www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Friday, March 6, 2020

AS : Ketika California Shut Down karena Corona

Bisa jadi luput dari perhatian, negara yang saat ini sedang ketar-ketir karena virus Corona bukan hanya Korsel,  Italia,  atau Iran,  tetapi Amerika Serikat, bahkan bisa jadi lebih panik. 

Saat ini di dunia sudah 90.000 orang yang terpapar Corona,  dengan 3.000 kematian. Di Italia dan Iran bahkan seluruh sekolah dan Universitas telah diperintahkan untuk ditutup. Namun apa yang terjadi di Amerika lebih parah lagi. Salah satu negara bagian Amerika,  California mengumumkan status darurat terkait penyebaran virus corona. 

Di sektor moneter,  sejumlah bank ternama melonggarkan kebijakan moneternya untuk memerangi efek negatif ekonomi akibat corona. Sejumlah bank sentral juga mengambil kebijakan segera (termasuk bank sentral Eropa).

Bursa Wallstreet mengalami penurunan tajam justru saat pembukaan Kamis pagi tadi, seiring pengumuman status emergency terkait corona oleh California. Wallstreet jatuh 14% di angka 36,30 .  Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi setelah kematian akibat corona menembus angka 11 orang di Amerika. 








Thursday, February 27, 2020

Swiss National Bank menjual saham-saham Top

Swiss National Bank (SNB)atau Bank Sentral Swiss adalah satu di antara pemegang saham terbesar perusahaan-perusahaan top AS. Total saham yang mereka pegang adalah $92,7 miliar menurut data tanggal 2 Agustus 2019.

Namun berdasar laporan periode  31 Maret hingga 30 Juni 2019 silam, SNB melakukan penjualan saham secara besar-besaran. Di antaranya sebagai berikut SNB melepas 184.200 lembar saham Procter & Gamble; 477.400 lembar saham Apple; 341.000 lembar saham Exxon; 574.000 lembar saham Intel; 292.000 lembar saham Johnson & Johnson; 579.200 lembar saham Microsoft.

Saham-saham yang mereka jual justru saham-saham yang stabil dari perusahaan-perusahaan ternama.

Kenapa mereka menjual saham-saham tsb? Tidak ada jawaban pasti. Bisa saja sebagai upaya melepaskan diri dari dominasi AS sebagai proteksi dari krisis yang ibarat bom waktu di pasar finansial AS.

Wednesday, February 26, 2020

Rusia-Cina akibat Virus Corona

Kota Blagoveshchensk di Rusia hanya berjarak 600 m dari perbatasan dengan Cina. Heihe adalah kota di Cina yg paling dekat dengan Blagoveshchensk. Kedua kota tersebut dibatasi oleh sungai Amur. Arus penduduk dan ekonomi  antar dua kota itu selama ini ramai.  Banyak orang Cina yang tinggal dan menjalankan usaha di Blagoveshchensk fasih berbahasa Rusia. 

Namun sejak virus corona merebak. Rusia menutup perbatasannya dengan Cina. Seluruh penduduk dan barang dari Cina terlarang masuk Rusia. Akibatnya ekonomi di Blagoveshchensk terkena imbasnya. 
Berbagai bisnis yang selama ini bergantung dari Cina terhenti,  hotel yang selama ini mengandalkan turis dari Cina mendadak sepi. Universitas di Blagoveshchensk yang menjadi tujuan favorit mahasiswa Cina,  sedang mengatasi ratusan mahasiswanya yang tertahan di Cina setelah mereka pulang imlek. 

Julia Tavitova, dirut Amurturist yang selama ini mengandalkan turis dari Cina,  mengatakan,  "kini semuanya macet". Corona telah "membunuh" bisnis. 

Hotel terbesar di Blagoveshchensk, Asia ibarat hotel hantu,  karena kamar-kamar di hotel dengan lantai 18  itu nyaris kosong. Toko-toko sekitar hotel tersebut yang menjual perhisan,  emas,  dan produk khas Cina mengalami kerugian yang nyata. Tavitova memang menghentikan booking kamar bagi warga Cina,  dengan alasan kehati-hatian. Hal ini seiring kebijakan Kremlin pekan lalu yang melarang seluruh warga Cina untuk memasuki  wilayah Rusia. Padahal sebelumnya Rusia dan Cina adalah sekutu dekat. Kebijakan ini menghantam industri pariwisata, karena ada 1,5 juta turis Cina datang ke Rusia tahun lalu. 

