www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Wednesday, February 22, 2017

Yunani Makin Terpuruk setelah Bantuan IMF dan UE


     Yunani adalah sebuah negara di Eropa yang hingga kini mengalami depresi ekonomi. Krisis ini berawal pada akhir 2009 sebagai efek dari krisis ekonomi global di Amerika tahun 2008-2009. Kini setelah 7 tahun mendapatkan bail out (semacam bantuan keuangan dari pihak lain) miliaran Euro situasinya tidak semakin baik sebaliknya bertambah buruk.

Dimitra (73) seorang pensiunan Yunani mengatakan bahwa dia tidak pernah membayangkan dalam hidupnya akan menerima bantuan kupon makanan berupa sejumlah beras, dua kantong pasta, satu keranjang buncis, sejumlah kurma, dan sekaleng susu untuk sebulan. "It had never even crossed my mind" katanya. 

Kini lebih dari setengah dari pendapatannya sebesar 332 Euro habis untuk sewa sebuah apartemen kecil di Atena, sedangkan sisanya untuk membayar tagihan.

Krisis ekonomi global telah memaksa 4 negara Uni Eropa untuk mendapatkan pinjaman internasional. Irlandia, Portugal, dan Siprus mulai bangkit dan memulai kembali ekonominya. Walaupun masih perlu jalan panjang agar mereka benar-benar selamat. Namun Yunani setelah 3 kali mendapat guyuran utang, situasinya jauh lebih buruk.

Dana talangan dari Uni Eropa dan IMF telah menyelamatkan Yunani dari kebangkrutan, namun berbagai syarat pengetatan anggaran dan program reformasi ekonomi telah menggeser ekonomi Yunani dari resesi menjadi depresi. Situasi ini mirip dengan Indonesia pada krismon 1998 yang mendapat bantuan dari IMF dengan syarat Soeharto menandatangani  LoI (Letter of Intent) di bawah tekanan yang berisi 50 poin. Dua poin yang saya ingat adalah BI menjadi lembaga independen atau tidak di bawah pemerintah dan IPTN mesti ditutup.

PM Yunani Alexis Tsipras mengatakan bahwa "Kita semua mesti berhati-hati terhadap negara yang sedang melakukan penjarahan dan terhadap orang yang telah dan sedang melakukan pengorbanan atas nama Eropa" katanya bulan ini.

Yunani bukanlah negara paling miskin di Eropa. Tingkat kemiskinan lebih tinggi di Bulgaria dan Rumania. Namun tahun 2015 Yunani masuk sebagai negara dengan tingkat penurunan materi terparah di Eropa.

Di  food bank tempat Dimitra mengambil jatahnya yang melayani wilayah sentral Atena, jumlah keluarga yang mendapat jatah makanan adalah 11.000 keluarga, naik dari 2.500 keluarga tahun 2012, 6.000 keluarga tahun 2014, dan 5.000 di antaranya adalah anak-anak.

"Kebutuhannya sangat besar, kami tidak tahu sampai kapan kami dapat memenuhi kebutuhan mereka" kata Eleni Katsouli seorang petugas yang melayani mereka.


 

Tuesday, February 21, 2017

Kyrgyzstan wants everyone to have 100 grams of gold

Tolkunbek Abdygulov
National Bank of the Kyrgyz Republic
Secara geografis Kyrgyzstan adalah sebuah negara pecahan Uni Soviet yang terkepung daratan dan terletak antara  China dan Kazakhstan. Belum lama ini melalui Gubernur Bank Sentralnya Tolkunbek Abdygulov memulai sebuah eksperimen agar setiap warga negaranya (total penduduk sekitar 6 juta) memiliki setidaknya 100 gram emas. 

Gubernur mengatakan bahwa "Gold can be stored for a long time and, despite the price fluctuations on international markets, it doesn't lose its value for the population as a means of savings," . "I'll try to turn the dream into reality faster."
Namun sayangnya dia menggesa agar mengalihkan  aset penduduk dari ternak ke emas. Padahal sebagaimana kita tahu ternak termasuk aset riil yang menguntungkan ekonomi khususnya di pedesaan baik untuk konsumsi atau perdagangan. Sisi positifnya Kyrgyzstan mulai menyadari emas sebagai salah satu instrumen moneter. Bank sentralnya juga memproduksi emas batangan dengan variasi berat mulai 1 gr hingga 100gr. Inilah yang mendorong mereka menganjurkan peralihan aset penduduk ke emas. Apabila mimpi Abdygulov terbukti, penduduk negara tsb akan memiliki sekitar 600 ton emas atau kenaikan 30 kali lipat dari cadangan emas negara. 
"Dengan pengalaman kelam pergolakan krisis ekonomi tahun 1990-an hingga kegagalan perbankan dalam dekade terakhir, emas sepertinya menjadi jaring pengaman. Bagi Kyrgyzstan, emas menjadi instrumen  investasi alternatif . Perbankan nasional menjamin likuiditas emas--kami tidak hanya menjual (emas), tetapi juga membeli kembali emas yang kami cetak dan kami jual." tambah kang Abdygulov.
Pemerintah Kyrgyz memutuskan untuk menaikkan porsi emas dalam cadangan devisanya sebesar 10% dari total devisa sebesar 2 Miliar Dollar AS. Dengan produksi sebesar 20 ton per tahun, bank sentral menggunakan mata uang mereka Som untuk membeli tambang emas lokal, yang dapat mereka jual ke ke luar negeri sewaktu-waktu. Abdygulov master dari Nagoya University dan University of North Texas  sudah menghitung kenaikan produksi dalam jangka waktu ke depan.

