www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Friday, August 14, 2020

Singapura umumkan Resesi

Singapura masuk dalam jurang resesi seiring jatuhnya pertumbuhan ekonomi mereka hingga 13,2% di kwartal ke 2 tahun ini, menurut sumber otoritas setempat.

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, menyatakan bahwa  ekonomi mengalami kontraksi sebesar  42,9% pada kwartal ke dua di tahun 2020 dibandingkan kwartal yang sama tahun sebelumnya.

Kementerian telah melakukan revisi ramalan ekonomi Singapura tahun ini, dengan proyeksi GDP turun kisaran 5 % hingga 7% , dibanding estimasi sebelumnya di angka 4% hingga 7 %.

Gambaran memburuknya ekonomi ini datang justru di saat kondisi menurunnya angka harian infeksi corona, terendah dalam empat bulan terakhir yaitu 61 orang Selasa lalu (11/8). 

Total pengidap virus corona di Singapura 55.353 orang, termasuk  27 meninggal dan 49.609 sembuh.

Sumber : Anadolu Agency

Golden Rule (the Power of Habbit) 2

Strategi melatihnya merupakan perwujudan satu aksioma Golden Rule, perubahan kebiasaan yang telah ditunjukkan berbagai penelitian sebagai salah satu alat paling berdaya untuk menciptakan perubahan. Dungy menyadari bahwa kita tidak pernah bisa benar-benar melenyapkan kebiasaan buruk.

Justru untuk mengubah kebiasaan, kita harus mempertahankan jejak lama, dan memberikan ganjaran yang sama, namun menyiapkan rutinitas yang baru.

Golden Rule ini telah memberi pengaruh terhadap penanganan para pecandu alkohol, obesitas, depresi dan berbagai prilaku buruk lainnya. Misalnya seorang pecandu rokok (rokok tidak ubahnya seperti narkoba sehingga pelaku mendapat gelar yang sama) tidak bisa berhenti kecuali ia menemukan aktivitas baru untuk menggantikan rokok ketika ia terpicu untuk mengidam nikotin).

Empat kali Dungy menjelaskan filosofi tersebut kepada para pemilik tim. Empat kali pula mereka mendengarkannya dengan sopan, berterima kasih kepadanya karena telah menyediakan waktu, lantas memperkerjakan orang lain.

Kemudian, pada 1996, Buccaners yang  babak belur, memanggilnya. Dungy terbang ke Tampa Bay, dan sekali lagi membeberkan rencananya mengenai bagaimana mereka bisa menang. Sehari setelah wawancara terakhir, mereka menawari pekerjaan tsb.

Sistem Dungy kelak mengubah Bucs menjadi salah satu tim paling banyak menang di liga. Ia akan menjadi satu-satunya pelatih dalam sejarah NFL yang mencapai babak play-off selama sepuluh tahun berturut-turut, pelatih Afrika-Amerika pertama yang memenangkan Super Bowl, dan salah satu figur paling dihormati dalam olahraga profesional. Teknik-teknik melatihnya akan menyebar ke seluruh liga dan segala jenis cabang  olahraga. Pendekatannya memberikan pencerahan mengenai bagaimana mereka- ulang kebiasaan dalam kehidupan siapa pun.

Tapi semua itu masih nanti. Hari itu di San Diego, Dungy hanya ingin menang.

Dari tepi lapangan, Dungy mendongak memandang jam : sisa waktu 8 menit 19 detik,  Bucs telah ketinggalan selama pertandingan dan membuang banyak peluang, seperti biasa.  Bila pertahanan mereka tidak membuat sesuatu yang berarti sekarang, pertandingan itu sama saja sudah selesai. San Diego memegang bola di garis dua puluh-yard mereka, dan quarterback Chargers. Stan Humphries, bersiap-siap memimpin serangan yang ia harap akan menyudahi permainan itu.

Namun Dungy tidak sedang memperhatikan Humphries. Ia justru memperhatikan pemain-pemainnya sendiri menyusun formasi yang telah mereka sempurnakan berbulan-bulan. Secara tradisonal,  football adalah permain tipuan dan tipuan balik, trik dan penyesatan arah. Pelatih dengan buku strategi paling tebal dan skema paling rumit biasanya menang. Tapi Dungy mengambil pendekatan berlawanan. Ia tidak tertarik pada kerumitan dan kebingungan. Sewaktu para pemain berdiri sejajar, jelaslah bagi semua orang strategi mana yang akan mereka gunakan.

