Di UOB Singapura, sejumlah pembeli yang tidak dapat nomor antrian kecewa. Seluruh produk dari MKS PAMP, salah satu merek emas terkenal di sana habis, dan begitu juga sejumlah orang yang datang terlambat.
Sumber BLOOMBERG
Di UOB Singapura, sejumlah pembeli yang tidak dapat nomor antrian kecewa. Seluruh produk dari MKS PAMP, salah satu merek emas terkenal di sana habis, dan begitu juga sejumlah orang yang datang terlambat.
Sumber BLOOMBERG
Influencer keuangan sekaligus penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menyuarakan pandangan bullish terhadap logam mulia. Terbaru, ia menyampaikan proyeksi harga emas yang sangat agresif di tengah reli harga yang terus berlanjut.
Dalam unggahan media sosial pada 26 Januari, Kiyosaki menyambut kenaikan harga emas yang telah menembus rekor baru di atas US$5.000 per ons. Ia bahkan menyebut logam mulia tersebut berada di jalur menuju target harga jangka panjang di level US$27.000 per ons.
Dalam unggahan lain di platform X, Kiyosaki menyoroti kinerja harga perak dalam jangka panjang. Ia mencatat bahwa harga perak saat ini berada di kisaran US$92 per ons, jauh meningkat dibandingkan tahun 1990 yang hanya sekitar US$5 per ons.
Menurut Kiyosaki, reli panjang tersebut menegaskan meningkatnya peran perak bukan hanya sebagai bahan industri penting, tetapi juga sebagai penyimpan nilai (store of value) dan alternatif alat tukar.
Ia bahkan memprediksi harga perak berpotensi mencapai US$200 per ons pada 2026.
"I am still calling for silver to hit $200 an ounce in 2026," ujarnya.
Target harga emas dan perak yang disampaikan Kiyosaki tidak terlepas dari pandangannya yang konsisten mengkritik sistem mata uang fiat.
Ia berulang kali memperingatkan bahwa pemerintah mencetak apa yang ia sebut sebagai "uang palsu" (fake money), sementara inflasi terus menggerus nilai riil uang tunai yang disimpan di bank.
Dalam pandangannya, para penabung tradisional terjebak dalam situasi yang merugikan. Secara nominal, saldo tabungan memang terlihat meningkat, tetapi daya beli terus menurun dari tahun ke tahun.
Karena itu, Kiyosaki mendorong masyarakat untuk beralih dari dolar dan mata uang fiat ke aset seperti emas, perak yang menurutnya tidak dapat terdepresiasi nilainya dengan cara yang sama seperti uang kertas.
Pesan yang ingin ditegaskan Kiyosaki jelas: logam mulia bukan sekadar instrumen lindung nilai (hedging) dalam portofolio, melainkan solusi menghadapi masa depan sistem keuangan berbasis fiat yang dinilainya rentan terhadap kehancuran.
Sumber : kontan.co.id
Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam mengklaim berupaya memenuhi stok emas perusahaan dengan mendiversifikasi sumber pasokan bahan baku dari produksi tambang emas perseroan hingga melakukan kerja sama jual-beli emas dari penambang dalam negeri.Corporate Secretary Division Head Antam Wisnu Danandi Haryanto menjelaskan emas yang dibeli dari penambang domestik tersebut akan dimurnikan di fasilitas unit bisnis pengolahan dan pemurnian logam mulia Antam.
Langkah antisipatif tersebut juga dilakukan perusahaan sembari menunggu finalisasi rencana pemerintah menerapkan domestic market obligation (DMO) komoditas emas. Kebijakan itu, diwacanakan pemerintah demi menutup kekurangan pasokan emas Antam sebesar 30 ton per tahun.
Adapun, Antam sebenarnya telah memiliki perjanjian pembelian 30 ton emas per tahun dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Akan tetapi, tambang dan smelter Freeport sedang tidak beroperasi pascalongsor di Grasberg Block Cave (GBC) beberapa waktu lalu.
“Antam telah menyiapkan langkah antisipatif melalui diversifikasi sumber pasokan bahan baku, baik dari produksi tambang emas Antam sendiri maupun melalui kerja sama dengan sejumlah mitra penambang domestik,” kata Wisnu kepada Bloomberg Technoz, Kamis (23/10/2025).

Optimalkan Buyback
Wisnu menyatakan perseroan akan terus mengoptimalkan program pembelian kembali atau buyback emas Antam dari masyarakat. Dia menyebut program tersebut turut membantu menjaga keseimbangan pasokan bahan baku di tengah dinamika yang terjadi.
Di sisi lain, Wisnu menegaskan perseroan terus mencermati perkembangan rencana penerapan DMO emas. Dia menyatakan, Antam mendukung program tersebut demi menjaga pasokan emas dari sumber domestik.
“Antam pada prinsipnya mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperkuat pasokan emas dari sumber domestik agar ketersediaan produk emas di dalam negeri tetap terjaga,” ungkap dia.
Rencana penerapan DMO emas tengah dikaji oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Tri Winarno menyebutkan kebijakan ini dapat bersifat sementara, terutama selama produksi Freeport belum pulih pasca insiden longsor di area tambang GBC.
Dia menjelaskan Antam sebenarnya telah memiliki perjanjian pembelian 30 ton emas per tahun dari Freeport untuk memenuhi kebutuhan normal.
Namun, dengan terganggunya pasokan dari tambang tersebut, Antam masih harus menutup kekurangannya dengan impor dari Singapura dan Australia.
Impor emas Antam tercatat mencapai sekitar 30 ton per tahun, sedangkan kapasitas produksinya hanya sekitar 1 ton dari tambang Pongkor. Menurut catatan Antam, kebutuhan emas masyarakat mencapai 37 ton pada 2024 dan terus naik ke level 43 ton tahun ini.
Kondisi ini menjadi dasar pemerintah mempertimbangkan kebijakan DMO untuk menekan impor dan memperkuat pasokan emas domestik.
Tri mengatakan, kebijakan DMO harus dirancang agar tidak menimbulkan penumpukan stok di dalam negeri, sekaligus menjaga stabilitas industri.
Pemerintah juga tengah menyiapkan evaluasi terhadap kebijakan ekspor Antam, termasuk mekanisme pajak ekspor-impor untuk mengurangi ketergantungan pada emas impor.
Sumber : bloombergtechnoz.com