Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan akan mulai menjual sertifikat dengan jaminan emas sbg mekanisme tabungan mulai bulan depan. Sertifikat ini dijamin dengan emas 1.5 gr dan 2.5 gr sebagai sarana bagi pensiunan dan yg lainnya untuk menyimpan uang dan kredit pembelian mobil dan produk lainnya.Penggunaan emas dimaksudkan sebagai alat yg stabil bagi rakyat Venezuela untuk menjaga nilai uang mereka yg terus berkurang, mengingat inflasi di negara sosialis itu telah mencapai di atas 100.000%. Pada awal bulan ini Nicholas Maduro melakukan devaluasi mata uang hingga 95% dan menaikkan upah minimum hingga 3.000% sumber : bloomberg.com
www.gata.com
Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS
 
Monday, August 13, 2018
Thursday, June 28, 2018
Waqf Chain
Sebagai next step technologi dari internet, blockchain berperan penting dalam distribusi nilai sosial ekonomi, termasuk instrumen keuangan Islam seperti wakaf. Perusahaan financial technology yang berbasis di Singapura, Finterra telah menggunakan tekhnologi blockchain untuk memanfaatkan sejumlah besar aset atau lahan "menganggur" di dunia Islam. Perusahaan tsb telah membangun platform yang secara sosial, ekonomi, dan moral layak untuk pengembangan aset wakaf global melalui crowdfunding (salah satu instrumen blockchain) di bawah regulator yang ketat. "Melalui tekhnologi ini para pelaku wakaf (wakif), dewan wakaf, bahkan individu akan lebih mudah membangun dan menyadari nilai moneter dari aset wakaf yang mereka miliki (wakaf produktif) yang akan memberi manfaat masyarakat yang menjadi objek wakaf " kata Hamid Rashid pendiri dan CEO Finterra.
Arab saudi adalah salah satu negara yang akan menggunakan blockchain dalam pengelolaan aset wakaf mereka. Saat ini ada 124.000 aset wakaf yang belum bersertifikat, sehingga blockchain akan melakukan develop, re-develop, dan membangun proyek baru berdasar smart contract yang sesuai syariah . Untuk menyambut peluang tekhnologi ini Bizwings Production House telah menggelar konferensi blockchain pertama di Arab Saudi dengan judul Decoding Blockchain KSA 2018 23-24 April lalu. Konferensi ini menjadi ajang membangun network dengan perusahaan fintech dan blockchain ternama dunia yg sedang bereksplorasi dalam distributed ledger economy.
sumber : eyeofriyadh.com
Roosevelt & Gold Price
Pada 19 April 1933, Presiden Amerika Serikat Franklin D Roosevelt membekukan Gold Standard dan mengumumkan kebijakan bahwa setiap emas yang dimiliki warga negara mesti dijual ke pemerintah sesuai dengan harga pasar. Kebijakan ini bertujuan untuk merangsang kenaikan harga komoditas . Namun acuan harga pasar ini hanya teori saja, prakteknya tidak demikian.
Henry Morgenthau Jr yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Federal Farm Board menulis dalam buku hariannya bahwa setiap pagi para pejabat menghadap Presiden Roosevelt yang masih berada di tempat tidur menanti arahan harga emas hari itu. Seringkali penentuan harga oleh Presiden diwarnai gurauan, menjelaskan makna dibalik sebuah angka, atau dengan membolak-balik koin.
Contohnya suatu pagi Roosevelt memberi angka harga emas hari itu naik 21 sen dibanding harga kemarin. Kemudian dia bertanya pada para pejabat di sekililingnya, apakah ada yang tahu kenapa dia memilih angka itu? Ketika mereka menjawab tidak tahu, sambil tersenyum lebar dia menjawab karena 21 adalah angka keberuntungan, tiga kali tujuh! Kemudian dia menuliskan angka itu di sehelai kertas dan menyerahkannya kepada Jesse Jones chairman Recontruction Finance Corporation.