Dungy telah memilih pendekatan itu karena secara teoritis, ia tidak perlu penyesatan arah. Ia hanya perlu timnya lebih cepat daripada semua yang lain. Dalam football setiap milidetik sungguh berarti. Jadi bukannya mengajari ratusan formasi, ia hanya mengajarkan beberapa formasi kepada mereka, namun mereka telah berlatih berulang-ulang sampai perilaku mereka menjadi otomatis. Ketika strategi Dungy bekerja, para pemainnya bisa bergerak dengan kecepatan yang mustahil diatasi.

Dua menit kemudian Bucs mencetak satu touchdown, memimpin untuk pertama kalinya sepanjang pertandingan itu. Lima menit kemudian mereka mencetak satu field goal . Di antara kedua peristiwa itu, barisan pertahanan Dungy menggagalkan setiap usaha San Diego untuk merebut kembali permainan . Akhirnya Buccaners menang 25 lawan 17, salah satu kondisi paling hebat musim itu.

Sumber :  Buku The Power of Habbit (Charles Duhigg)

Thursday, August 13, 2020

Golden Rule (the Power of Habbit) 1

Jam pertandingan di ujung jauh lapangan menunjukkan bahwa waktu tersisa adalah 8 menit dan sembilan belas detik ketika Tony Dungy kepala pelatih yang baru Tampa Bay Buccaners merasakan sebuah kecil harapan.

Buccaners adalah salah satu tim terburuk di National Football League Amerika Serikat.

Saat itu Ahad sore 17 November 1996. Buccaners bermain di San Diego melawan Chargers tim yang tampil di Super Bowl tahun sebelumnya. Bucs sedang kalah, 16 lawan 17. Mereka kalah dalam semua pertandingan. Mereka kalah sepanjang musim. Buccaners tak pernah memenangi satu pun pertandingan di West Coast (wilayah pantai barat AS) dalam 16 tahun terakhir. Catatan menang-kalah Bucs saat itu pada musim 1996 adalah 2-8. Dalam salah satu pertandingan itu, Detroit Lions-tim yang sedemikian buruk, sehingga nantinya disebut sebagai yang meletakkan "less" pada kata "hopeless"- mengalahkan Bucs 21 lawan 6, dan tiga minggu kemudian, mengalahkan Bucs lagi 27-0 . ESPN memprediksi bahwa sang pelatih Dungy yang baru saja dipekerjakan pada Januari, bisa dipecat sebelum akhir tahun.

Tapi di tepi lapangan, sewaktu Dungy mengamati timnya menata diri untuk permainan berikutnya, rasanya matahari akhirnya bersinar menembus awan. Ia tidak tersenyum. Namun sesuatu sedang terjadi di lapangan, sesuatu yang telah ia usahakan bertahun-tahun.

Tony Dungy telah menanti lama sekali untuk memperoleh pekerjaan sebagai pelatih di Buccaneers. Selama 17 tahun, ia berkeliaran di tepi lapangan sebagai asisten pelatih, pertama-tama di University of Minnesota, kemudian bersama Pittsburg Steleers, lalu Kansas City Chiefs, dan kemudian kembali ke Minnesota bersama Vikings. Empat kali dalam empat dasawarsa, ia telah diundang untuk wawancara untuk memperoleh posisi pelatih sejumlah tim NFL. Keempat wawancara itu tidak berjalan dengan baik.

Masalahnya adalah filosofi Dungy dalam melatih. Dalam wawancara-wawancara pekerjaannya, ia akan dengan sabar menjelaskan kepercayaannya bahwa kunci kemenangan adalah mengubah kebiasaan pemain. Ia berkata ingin pemain berhenti membuat terlalu banyak keputusan dalam pertandingan. Ia ingin mereka bereaksi secara otomatis, sebagai suatu kebiasaan. Bila ia bisa menanamkan kebiasaan yang benar timnya akan menang. Titik.

" Juara tidak melakukan hal-hal yang luar biasa," demikian Dungy menjelaskan. " Mereka melakukan hal-hal yang biasa, hanya saja tanpa berpikir, sedemikian cepat sehingga tim lawan tidak sempat bereaksi. Mereka mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang mereka telah pelajari."

Para pemilik klub pun  bertanya, bagaimana caranya Anda akan menciptakan kebiasaan-kebiasaan baru itu? Dia tidak menciptakan kebiasaan baru, jawab Dungy. Para pemain telah menghabiskan hidup mereka membangun kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkan mereka masuk NFL. Tidak ada atlet yang akan meninggalkan pola-pola itu semata karena seorang pelatih baru menyuruhnya.

