www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Wednesday, April 4, 2018

AS Memperluas Medan Perang Dagang, Cina Siap Membalas

 Pemerintah Trump menaikkan intensitas perang dagang dengan menambah item produk yang dikenai tarif bea masuk baru. Sekitar 1300 produk teknologi industri, transportasi, dan produk medis dikenaikan tarif 25%. Nilainya diperkirakan mencapai USD 50 miliar. Menurut pemerintah AS, langkah yang diumumkan Selasa waktu setempat ini untuk menekan Beijing mengubah praktek penggunaan hak atas kekayaan intelektual. 

Merespon hal itu, Menteri Perdagangan Cina mengatakan, "Akan mengambil tindakan yang intensitas dan skala yang sama terhadap produk-produk Amerika Serikat."
"Kami memiliki kemampuan dan rasa percaya diri untuk merespon semua tindakan proteksionisme yang dilakuan Amerika Serikat," demikian pernyataan kementrian itu kepada kantor berita Xinhua dan dikutip Reuters, Rabu (4/4).

Cina belum merinci tindakan balasan yang akan diterapkan, namun sejumlah pengamat melihat bahwa impor kedelai, pesawat dan mesin-mesin Amerika Serikat akan menjadi target utama pembalasan perang dagang.
Dua raksasa dunia yang saling berhadap-hadapan ini menimbulkan kekhawatiran akan berdampak luas hingga bisa menghancurkan pertumbuhan ekonomi dunia.

sumber : gatra.com

Monday, April 2, 2018

Dilema Defisit Perdagangan dan Reformasi Moneter

Secara formal Dollar AS menjadi mata uang utama dunia pasca Perang Dunia ke 2 pada tahun 1945. Pada awalnya memang dijamin dengan emas pada kurs 1 troy ounce emas setara dengan 35 Dollar AS. Mestinya Amerika Serikat berbahagia dengan status Dollar as World Reserve Currency. Pada saat yang sama status ini tidak disandang sekutu-sekutu mereka seperti Inggris, Uni Sovyet, dan Cina, apalagi Jerman, Italia, dan Jepang yang tergabung dalam blok "musuh" Amerika pada perang dunia kedua. Namun yang terjadi  dalam rentang 5 hingga 15 tahun setelahnya Amerika  menyesal dengan status itu. Mengapa? Pertama, dengan status barunya permintaan dollar dari seluruh dunia meningkat tajam hingga melampaui kemampuan jaminan emas Amerika sendiri. Kedua, sejak tahun 50-an dan 60-an Amerika mengalami defisit perdagangan yang tajam dengan mantan musuhnya Jerman dan Jepang karena keduanya berhasil membangun kembali basis industrinya melampaui Amerika. 

Apabila kondisi ini terus berlanjut perdagangan AS akan semakin terpuruk. Maka pemerintah AS mesti ambil tindakan untuk menyelamatkan ekonominya. Kebijakan itu adalah memutus kaitan antara Dollar dengan emas, atau secara bertahap membuang  status Dollar as World reserve Currency (mata uang utama dunia) dengan harapan nilai Dollar terdepresiasi dan secara bertahap defisit perdagangan Amerika berhasil diatasi.

Yang terjadi justru sebaliknya setelah kaitan antara Dollar dan emas diputus, disiplin fiskalnya hancur, utang pemerintah federal yang terus menerus turun pasca PD II, mulai beranjak naik dengan pasti. Menurut Steve Hanke meningkatnya defisit fiskal sama artinya dengan meningkatnya defisit perdagangan. 

Pada tahun 1973 negara-negara di dunia memegang 500 miliar Dollar  (dalam nilai Dollar tahun 2017) dalam bentuk cadangan devisanya. 72 tahun kemudian di tahun 2017 meningkat 22 kali lipat menjadi 11 triliun Dollar. Sekitar 2/3 cadangan devisa negara-negara dunia dalam bentuk Dollar AS. Ini artinya nilai Dollar AS akan tetap menguat sehingga masalah Donald Trump dengan defisit neraca perdagangan negerinya sulit diatasi karena ekspor AS akan lebih mahal dan impor mereka lebih murah. Hal ini menyebabkan perusahaan-perusahaan Amerika kesulitan menambah lowongan pekerjaan baru di dalam negeri. Sehingga tingkat pengangguran terus bertambah. Inilah mengapa Trump marah-marah sembari menantang Cina dan negara-negara lain untuk perang dagang. Maka tidak mengherankan industri finansial di Amerika jauh lebih menggiurkan dibanding industri riil, industri finansial telah meningkat tajam dari 2% dari GDP menjadi 9%.

