai hajat terhadap emas sebagai cadangan devisa, namun di satu sisi mereka juga tidak ingin agar harga emas naik terlalu cepat atau terlalu tinggi. Karena hal itu hanya akan bikin mereka tidak PD dengan mata uangnya sendiri. Harga emas yang tinggi seperti raksasa akan membuat alat tukar mereka seperti liliput. 

Jadi bank sentral di seluruh dunia selalu menaruh "perhatian" lebih terhadap pergerakan harga emas dibanding  pergerakan mata uang mereka sendiri atau lebih perhatian terhadap anak tiri dibanding anak kandung. Maka bank sentral seluruh dunia selalu menempatkan emas sebagai kebijakan utamanya walaupun tidak mengungkapkannya secara terang-terangan.


Thursday, May 26, 2016

Inflasi Utang



Salah satu kebijakan pemerintah suatu negara untuk meminimalkan utang mereka adalah dengan melakukan inflasi terhadap utang. Apa maksudnya inflasi terhadap utang? Inflasi terhadap utang adalah melakukan devaluasi terhadap mata uang mereka terhadap emas. Sebagai satu-satunya aset yang setara dengan mata uang dalam neraca keuangan sebagian besar bank sentral dunia, emas digunakan sebagai senjata untuk melakukan inflasi terhadap utang. Ketika devaluasi terjadi maka nilai suatu mata uang terhadap emas atau dinar mengalami penurunan nilai. Untuk lebih mudahnya kita ambil ilustrasi sbb :

Tahun 2006 Amerika Serikat meminjam kepada Perancis sejumlah US$820.000 atau setara dengan 10.000 Dinar dalam jangka waktu 10 tahun.  Tahun 2006 1 Dinar setara dengan US$82. Ketika jatuh tempo tahun 2016, nilai $820.000 hanya setara dengan 5.350 Dinar atau 53.5% saja dimana saat ini 1 Dinar adalah US$153. Jadi akan menguntungkan bagi AS untuk meminjam dalam Dollar dan mengembalikannya dalam bentuk dinar atau emas. Inilah yang dinamakan dengan inflasi terhadap utang. Karena Dollar mempunyai status sebagai mata uang utama dunia maka tentu Prancis mau utangnya dibayar dalam bentuk Dollar, namun AS menyiapkan Dinar atau emas untuk membayarnya.

Yang terjadi memang hampir seluruh mata uang kuat dunia (ambil contoh 15 mata ) mengalami penurunan nilai terhadap emas, sebagaimana terlihat kinerja mereka dalam gambar sbb :




Dalam sepuluh tahun terakhir (10yr) harga emas naik persentasenya 2 digit lebih. AS yang kita jadikan contoh dalam 10 tahun terakhir harga emas naik 94% dalam term  Dollar, walaupun dalam jangka 5 tahun terakhir harga emas turun 14,38% dalam term Dollar. Indonesia sendiri berturut-turut 1, 5, 10 tahun emas mengalami kenaikan masing-masing 6,23%, 32,55%, dan 179,68%.Rusia negara mantan seteru AS harga emas mengalami kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir yaitu sebesar 368,63% dalam term Ruble.

Maka tidak hanya sebagai aset moneter utama di bank Sentral negara-negar besar juga mengeksloitasi emas sebagai alat "inflasi utang".








Tuesday, May 10, 2016

Kebijakan Pelonggaran Impor Emas oleh Cina

Pemerintah Cina kembali melakukan kebijakan untuk muemudahkan perdagangan emas internasional. Belum lama ini mereka melonggarkan arus transaksi emas lintas batas di enam kota. Bank Sentral Cina dan Otoritas Bea Cukai telah melakukan kesepakatan terkait hal ini. Dengan kebijakan ini perusahaan emas dapat melakukan impor hingga 12 kali dengan hanya sekali izin.Saat ini Cina hanya mempunyai 15 importir yang terdaftar. Hal ini juga menguntungkan bagi Hong Kong, karena setiap impor emas oleh Cina mesti melalui Hong Kong yang kemudian di ekspor lagi oleh negara tersebut ke Cina.