Sumber : kutipan buku " American Default-the Untold Story of FDR, the Supreme Court and the Battle over Gold" (Prof Sebastian Edwards di UCLA, 2018)
Thursday, June 21, 2018
Iran memberi batasan Mata Uang Asing
Rakyat Iran dilaporkan berinvestasi emas setelah Bank Sentral Iran menerapkan batasan uang yang dapat dibawa ke luar negeri terkait krisis moneter di negara tsb. Setelah melarang money changer menjual mata uang asing, bank sentral Iran pekan lalu menetapkan batasan jumlah mata uang asing yg boleh dibawa wisatawan ke luar negeri yaitu 5.000 euro($5.980) untuk perjalanan udara dan 2.000 euro ($2.392) untuk perjalanan darat dan laut. Emas telah menjadi mata uang baru yg menjadi pilihan bagi rakyat Iran untuk memindahkan dananya ke luar negeri. sumber Radio Farda Washington 16 Mei 2018.
Wednesday, April 18, 2018
Mengapa Bank Sentral Meyimpan Emas sebagai Cadangan Devisa
Bank sentral memegang cadangan emas terbesar di dunia sejumlah 33.800 ton.
Mereka membentang mulai dari bank sentral (seperti Deutsche Bundesbank atau bank sentral Jerman), institusi moneter internasional (seperti Bank for international Settlements) dan otoritas moneter domestik (seperti the Saudi Arabian Monetary Authority – SAMA).
Institusi-institusi ini memegang emas sebagai cadangan devisa. Setiap emas yang disimpan oleh bank sentral sebagai cadangan devisa masuk kategori emas moneter. Devisa bank sentral ini termasuk aset perdagangan luar negeri (seperti Dollar AS) dan IMF Special Drawing Rights (SDRs). Secara umum devisa yang disimpan oleh bank sentral dikelola sesuai dengan prinsip keamanan, likuiditas dan untuk memperoleh keuntungan.
Tulisan ini lebih fokus mengetahui mengapa bank sentral menyimpan emas bukan hanya Dollar sebagai cadangan devisa. Ini juga unik karena menampilkan sejumlah respon dari bank sentral dari pertanyaan mengapa bank sentral menyimpan emas sebagai cadangan devisa.
Berdasarkan data devisa bank sentral yang tersimpan dalam bentuk emas menurut World Gold Council , ada 40 lembaga yang menyimpan emas. Sebagian besar dari mereka adalah bank sentral dan sejumlah kecil lainnya adalah institusi moneter seperti the Bank for International Settlements (BIS), Bank Sentral Eropa (ECB), dan the International Monetary Fund (IMF).
Pertanyaan yang dikirim kepada sejumlah bank dan institusi tsb adalah:
Pertanyaan yang dikirim kepada sejumlah bank dan institusi tsb adalah:
“in the context that central banks hold gold as a reserve asset on their balance sheets, can Central Bank X clarify the main reasons why it continues to hold gold as a reserve asset?” (Dalam konteks bank sentral menyimpan emas sebagai cadangan devisa dalam neraca keuangan, apakah bank X dapat menjelaskan alasan utama mengapa mereka tetap memegangnya sebagai cadangan devisa?)
Sejumlah bank sentral merspon pertanyaan ini dengan jawaban yang konstruktif dan definitif sbb :
1. JermanDeutsche Bundesbank, yang beberapa tahun silam membuat heboh dengan kebijakan repratiating (menarik secara bertahap) cadangan emasnya yang disimpan di London dan New York, menekankan alasan kekuatan likuiditas, sejalan dengan peran emas dalam situasi krisis:
“Bagian tertentu dari cadangan emas Bundesbank (bank sentral Jerman) akan tetap berada di luar negeri, yang sewaktu-waktu dapat ditarik kembali dalam keadaan darurat. Oleh karenanya sebagian akan tetap berada di New York sambil menunggu penyelesaian relokasi dan sebagian lagi akan berada di London, pusat perdagangan emas terbesar dunia.
Dalam situasi krisis, emas berperan sebagai jaminan atau dijual ke luar negeri. Dalam hal ini, Bundesbank dapat menaikkan likuiditas dalam mata uang asing. Walaupun hal ini tidak kami harapkan terjadi untuk saat ini.
Emas adalah cadangan darurat yang juga dapat dugunakan dalam situasi krisis moneter.
2. Austria
Bank Sentral Austria juga menegaskan karakteristik emas sebagai motif berjaga-jaga pada saat krisis. The Oesterreichische National Bank (The OeNB) atau Bank Sentral Austria juga membuat kejutan dengan ide repatriasi (menarik secara bertahap cadangan emasnya di luar negeri) yang tersimpan di London.The OeNB memberi jawaban sbb:
“Emas penting dalam strategi kami untuk menanggulangi krisis dan sebagai cadangan likuiditas serta diversifikasi investasi."