Monday, February 20, 2017

Deficits Must Be Finance

King World News - James Turk - The U.S. May Be About To Make Real Money (Gold & Silver) Great Again!       Jelas defisit memerlukan
biaya. Tahun lalu defisit neraca perdagangan AS mencapai 0,5 Triliun Dollar , dan kendala yang dihadapi bung Trump adalah kuatnya Dollar, minimnya tabungan nasional, dan utang nasional AS sebesar 20 Triliun Dollar atau 100% dari GDP. Lemahnya permintaan barang dan jasa AS (karena dollar terlalu tinggi) dan berkurangnya anggaran akibat pemotongan pajak menyebabkan pemerintah AS mesti menutup defisit anggaran segera. Di satu sisi Trump telah menuduh mitra dagang utama mereka yaitu Cina, Jepang, dan Jerman melakukan perang mata uang dengan melemahkan nilai mata uang mereka terhadap Dollar untuk mendapatkan keuntungan perdagangan dengan AS, namun di sisi lain AS minta bantuan kepada mereka untuk mengatasi utangnya. Masalahnya adalah Amerika berada dalam kondisi konsumsi yang lebih besar daripada apa yang mereka bisa produksi (ini salah satu ekses dari kuatnya nilai Dollar sehingga kalah dagang dengan negara lain), sehingga tata dunia baru yang terjadi adalah negara kreditor terbesar dunia malah tergantung kepada musuhnya.

Setidaknya Trump mesti bercermin pada sejarah ketika AS menjadi negara adidaya pada paruh       pertama abad 20. Yaitu pasca Great Deppression 1932 dan Perang Dunia ke dua ketika dunia ramai-ramai membeli produk manufaktur, makanan, peralatan perang AS yang surplus. Begitu pula pasca perang Vietnam Amerika mengalami kenaikan aktivitas ekonomi. Namun kini situasinya berbeda AS mesti mencari finansial untuk menutupi defisitnya, yang kondisinya mendekati tahun 1970-an ketika Hyperinflasi merajalela akibat pencetakan uang kertas yang massif menggantikan sistem moneter berbasis emas. Hari ini rakyat Amerika bisa saja kembali mengalaminya. Bagaimanapun Amerika mengalami underinvested  sumber daya fisik dan manusia. yang menyebabkan konsumsi yang berlebih dalam ekonomi.

Secara geopolitik pelemahan ekonomi Amerika bermakna destabilisasi. Cina sebagai ancaman utama AS mencoba menjadi altenatif. Mengandalkan pasarnya yang besar, Cina mencoba mengambil keuntungan dari sistem pasar bebasnya yang memberi finansial kepada negara-negara untuk infrastruktur yang mereka butuhkan. Sebagai negara yang hanya 2% dari cadangan devisanya dialihkan ke emas, Cina telah mempunyai 1.833 ton emas naik 600 ton sejak tahun 2003, menjadikan Cina sebagai negara terbesar ke 6 dunia pemegang cadangan emas. Kebijakan Cina ini tentu untuk mengurangi risiko dari nilai Dollar. Maka bagi Trump emas juga akan menjadi hedging dari potensi global disorder dari kebijakan yang diambilnya yang berpotensi membenturkan antara negara dengan negara, konsumen dan produsen, kreditor dan debitor. Emas adalah pengaman klasik ketika 2/3 negara dunia memiliki aset dalam denominasi uang kertas yang mana bank sentralnya akan terus memainkan kebijakan yang mengarah pada penurunan nilai mata uang itu sendiri.

sumber : John Ing (King World News)

Wednesday, January 18, 2017

Hoax : Ternyata Trump pun Melakukannya

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal akhir pekan ini, Trump mengatakan "the US dollar was, “too strong.”  “Our companies can’t compete with them [Chinese companies] now because our currency is too strong. And it’s killing us.” ( Dollar Amerika terlalu kuat, perusahaan kita tidak dapat bersaing dengan Cina karena mata uang kita terlalu kuat, dan itu membunuh kita)
Media-media mainstream Amerika pun dengan serempak menurunkan berita serupa :
Financial Times menurunkan headline  "Trump Team Shifts Further from Strong-Dollar Policy"
CNBC :  "Trump Just Signaled the Death of Clinton-Era Strong-Dollar Policy"
Marketwatch : "Trump Is Waving Adios to the Longstanding 'Strong-Dollar Policy'"

Pernyataan ini memicu Dollar jatuh ke level terendahnya dalam sebulan ini, dan sebaliknya memicu kenaikan emas internasional untuk sementara dari level $1.143 ke angka $ 1.215.

