www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Wednesday, June 7, 2017

Dalang Krisis Qatar

      Ada sebuah gerakan namanya Zionisme. Sejak tahun 1717 M gerakan ini menggeliat dengan tujuan mempersatukan Yahudi di seluruh dunia. Gerakan ini memiliki semboyan satu bahasa ialah bahasa Yahudi, satu bangsa  ialah bangsa Yahudi, dan satu tanah air ialah tanah air Yahudi.
      
      Karena tujuan zionis begitu jelas, maka dia tidak menghendaki adanya persatuan bangsa lain terutama bangsa Arab khususnya dan umat Islam pada umumnya. Setiap satu langkah kemajuan persatuan Arab dan Islam berarti langkah-langkah mundur bagi persatuan Yahudi. Maka setiap potensi mesti di antisipasi, dan setiap ancaman mesti diamankan.

         Dalam sejarah runtuhnya khilafah Utsmani tahun 1924, Zionis adalah aktor utamanya. Kaum Yahudi memahami bahwa persatuan Islam atas dasar kesamaan Aqidah dan Syariat Islam adalah faktor utama kokohnya khilafah Utsmani. Maka yang dilakukan adalah memecah belah barisan muslimin dengan menghembuskan faham kebangsaan kepada bangsa-bangsa Arab agar memisahkan dari dari khilafah Turki Utsmani. Maka terjadi pertikaian internal antara bangsa-bangsa Arab yang terbakar semangat kebangsaannya melawan orang-orang Turki. Konspirasi asing juga berhasil menarik Khilafah Utsmani terlibat dalam Perang Dunia I (1914-1918) bergabung dengan Jerman dan Austria sedangkan suku-suku bangsa Arab bergabung dengan Inggris, Perancis, dan Rusia (Irena Handono,2008). Dan yang keluar menjadi pemenang adalah Zionis.

         Maka pecahnya persatuan antara Qatar dengan Arab Saudi, UEA, Bahrain, Mesir dll beberapa hari ini adalah sinyal sebuah potensi  dan ancaman bagi gerakan Zionis. Rencana ini sudah lama, jauh sebelum KTT Islam-Arab-AS di Riyadh 21 Mei 2017. Dan tentu membuat Qatar kaget begitu cepatnya kawan menjadi lawan, maksudnya adalah Amerika dengan homebase military terbesar di timteng ada di Qatar.


Friday, March 17, 2017

Goldman Sachs berhasil Akuisisi Depkeu AS

Image result for GOLDMAN SACHS WHITE HOUSE
Sejumlah alumnus  Goldman Sachs menduduki posisi penting di departemen keuangan di bawah kepemimpinan presiden AS Donald Trump. Goldman Sachs adalah perusahaan keuangan multinasional asal AS. Setelah Steven Mnuchin menjadi mentri keuangan dan Gary Cohn sebagai direktur Dewan Ekonomi Nasional keduanya adalah mantan eksekutif di Goldman Sachs. Kini James Donovan seorang bankir Goldman Sachs akan segera diangkat sebagai deputi mentri keuangan.

Gedung putih juga menyebut nama David Malpass, mantan pejabat pada pemerintahan Reagan dan George H.W. Bush sebagai wakil menteri keuangan bidang urusan internasional. Malpass adalah ekonom bank investasi Wall Street Bear Stern sesaat sebelum krisis AS tahun 2008. Dia juga dikenal sebagai penasihat ekonomi kampanye Trump.

Goldman Sachs adalah perusahaan yang bertanggung jawab dalam krisis subprime mortgage  tahun 2007-2008 dan mengambil keuntungan sejumlah US$ 4 miliar dollar dari sebuah "perjudian" bahwa suprime-market kolaps. Intinya Goldman Sachs adalah perusahaan judi berkedok istilah-istilah  yang keren seperti investmen banking, securities firm, hedge funds dll. Merekalah yang kini ada di sekeliling Donal Trump.

Thursday, March 2, 2017

Perseteruan Indonesia & Freeport .


FILE: Trucks operate in the open-pit mine of PT Freeport's Grasberg copper and gold mine complex near Timika, in the eastern region of Papua, Indonesia on Sept. 19, 2015 in this photo taken by Antara Foto. Perusahaan tambang emas terbesar asal AS Freeport McMoran menghentikan operasinya di Papua Barat Indonesia setelah bersitegang dengan pemerintah Indonesia terkait dengan kontrak berjangka 30 tahun. Mereka menilai pemerintah Indonesia mengenakan regulasi tambang yang over protectionist.

Freeport menghentikan produksinya secara tiba-tiba pada 10 Februari lalu dan memberhentikan 10% dari pekerja asingnya. Sedangkan 32.000 pekerjanya adalah WNI dimana 12.000 diantaranya adalah full timer. Pembekuan produksi ini sebagai akibat perseteruan dengan Indonesia, karena pemerintah mengenakan regulasi tambahan untuk Freeport sebagai upaya menambah pendapatan.dari kekayaan sumber daya alamnya.Freeport membalas langkah ini dengan megancam akan membawa masalah ini ke arbitrase internasional dan menuntut pemerintah Indonesia.