3. Swiss
Masih di kawasan yang sama, bank sentral Swiss, the Swiss National Bank (SNB) menekankan diversifikasi dan optimalisasi risiko dari emas. SNB merespon sbb :
“Sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa, emas dapat membantu mengurangi risiko neraca keuangan. Undang-undang Federal Swiss (article 99) menetapkan bahwa SNB mesti memegang sejumlah bagian dari cadangan devisa dalam bentuk emas."
Artikel 99 dari Undang-undang Swiss menyatakan : “Bank Nasional Swiss mesti menyisihkan keuntungannya dalam bentuk cadangan moneter yang memadai ; sebagian dari cadangan devisa ini mestilah disimpan dalam bentuk emas."4. Polandia
Bank Sentral Polandia Narodowy Bank Polski memberi jawaban yang sangat detail sbb :
“Emas adalah aset spesifik dan secara tradisional telah menjadi komponen penting dari cadangan devisa bank sentral.
Keunikan utama dari emas adalah independensinya dari kebijakan ekonomi suatu negara, jumlahnya yang terbatas, tahan lama (durable), dan kuat.
Selama ini emas juga dipersepsikan sebagai safe haven asset, urgen di masa krisis, ketika harga emas naik, harga aset-aset (sektor finansial) cenderung turun."
5. Swedia
Bergeser ke Swedia the Swedish Riksbank, bank sentral tertua di dunia, menjawab bahwa mereka memegang emas dengan alasan likuiditas, sebagai alat intervensi perdagangangan luar negeri, dan diversifikasi :
“Secara ringkas, emas adalah aset finansial yang seperti cadangan devisa lainnya (seperti Dollar AS), berperan untuk memastikan kami dapat menyelesaikan tugas. Emas dapat berfungsi sebagai aset yang likuid atau sebagai alat intervensi perdagangan internasional.
Alasan utama mengapa Swedia tetap memegang emas sebagai cadangan devisa karena nilai emas tidak bergerak secara normal mengikuti pola yang sama dengan pergerakan harga Dollar AS sebagai cadangan devisa. Konsekuensinya gabungan nilai emas dan cadangan devisa dalam bentuk mata uang, lebih stabil dari nilai emas dan mata uang secara terpisah.”
6.Yunani
The Bank of Greece atau bank sentral Yunani, menyatakan bahwa mereka menahan emas karena emas adalah safe haven dan memiliki likuiditas tinggi di masa krisis, apalagi bank sentral Yunani telah dihantam sejumlah krisis hingga hari ini :
6.Yunani
The Bank of Greece atau bank sentral Yunani, menyatakan bahwa mereka menahan emas karena emas adalah safe haven dan memiliki likuiditas tinggi di masa krisis, apalagi bank sentral Yunani telah dihantam sejumlah krisis hingga hari ini :
“Dua
alasan utama bank sentral, termasuk bank sentral Yunani, memilih emas
sebagai salah satu cadangan devisa dalam neraca keuangannya adalah 1)
emas populer sebagai safe haven selama krisis.2) Kemampuannya yang cepat dalam likuiditas dalam situasi darurat.
7. Inggris
Cadangan
emas Inggris disimpan dalam stuktur Departemen Keuangan, tidak atas nama
bank sentral sebagaimana negara-negara lain. Jawaban mereka sbb:
“Cadangan devisa resmi pemerintah Inggris terdiri dari emas dan mata uang asing, dan juga (IMF) Special Drawing Rights (SDRs).
Departemen
Keuangan Inggris menunjuk Bank of England sebagi agen yang menangani
manajemen harian cadangan emas internasional.
Merujuk pada handbook bank sentral Inggris pada bab yang berjudul “The Role of Gold” menunjukkan alasan tradisional Inggris terhadap emas :
- alasan darurat– emas adalah aset terakhir untuk disimpan dalam situasi darurat akibat ketidakstabilan finansial dan ketidakpastian.
- Sebagai pelindung nilai, hedging inflasi, dan sebagai alat tukar.
- Emas tidak mempunyai resiko kejatuhan nilai yang tajam .
- Sejarah peranan emas dalam sistem moneter internasional sebagai jaminan dari uang kertas. (bersambung)
Subscribe to:
Posts (Atom)