Pertanyaannya adalah? Kenapa Trump mesti menegaskan "Dollar is too strong" di awal kepemimpinannya, menegaskan sesuatu yang sudah ada sejak jaman Clinton.

Kamuflase

Yang dilakukan Trump saat ini adalah kamuflase. Benarkah alasan Trump nilai Dollar yang terlalu kuat akan menyebabkan lemahnya daya saing dagang Amerika dengan Cina, sehingga Dollar perlu dilemahkan? Tidak. Alasanya sebenarnya adalah sebagai penganut pro - utang (jangka panjang) dan dengan kondisi utang AS yang menggunung (tertinggi di dunia) saat ini, maka perlu kebijakan monetisasi utang atau dengan kata lain memperlemah nilai mata uang utama dunia dan AS yaitu Dollar untuk memenuhi nafsu berutang presiden Trump dan menguntungkan AS dengan tumpukan utangnya. Dengan nilai Dollar yang lemah proses kebijakan utang dan pembayaran utang akan lebih menguntungkan. Inilah yang sedang dimainkan oleh Trump.

Jadi alasan Trump untuk melemahkan nilai Dollar agar dapat bersaing dengan Cina adalah tidak benar, ini hanya kamuflasi dari alasan sebenarnya yang tidak populer.

Wednesday, December 14, 2016

In Memoriam Safran

Foto polisi menggendong dua buah hatinya.
Ahad pagi 4 Desember 2016 lalu saya coba browsing tentang momen  2/12 di monas. Setelah puas membaca, entah mengapa saya masuk ke situs berita yang jarang saya buka. Disana ada berita pesawat polisi jatuh sabtu 3/12. Langsung terlintas di kepala saya nama salah seorang teman, Safran, seorang pilot Polri. Cuma saya tidak yakin sebab setahu saya dia bawa helikpoter, sedangkan yang jatuh pesawat. Namun saya ikuti terus beritanya, sontak saya melihat foto di samping yang dimuat di situs tsb.


Reflek saya bergumam, "kayak Safran...". Namun saya belum begitu yakin, saya terus menyelesaikan membaca. Ketika menemukan namanya di daftar penumpang,  saya kaget. Berbagai perasaan campur aduk datang silih berganti, kaget, sedih, tidak percaya dll. 

Bagaimana tidak kaget, Rabu 30 November atau 3 hari sebelum jatuhnya pesawat saya masih sempat main tenis melawan almarhum di lapangan Timah kelapa dua. Skornya cukup ketat 8-7. Setelah selesai tenis dia mampir di warung dekat lapangan. Saya jarang mampir ke warung setelah main, namun karena saya melihat dia nongkrong disitu saya hampiri. Saya memperlihatkan koin Dinar kepadanya. Karena memang sebelumnya dia tertarik dengan Dinar. Ketika saya perlihatkan Dinar, saya diserbu berbagai pertanyaan, pertanyaannya bagus-bagus, dan saya jawab sebisanya. Dari tema Dinar, obrolan beralih ke tema pesawat dan helikopter, karena dia pilot gantian saya serbu dia dengan berbagai pertanyaan, dan dengan sabar meladeni pertanyaan-pertanyaan orang awam seperti saya. Yang menarik adalah dalam obrolan santai sekitar 20 menit itu seingat saya almarhum menyebut kata takdir lebih dari tiga kali. Ini setelah temanya mengkerucut tentang kecelakaan pesawat. Setiap menjelaskan berbagai kasus populer kecelakaan pesawat di negeri ini, dia selalu menutup dengan kata-kata. "Tapi itu sudah takdir mas...." sambil matanya menatap lurus ke depan.

Saya hanya mengenalnya di lapangan tenis atau masjid dekat rumah. Namun dari interaksi yang terbatas itu saya mengenalnya sebagai orang yang pendiam, bicara hanya seperlunya,  memperhatikan pendidikan agama, dan  humoris. 

Malamnya saya takziah ke rumahnya bersama teman-teman tenis. Ayah dan istri almarhum terlihat tabah menghadapi musibah ini. Istrinya seorang anggota Brimob bermarga Siregar yang malam itu berbalut hijab syari terlihat terlihat tegar. 

Dan cukuplah kematian itu sebagai peringatan....
Semoga Allah menerima semua amal soleh almarhum dan memberi nikmat surga.