Heihe kota di seberang perbatasan Blegoveshchensk telah mengkonfirmasi beberapa warganya yang terkena corona,  sedangkan di seluruh provinsi Heilongjiang tercatat yang terinfeksi sekitar 500 orang bahkan lebih. 

Orang-orang menelepon dari Moskow,  "Apakah kalian masih hidup?" kata Andrey V. Druzyaka profesor sejarah di Universitas  Negeri Pedagogik Blagoveshchensk . Menggambarkan kondisi  di sana. 










Tuesday, February 25, 2020

Penguasaan Pasar Islam di Nusantara

Nusantara yang terbentang luas dari Aceh hingga Irian. Pada abad ke 7 M seiring perkembangan penguasaan maritim kaum muslimin di Jazirah Arabia, sampailah mereka di nusantara. Ada beberapa pendapat mengenai masuknya Islam di nusantara. Pendapat pertama,  adalah kaum saudagar Jazirah Arab sampai ke nusantara untuk berdagang mendapakan rempah-rempah untuk di jual di pasar internasional. Sambil berdagang mereka mendakwahkan Islam. Sedangkan pendapat kedua, Islam masuk ke Nusantara dari Jazirah Arab by design. Artinya yang datang ke Nusantara murni the Islamic preachers atau para pendakwah Islam. Tujuan utama mereka memang berdakwah.

Terlepas dari dua pendapat di atas,  pengembara-pengembara Arab sejak lebih dari 2.000 tahun lalu telah memiliki hubungan perdagangan yang luas di luar negeri. Bangsa Arab adalah wirausahawan perantara antara Eropa dengan negara-negara Afrika, India,  Asia Tenggara, dan Timur Jauh yaitu Cina dan Jepang.

Mereka tidak hanya memperdagangkan hasil tanah Arab saja,  tetapi juga meliputi barang-barang yang mereka datangkan dari Afrika, India, dll berupa gading gajah, wangi-wangian, rempah-rempah, emas dlsb. 

Aktivitas perdagangan bangsa Arab didukung oleh penguasaan maritim. Walaupun besar di padang pasir, bangsa Arab muslim menguasai jalur pelayaran. Ini karena "wasiat politik kelautan" yang termaktub dalam 40 ayat dalam Al Quran. mengajarkan bahwa Allah telah menyerahkan penguasaan lautan kepada umat Islam. Karena 71% bumi terdiri dari lautan dan samudera.

Pelayaran wirausahawan Arab Muslim menempuh jalan laut niaga. Dari pulau Nikobar, Andaman, Maladiv  (Maladewa), berlayar ke Malaka sebagai pusat niaga Muslim di Asia Tenggara.

Salah satu upaya Barat dalam mempertahankan penjajahannya,  adalah mematahkan potensi pasar yang dikuasai umat Islam. Mereka tidak hanya memakai organisasi niaga seperti Verenidge Oost Indische Compagnie-VOC, dari kerajaan Protestan Belanda,  East Indian Company-EIC, dari kerajaan Protestan Anglikan Inggris, Compagnie des Indes Orientales-CIO, dari Kerajaan Katolik Perancis. Namun juga berusaha keras mematikan kesadaran pemasaran dengan jalan mematahkan kemampuan umat Islam dalam hal penguasaan pasar. Baik dalam pemasaran melalui jalan niaga laut atau maritim,  dan pemasaran di pasar  daratan. Dengan kata lain, menghilangkan kemauan umat Islam sebagai wirausahawan ataupun wiraniagawan.  Ditumbuhkan keinginannya hanya menjadi punggawa atau pegawai penjajah. 

