Bank sentral tertua di dunia ternyata bukan bank sentral Inggris atau Amerika, dia adalah Rijsbank, bank sentral Swedia. Berdiri 351 tahun yang lalu pada tahun 1668. Sebagaimana bank sentral lainnya di dunia, salah satu fungsinya adalah menjaga agar nilai mata uangnya stabil dan terjaga, demikian pula Rijsbank yg dalam websitenya mempunyai moto " We ensure that money retain it's value... " ("kami memastikan nilai mata uang tetap terjaga"). Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Alih-alih stabil, mata uang Krone Swedia tergerus nilainya dari waktu ke waktu. Selama abad 21 ini saja Krone Swedia turun nilainya hingga 80%, bahkan sejak 1971 nilainya tergerus hingga 99%. Tentu saja apabila patokan nilainya disandingkan dengan emas sebagai acuan nilai yg adil sepanjang sejarah.
Pada tahun 1600-an Swedia sudah menggunakan mata uang emas dan perak sebagai alat transaksi, namun karena mesti mengongkosi perang yg berkepanjangan, emas dan perak inipun hilang dari peredaran. Sebagai gantinya Swedia memperkenalkan mata uang tembaga. Kebijakan ini bertujuan ganda, selain sebagai mata uang juga untuk mempertahankan nilai tembaga di pasar Eropa. Karena Swedia adalah eksportir tembaga terbesar di dunia.
Falun mine adalah perusahaan tambang yg ditunjuk untuk mencetak koin tembaga ini. Tambang ini berdiri tahun 1288, sebelum akhirnya berubah nama menjadi Stora Kopparberg Mining tahun 1347. Stora memenuhi kebutuhan 2/3 konsumsi tembaga di Eropa dan tentu saja membiayai perang Swedia.
Tahun 1644 Stora mulai memproduksi koin tembaga ukuran besar untuk menjaga agar nilai pasar tembaga tetap tinggi. Pecahan koin terbesarnya adalah sepanjang 62cm dengan berat 20kg. Tentu bukan ukuran yang praktis untuk dibawa dalam kantong.
Bank pertama di Swedia, Stockholm Banco berdiri tahun 1656. Bank ini memperkenalkan bank notes (secarik kertas sebagai bukti kepemlikan emas atau perak yg disimpan di bank-dalam kasus ini adalah tembaga) untuk menggantikan sejumlah koin tembaga yang disimpan bank. Oleh karenanya Swedia adalah negara pertama di Eropa yang menerbitkan bank notes. Yang terjadi kemudian persis sama dengan eksperimen yang dilakukan John Law di Perancis awal tahun 1700-an dan kolapsnya Mississippi Company di AS yang terjadi akibat penerbitan bank notes yang jauh melampaui aset yang dijaminkan di bank.
Ditengah kekacauan inilah Bank sentral Swedia berdiri tahun 1668 sebagai ganti dari Stockholm Banco. Sejak awal berdiri undang-undang Swedia menegaskan tujuan berdirinya adalah "maintain the domestic coinage at it's right and fair value" (menjaga mata uang domestik dengan nilai yg stabil dan adil). Namun setelah 331 tahun kemudian, nilai krone Swedia tergerus hingga 99%, dengan kata lain tujuan berdirinya bank sentral di atas sudah tidak lagi relevan.
Norges Bank
Bergeser ke Norwegia, Bank sentral mereka Norges Bank juga mempunyai tujuan yang tidak berbeda dengan Swedia "Price stability by means of monetary policy" dan "to keep inflation low and stable" . Namun faktanya Norwegia adalah negara dengan biaya hidup yang sangat tinggi. Cadangan devisa emas mereka juga nyaris tak ada-karena hanya tersisa 7 batang emas, setelah mereka menjual cadangan emas mereka sejumlah 37 ton tahun 2004. Sehingga harga emas dalam mata uang mereka Norwegia Krone saat ini mencapai rekor tertinggi.
sumber : Egon von Greyerz, kingworldnews. com