Jadi, bukannya menciptakan kebiasaan-kebiasaan baru, Dungy hendak mengubah kebiasaan-kebiasaan lama para pemain. Dan rahasia mengubah kebiasaan lama adalah menggunakan apa yang telah ada di dalam kepala pemain. Kebiasaan itu adalah lingkar bertahap 3- sign, routinity, dan reward- namun Dungy hanya ingin menggarap langkah di tengah, rutinitas. Ia tahu dari pengalaman bahwa lebih mudah meyakinkan seseorang untuk mengadopsi perilaku baru bila ada yang ia akrabi di bagian awal dan akhir.


Saturday, August 1, 2020

Ekonomi Dunia di Ambang Resesi

Pandemi Covid-19 telah menjatuhkan perekonomian banyak negara. Bahkan beberapa negara telah masuk ke jurang resesi.

Terbaru adalah Amerika Serikat yang tadi malam resmi menyatakan resesi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi kuartal II nya tertekan dalam.

Sebelumnya ada juga Jerman yang menyatakan resmi resesi karena perekonomian yang juga tertekan dalam. Jauh sebelumnya yakni beberapa pekan lalu negar Asia yakni Singapura juga menyatakan resmi resesi.

Berikut daftar negara yang telah jatuh ke jurang resesi:

Amerika Serikat

Perekonomian negeri Paman Sam tersebut negatif 32,9% pada periode April - Juni. Kontraksi ini jauh lebih tajam dari kuartal I yang tercatat minus 5%.

Demikian laporan dari Departement Perdagangan AS yang baru dirilis, Kamis (30/7/2020) dilansir langsung dari CNBC International.

Kontraksi tajam terjadi dalam konsumsi, ekspor, hingga inevstasi dan pengeluaran pemerintah. Terlihat, spending yang tergelincir cukup dalam adalah health care atau kesehatan dan barang-barang seperti pakaian dan alas kaki.

Sementara penurunan investasi terdalam diakibatkan oleh loyonya sektor otomotif.

Jerman

Pemerintah Jerman mengonfirmasi ekonomi Negeri Panzer ini mengalami resesi. Negara ini kembali mencatat kontraksi pada ekonominya di kuartal-II 2020.

Secara basis kuartalan (QtQ) ekonomi minus -10,1%. Sebelumnya di kuartal-I 2020, ekonomi minus 2,2%.


Di basis tahunan (YoY) ekonomi Jerman, juga minus 11,7%. Sebelumnya di kuartal I 2020, ekonomi Jerman tercatat minus 2,3%.

Dengan ini, Jerman mengonfirmasi resesi. Resesi adalah keadaan di mana pertumbuhan ekonomi turun minus dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

"Ini adalah penurunan paling tajam sejak perhitungan PDB triwulan untuk Jerman sejak 1970," kata kantor federal statistik Jerman.

Hong Kong

Hantu resesi belum meninggalkan Hong Kong. Ekonomi kota di bawah China itu kembali mengalami kontraksi atau minus 9% di kuartal-II 2020 secara tahun ke tahun (YoY) dari data Rabu (29/7/2020).

Ini adalah kontraksi empat kuartal berturut-turut untuk pusat ekonomi global ini. Di mana aktivitas ekonomi sudah susut sejak pertengahan 2019, saat protes besar-besaran massa anti Beijing terjadi.

Meski begitu, data terbaru menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding kuartal-I 2020, minus 9,1% (YoY). Di basis kuartalan (QtQ), ekonomi minus 0,1% di kuartal II-2020 ini.

"Ekonomi Hong Kong stabil pada kuartal terakhir ini karena stimulus fiskal dan permintaan yang lebih kuat di China mengimbangi konsumsi dan investasi yang melemah," kata Ekonom China untuk Capital Economics dalam sebuah catatan ditulis CNN Business.

Meski demikian, ancaman gelombang kedua Covid harus diwaspadai. Beberapa pekan ini, kasus Covid-19 Hong Kong naik setelah mampu mengendalikan virus tiga bulan lalu.

"Jalan bergelombang menuju pemulihan" kata Kepala Keuangan Hong Kong Paul Chan dalam sebuah postingan blog yang diterbitkan Minggu. "Terulangnya epidemi lokal baru-baru ini, menunjukkan bahwa mungkin diperlukan waktu lama untuk ekonomi lokal pulih."

Hong Kong mendapat tekanan berat saat ini. Bukan hanya soal politik dan Covid-19, Hong Kong juga dijadikan hotspot perselisihan China dan AS.