Apa yang mesti dilakukan AS?
Tentu banyak usulan solusi. Yang paling kontroversial tentu AS dan negara-negara maju perlu membentuk sistem moneter dunia yang baru dengan emas sebagai instrumen utama. Pemenang nobel ekonomi Robert Mundell sendiri mengusulkan sistem moneter yang baru ini mestilah 50% dijamin dengan emas dan 50% sisanya dengan 5 mata uang utama lainnya.
Apabila peran Dollar AS sudah mencapai puncaknya dengan keengganannya untuk melayani memberi "makan" dunia dengan Dollarnya, maka peran selanjutnya akan kembali kepada mata uang berbasis emas.



Thursday, March 15, 2018

Venezuela di ambang Koloni AS?


venezuela currency crash

Mata uang Venezuela, Bolivar tahun ini hampir kehilangan seluruh nilainya sebagai akibat putaran krisis ekonomi di negara kaya minyak tsb. Nilai tukar dengan Dollar saat ini mencapai 216.000 Bolivar. Sebuah nilai yang fantastis dibanding nilai tukar tahun 2017 dan 2016. 

Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang selama ini menentang kebijakan kapitalis barat menolak keras ide dari oposisi untuk melakukan terobosan kontroversial untuk mengatasi krisis mata uang Bolivar. Ide itu adalah Dolarisasi yaitu menggantikan mata uang Bolivar dengan Dollar.  Alasannya tentu dengan Dolarisasi ketidakstabilan moneter akan teratasi.

Seperti kalimat sindiran if you can't beat them you join them ide tersebut selaras d engannya. Namun apakah dengan Dolarisasi masalah akan selesai? Tentu tidak dengan beberapa faktor :
1. Dollar sendiri mengalami penurunan signifikan sejak tahun 1971. 
2. Selama inflasi tidak terkendali, apapun mata uangnya tidak berpengaruh banyak terhadap perekonomian.
3. Negara secara de facto berada di bawah pengaruh negara lain yang mengeluarkan mata uang. Dalam kasus ini tentu Amerika Serikat.
4. Kewenangan mencetak Dollar tetap berada pada the Fed (bank sentral AS), namun seluruh biaya pencetakan dan transportasi  di tanggung oleh Venezuela.
5. Pemerintah Venezuela kehilangan wewenangnya dalam kebijakan moneter di negaranya sendiri.

Jadi ide dolarisasi tidak lain menyatakan negara tsb koloni baru Amerika Serikat.


Friday, March 2, 2018

Teori Chaos


Satu kepakan sayap kupu-kupu yang hidup di Seoul dapat menyebabkan badai di New York beberapa bulan kemudian. Sepertinya hanya ada dalam film. Inilah yang disebut dengan efek kupu-kupu. Efek kupu-kupu dikemukakan oleh seorang ahli meteorologi bernama Edward Lorenz saat meneliti mengenai fenomena cuaca. Dengan tidak mengabaikan objek yang seolah-olah tidak ada hubungannya maupun  tidak beraturan, ternyata dapat menimbulkan hal yang signifikan. Dalam suatu penelitian, efek kupu-kupu memberikan dampak pada teori Chaos. Teori Chaos merupakan suatu teori ilmiah yang menjelaskan adanya suatu keteraturan bahkan dalam hal yang terlihat acak dan tidak stabil. Seperti halnya suatu hal kecil yang dapat menyebabkan akibat besar yang tidak dapat diprediksi , suatu hal yang tidak beraturan juga memiliki aturannya sendiri.

Teori Chaos adalah ilmu tentang kejutan (sesuatu yang tidak dapat diprediksi dan non-linear ). Mengajarkan kita untuk mengharapkan sesuatu yang tidak diharapkan. Berbeda dengan pakem ilmu pengetahuan selama ini  yang berkutat dengan suatu fenomena yang dapat diprediksi seperti gravitasi,energi listrik, reaksi kimua dll. Teori chaos bersinggungan dengan hal yang non-linear yang tidak mungkin dapat diprediksi seperti turbulensi, cuaca, pasar saham, kondisi otak, dll. Fenomena ini seringkali penjelasannya dijabarkan melalui matematika fractal. Yaitu penjelasan matematika untuk pola yang selalu berubah tanpa akhir yang melingkupi kompleksitas alam yang tak terbatas.