Kebijakan ini sebagai langkah Cina untuk mempromosikan mata uang Yuan, karena sebelumnya Shanghai Gold Exchange memperkenalkan Gold Price Fixing dalam mata uang Yuan, bersaing dengan pusat emas dunia London dan New York
 
Kebijakan ini efektif berlaku mulai 1 Juni di enam kota  Shanghai, Beijing, Guangzhou, Nanjing, Qingdao and Shenzhen. Ini sebagai satu upaya bagi Cina meneguhkan dirinya sebagai hub perdagangan emas internasional bersama London dan New York
Konsumsi emas di Cina mengalami peningkatan signifikan seiring peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi mendorong pembelian perhiasan, koin, dan lantakan emas. Konsumsi emas Cina tahun lalu mencapai  985,9 ton, sedangkan produksi emas dalam negeri sebesar 450,1 ton tahun 2015.

Thursday, April 7, 2016

The Big Short


Big-short-inside-the-doomsday-machine.jpgFilm The Big Short (2015) adalah film yang berasal dari buku non-fiksi The Big Short: Inside the Doomsday Machine yang ditulis oleh Michael Lewis. Film  ini menceritakan seputar krisis finansial Amerika tahun 2007-2008.

Film ini bercerita pada tahun 2005 seorang manajer hedge fund Michael Burry melakukan riset dan menemukan bahwa pasar properti AS dalam kondisi sangat rapuh. Kredit properti AS berisiko tinggi sehingga menghasilkan return yang semakin hari semakin kecil. Dia mempunyai prediksi pasar akan kolaps pada kwartal ke dua 2007, dan dia menyadari dapat mengambil keuntungan dari situasi itu dengan menggunakan pasar Credit Default Swap atau disingkat CDS. 

Secara ringkas CDS adalah penjaminan kredit atau utang antara 2 pihak. CDS adalah kesepakatan jual beli  dimana penjual menjanjikan kepada pembeli akan memberi kompensasi kepada pembeli apabila pinjaman atau kredit yang dia berikan (surat utang atau obligasi biasanya) kepada pihak ketiga atau peminjam (biasanya perusahaan yang mengeluarkan obligasi) mengalami gagal bayar (default). 
Sebagai imbalannya maka pembeli memberi sejumlah fee atau imbalan secara periodik kepada penjual.


Maka dia mengunjungi beberapa bank besar dan agen investasi dengan idenya ini.  Bank dan perusahaan menerima proposalnya, karena percaya pasar properti aman, tidak ada risiko gagal bayar. Namun hal ini menimbulkan kemarahan sejumlah klien Michael Burry karena menganggap dia hanya buang-buang uang saja. Mereka meminta Burry menghentikan aktivitasnya, namun dia menolak. Ketika batas jatuh tempo CDS semakin dekat, para klien meminta Burry menarik uang mereka di CDS. Namun lagi-lagi Burry menolak, dan ketika pasar properti benar-benar kolaps, Burry mendapat profit 489%.
Trader Jared Vennett mendengar aksi Burry dari salah satu bankir yang melakukan deal dengan Burry, segera menyadari prediksi Burry bisa jadi benar. Maka dia mengikuti langkahnya. Bersama dengan  manager hedge fund  Mark Baum mereka berdua melakukan aksi yang sama membeli CDS.

Namun dalam perjalanan aksinya itu Baum menyadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah kecurangan yang sistematis bagi hancurnya ekonomi dalam waktu dekat. Namun temannya meyakinkan dia dengan profit tinggi dari bank yang harus menanggung utang yang gagal tersebut. 

Inilah cermin wajah ekonomi kapitalis yang diwakili barat saat ini. Sebuah pentas judi terbesar dunia yang didandani dengan istilah-istilah canggih yang membius, terus berkembang dengan berbagai variasi. Tidak ada nilai dalam transaksi, hubungan bisnis, dan relasi individu dan masyarakat. Semua serba boleh, asal individu bisa meningkatkan kekayaannya tanpa memikirkan akibat buruk yang justru  kehancurannya lebih besar dari profit yang didapat. CDS, CDO, Subprime Loan dan berbagai akad "judi" berbasis riba lain masih terus beredar dan berkembang dan akan selalu ada krisis dan kerusakan yang ditimbulkannya dalam peroide-periode mendatang. "Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan Riba"