Singapura

Singapura juga resmi resesi setelah perekonomiannya tertekan cukup dalam. Pengumuman ini disampaikan melalui Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura, Selasa (14/7/2020).

Secara kuartalan, ekonomi Singapura di kuartal II 2020 berkontraksi atau minus 41,2%. Sementara secara tahunan, PDB anjlok 12,6%.

Ini melebihi survei sejumlah lembaga dan ekonom. Corona memukul keras ekonomi Singapura yang fokus pada perdagangan.

MTI pun memperkirakan ekonomi negeri itu dalam setahun bisa berkontraksi di rentan. 7-4%. Ini menjadi resesi terburuk bagi negeri kota itu sejak 1965.

Korea Selatan

Pada pekan lalu, Bank of Korea mengumumkan bahwa produk domestik bruto (PDB) negara itu secara kuartalan (QtQ) pada kuartal II 2020 tercatat -3,3%. Pada basis yang sama di kuartal I sebelumnya, ekonomi -1,3%.

Kontraksi ini adalah yang paling tajam sejak kuartal-I 1998. Perlambatan ini juga lebih parah dari polling Reuters 2,3%. Sementara secara tahunan (YoY), PDB negara ini minus 2,9% dari periode yang sama tahun lalu. Namun, ekonomi masih tumbuh di kuartal-I 1,4%. Penurunan ini terbesar sejak kuartal-IV tahun 1998. Ini juga lebih buruk dari polling Reuters 2%.

Menurut analis, penyebab dari perlambatan itu adalah karena tingginya tingkat ketergantungan negara pada perdagangan global, yang sangat terganggu selama banyak penguncian diberlakukan berbagai negara. Ekspor yang menyumbang 40% ekonomi, turun 16,6%.

"Saat pengeluaran konsumen seharusnya pulih bertahap, ancaman dari virus belum pudar sepenuhnya," kata Ekonom Capital Economics Asia Alex Holmes dikutip Reuters.

Menteri Keuangan Korsel Hong Nam-ki mengatakan ekonomi kemungkinan akan pulih pada kuartal-III. Sebelumnya IMF memperkirakan ekonomi Korsel akan berkontraksi 2,1% di 2020.

"Mungkin ... melihat rebound seperti China pada kuartal-III ketika pandemi melambat dan aktivitas produksi di luar negeri, sekolah dan rumah sakit berjalan lagi," katanya.


Meski sejumlah negara telah mengkonfirmasi resesi, tampaknya "hantu" resesi masih akan "gentayangan" di sejumlah negara lain. Pada Kamis (23/7/2020), Australia memberi sinyal resesi "mungkin" terjadi di negara benua itu.

Ekonomi Australia diperkirakan mengalami kontraksi terdalam sepanjang sejarah pada kuartal-II 2020. Sementara defisit anggaran akan menjadi yang terbesar sejak Perang Dunia II.

Pejabat mengatakan PDB diramal kontraksi 7% pada April-Juni. Ini akan mendorong negara itu masuk ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir.

Monday, July 27, 2020

Gold Today : All Time High History

Harga emas menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Ahad malam pada sesi Asian Trading di angka $ 1.922/ troy ounce. Rekor emas tertinggi sebelumnya bulan Agustus 2011 di angka $1.920,7.

Walaupun mengalami kenaikan signifikan, namun analis memberi sinyal ini hanya kejutan kecil dibanding potensi kenaikan yang lebih tinggi.

Dalam wawancara dengan Marc Chandler, Chief Market Strategist di Bannockburn Global Forex, emas bisa menyentuh $2.000/ troy ounce selama trend kenaikan ini.

Kenaikan emas saat ini masih dipicu oleh kekhawatiran menurunnya ekonomi selama masa pandemi corona, ekskalasi konflik yang semakin tinggi antara AS dan Cina, meningkatnya harga minyak, melemahnya indeks Dollar, kenaikan permintaan konsumen dari Cina, dan juga India.

Analis juga menekankan akibat pandemi corona, bank-bank sentral di seluruh dunia menerapkan stimulus moneter yang agresif, memompa triliunan Dollar untuk menstabilkan pasar keuangan yang berakibat pada terus melemahnya nilai Dollar AS.

Terakhir Daniel Pavilonis senior commodities broker dari RJO Future Gold mengatakan "We have printed so much money and there is so much risk on the table it is difficult to see how the U.S. dollar rallies from current levels,” (Kita telah mencetak begitu banyak uang dan ada banyak risiko membentang agar Dollar dapat kembali bangkit).

Sumber : Kitco.com