Dalam ekonomi terjadi berbagai peristiwa yang dapat diprediksi namun lebih banyak lagi yang tidak. Krismon 1997 di negara-negara Asia tenggara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia ditambah Hongkong dan Korsel bisa termasuk unpredictable crisis. Karena krisis terjadi di tengah optimisme pertumbuhan ekspor yang signifikan. Selama 1990-1996 sebagai contoh nilai ekspor  Malaysia tumbuh  18% per tahun, Thailand 16% per tahun, Singapura 15% per tahun, Hong Kong 14% per tahun, Korsel dan Indonesia 12% per tahun.

Nilai investasi juga mengalami booming hingga pertengahan 1999-an (sebagian besar dibiayai dengan utang). Antara 1990 dan 1995 Gross Domestic Investment tumbuh 16,3% per tahun  di Indonesia, 16% per tahun di Malaysia, 15,3% per tahun di Thailand, dan 7,2% per tahun di Korsel. Sebagai perbandingan pada periode yang sama invetasi di Amerika Serikat tumbuh hanya 4,1% per tahun, dan di negara ekonomi maju hanya tumbuh 0,8% per tahun.


Thursday, February 22, 2018

Money Price

Berapa suplay uang (emas) seharusnya? Beberapa kriteria mengemuka seperti : jumlahnya mesti sesuai dengan populasi (jumlah penduduk), ada juga yang mengatakan mesti sesuai dengan volume perdagangan, atau setara dengan jumlah barang yang diproduksi, untuk menjaga agar harga berada pada level konstan dll. Hanya sedikit yang mengatakan untuk menyerahkannya pada pasar. Tetapi uang emas  berbeda dengan  komoditas lain. Dengan memahami perbedaan ini adalah kunci untuk memahami masalah moneter. Ketika suplay salah satu barang naik, kenaikan ini mengandung manfaat secara umum. Lebih banyak barang dan jasa berarti  standar hidup yang lebih tinggi bagi publik, barang modal yang lebih, berarti standar hidup yang meningkat di masa depan. Penemuan sumber daya alam baru dan subur juga menjanjikan standar  hidup yang baik saat ini dan masa depan.  Tapi bagaimana dengan uang? Apakah bertambahnya suplay uang juga berakibat baik bagi publik secara umum? Barang konsumsi digunakan oleh konsumen ; barang modal dan sumber daya alam digunakan dalam proses memproduksi barang konsumen. Namun uang tidak dikonsumsi (sebagaimana orang mengkonsumsi barang dan jasa). Karena dia berfungsi sebagai alat tukar- yang memungkinkan barang dan jasa berpindah dari seseorang ke orang lain. Pertukaran ini terjadi dalam term money price . Jadi apabila 1 unit televisi bernilai 3 Dinar maka kita katakan bahwa harga dari televisi adalah 3 Dinar. Dalam setiap waktu  semua barang dan jasa dalam ekonomi akan bernilai dengan satuan Dinar atau emas. Sebagaimana yang kita tahu bahwa emas adalah cermin dari barang dan jasa.

Harga daripada uang adalah daya beli dari unit moneter-dalam kasus ini, Dinar. Ini menjelaskan berapa banyak dinar yang diperlukan dalam suatu transaksi, seperti harga satu set televisi menjelaskan seberapa banyak uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan satu set TV.

Jadi apa yang menentukan harga dari uang, jawabannya sebagaimana harga barang dan jasa  berasal dari suplay dan demand produk tsb, maka yang menentukan harga barang dan jasa juga adalah suplay dan demand. Kita semua tahu bahwa apabila suplay telur meningkat, maka harganya akan cenderung jatuh; dan sebaliknya apabila permintaan konsumen terhadap telur meningkat, maka harga akan naik. Hal yang sama juga terjadi pada uang. Apabila suplay uang meningkat maka "harga" atau nilainya akan cenderung rendah, dan apabila permintaan akan uang meningkat maka nilainya pun cenderung naik. Namun apa yang dimaksud dengan permintaan terhadap uang? Dalam kasus telur, kita tahu bahwa permintaan terhadap telur artinya adalah; sejumlah uang yang konsumen ingin membelanjakannya untuk mendapatkan sejumlah telur, ditambah dengan sejumlah telur lainnya yang disimpan dan tidak dijual oleh supplier. Sama kasusnya dengan uang, "permintaan" akan uang berarti sejumlah barang dan jasa yang ditawarkan untuk kemudian ditukar dengan uang (dinar), ditambah uang yang disimpan (uang tunai) dan tidak dibelanjakan dalam waktu tertentu.Dan supplai adalah total  barang yang ada di pasar.

bersambung...