Bertolak dari pengalaman di Eropa,  proses terjadinya perubahan pelaku pasar, penganut Katolik tidak mau lagi menjadi wirausahawan. Hal ini terjadi akibat Gereja melarang orangnya di pasar karena Tuhan lebih menyukai orang-orangnya di Gereja. Akibatnya pasar kosong dari orang Nasrani. Kemudian, pelaku pasarnya digantikan oleh orang Yahudi. Hal ini dapat dibaca dari keterangan Robert L. Heilbroner, dalam The Making of Economic Society , dikutipkan ajaran Gereja yang berbunyi, Homo mercator vix out numquam Deo placere potest -wirausahawan sangat langka dan tidak disukai Tuhan. 

Hal yang sama juga terjadi pada umat Islam,  melalui distorsi sejarah dan politik strategi Belanda untuk menghilangkan kultur niaga kaum muslimin terutama Pribumi,  dibangun pola pikir kaum priyayi yang pada dasarnya hanya kaki tangan Belanda,  adalah golongan elit dan berkelas,  sehingga para orangtua menanamkan cita-cita pada anaknya agar menjadi golongan priyayi.  Akibatnya secara bertahap kultur niaga pribumi muslim tergerus. 

Terjadilah kekosongan pasar dan digantikan oleh kelompok Vreemde Oosterlingen - Bangsa Timur Asing : Cina,  India,  dan Arab.  Dibuat kebijakan yang bersifat diskriminasi rasial, kalangan Vreem de Oosterlingen tersebut di mata penjajah adalah warga negara  kelas dua. Dengan pemberian kewenangan monopoli.Sebaliknya, pribumi  Islam menjadi warga negara kelas tiga. Pasarnya disita serta kekuasaan ekonominya dipatahkan, pribumi Islam menjadi sangat terbelakang.

Jika saat itu barang dagangan yang sangat dibutuhkan pasar dunia adalah rempah-rempah, dapat dipastikan pasar-pasar di nusantara Indonesia sangat besar peranannnya dalam memenuhi tuntutan pasar dunia tersebut. Oleh karena itu, melalui peran pasar-pasar ini pula,  agama Islam masuk dan berkembang ke Nusantara.

Sumber : Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara. 

Monday, February 24, 2020

COVID 19 Memicu kenaikan Harga emas Dunia

Harga saham di berbagai bursa turun, demikian pula harga minyak, sementara harga Emas semakin naik. Tertinggi dalam 7 tahun terakhir atau naik $40 di angka $1.680 per ounce. Harga Dinar sendiri menembus angka Rp2.949.000 hari ini Senin (24/2). Hal ini terjadi di tengah ancaman virus Corona di luar Cina semakin meningkat, seiring meningkatnya sebaran pasien dan kematian di Korea Selatan,  Italia,  dan Timur Tengah. 


Korea Selatan menjadi negara dengan level waspada tertinggi setelah jumlah pasien Corona meningkat  lebih dari 700 orang dan 7 kematian. Demikian pula Italia, setelah pasien ke 3 meninggal dan jumlah pasien terinfeksi melonjak tajam menjadi lebih dari 150 orang, dari semula 3 pasien sebelum Jumat pekan lalu. 
Sedangkan Iran yang pekan lalu mengumumkan kasus corona pertamanya, telah mengkonfirmasi 43 kasus, dengan korban meninggal 8 orang. Pasien terbanyak justru  berasal dari kota suci Syiah, Qom. Akibatnya Arab Saudi, Kuwait,  Irak, Turki,  dan Afghanistan mengeluarkan larangan bepergian dan halangan imigrasi terhadap Iran. 

 "Ada begitu banyak kabar buruk akibat virus Corona ini, seiring dengan kasus baru yang masih terus berkembang," kata kepala Ekonom AMP,  Shane Oliver.Kata kepala Ekonom AMP,  Shane Oliver.

Kematian akibat virus ini menembus angka 2.442 di Cina, dan 76.936 orang terinfeksi virus.

Virus ini telah menyebar hingga 28 negara dan teritori dan total kematian 24 orang. Ekonom telah menurunkan prediksi tingkat pertumbuhan ekonomi Cina,  seiring dengan banyaknya negara mengenakan larangan perjalanan baik orang dan komiditas dari Cina yang mengganggu rantai distribusi di sejumlah negara. 

Ekonom Oxford memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan jatuh mendekati nol pada paruh pertama tahun 2020 apabila virus Corona menjadi pandemic global (na'udzubillah).