Pengamat di Papua dan Jakarta mengkhawatirkan langkah penutupan ini bisa menimbulkan krisis lokal ekonomi dan menyulut ketidakstabilan keamanan terkait OPM yang ingin merdeka. Menurut laporan internal Freeport  tahun 2015 sebesar 36% pekerja full time Freeport asli Papua.

Eksistensi Freeport di Indonesia kembali ke masa Soeharto dimana pemerintah RI menandatangani kontrak pengelelolaan lahan tambang seluas 250.000 hektar di Papua Barat tahun 1967.
Masalah saat ini bermula dari regulasi tambang tahun 2009, dimana Freeport perlu membangun smelter senilai $2,9 Miliar (untuk mengolah bahan tambang ke proses selanjutnya dari hanya sekedar bahan mentah) dan melepas sebagian besar sahamnya ke pemerintah Indonesiadalam jangka waktu 10 tahun.

Freeport beralasan karena kontrak yang saat ini sedang berjalan hingga 2021, maka aturan di atas belumlah berlaku, sedangkan mentri tambang dan energi Jonan ingin agar regulasi 2009 segera diberlakukan dalam rangka "special business license".

Baik Freeport maupun pemerintah RI menyadari adanya kerugian moneter dari perseteruan ini.Namun pihak pemerintah menegaskan syarat-syarat tersebut untuk kelanjutan kerjasama ke depan. Di tengah pasar komoditas global dan  harga bijih besi dunia yang sedang menurun. Ini memang sebuah pilihan sulit.







Tuesday, February 28, 2017

Swiss Gold Imports and Gold Exports

    Fokus ke Swiss sebagai salah satu pusat perdagangan emas di Eropa. Berikut data bulanan Ekspor, Impor, dan Net Import-Ekspor selama 2 tahun terakhir hingga Januari 2017. Dari sisi Impor bulan Januari ini senilai 197 ton, tertinggi di antara bulan-bulan lainnya tahun 2016 kecuali Desember 2016. Sedangkan impor Januari 2017 senilai 121 ton sehingga net import-ekspor 77 ton. 

Sedangkan asal negara yang mensuplai kebutuhan emas Swiss (impor) masih didominasi Inggris sejumlah 84 ton atau 43% dari total impor emas Swiss. Dan negara-negara lain yang dominan adalah AS, Uni Emirat Arab, dan Hongkong.
 
Selanjutnya dari sisi ekspor negara tujuan suplai emas Swiss di dominasi oleh Asia yaitu India, Hongkong, Cina, Singapura dan Thailand. Kelima negara itu  mencakup 77% ekspor emas Swiss. Dan Jerman berada di urutan ke enam.
 
Ini menjadikan Swiss sebagai salah satu hub perdagangan emas tersibuk di Eropa .


Monday, February 27, 2017

Peralihan Aset



.
   Ada satu hal menarik mengamati pola bank-bank sentral Eropa menjual cadangan emasnya. Mereka justru menjualnya pada harga terendah. Inggris adalah satu di antaranya. Pada tahun 1999 menkeu Gordon Brown (yang kemudian menjadi PM Inggris 2007-2010) menjual 50% atau 395 ton  dari cadangan emasnya dengan harga antara 160-185 Poundsterling per ounce. Hari ini harganya senilai 1.000 Poundsterling atau naik 570% dibanding saat Brown memutuskan menjual cadangan emas Inggris.

Demikian pula Swiss, sebuah negara yang memiliki tradisi emas yang kental mengambil keputusan dan waktu yang keliru ketika menjual aset berharganya. Mereka menjual 50% cadangan emasnya atau 1.300 ton antara tahun 1999 hingga 2005 dengan harga rata-rata 505 Francs per ounce. Sejumlah 250 ton lainnya dilepas tahun 2007-2008 dengan harga 780 Francs per pounce. Kini harga emas senilai 1.240 Francs per ounce.

Silk-road-gold-240217Namun ketika Inggris dan Swiss menjual emasnya ketika di harga terendah, justru negara-negara jalur sutra Cina, Rusia, India, dan Turki membeli 28.000 ton sejak tahun 2000.

Bagaimana memahami dua kutub yang berbeda ini? Dalam ilmu alam, kita memahami bahwa air akan selalu mencari jalan atau meluncur dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Ini pula yang terjadi di dunia saat ini, ada perpindahan aset riil dari negara barat ke negara timur. Kebijakan ekonomi negara-negara Eropa dan AS dengan sistem moneter yang menjauhkan atau bahkan memutus emas dari sistem moneter internasional telah memicu pencetakan uang (fiat money) secara masif dan brutal tanpa jaminan emas.Ini menimbulkan ketidakstabilan nilai uang dari waktu ke waktu yang akhirnya menimbulkan penurunan daya beli sebagai efek dari Inflasi. Hal ini kemudian menimbulkan krisis ekonomi berupa defisit anggaran, pengangguran, dan berbagai efek negatif ekonomi lainnya yang menimpa negara-negara barat. Maka untuk mengatasi masalah ekonominya maka tahap demi tahap cadangan emas pun dilepas.  Emas yang mereka lepas ini tentu beralih kepada negara-negara yang membelinya yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Maka mengalirlah emas dari barat ke timur.