www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Tuesday, October 16, 2018

Dinar New Record

Hari ini harga Dinar mencapai nilai tertinggi di harga Rp2.384.059. Kenaikan harga emas Internasional pada kamis (11/10) pekan lalu dipicu oleh pelepasan surat berharga secara masif baik di AS maupun global pada hari Rabu (10/10)dan Kamis (11/10) lalu seiring dengan pelemahan nilai Dollar Internaisonal. Tentu saja kenaikan harga emas internasional ini juga berdampak terhadap kenaikan harga Dinar.  Kondisi internasional ini diperparah dengan kondisi domestik dimana nilai Rupiah yang tidak kunjung bangkit dari level Rp15.000.

Pertanyaan selanjutnya adalah what next? Kemana arah pergerakan harga emas atau Dinar di kwartal terakhir. Salah satu faktor yang perlu dicermati adalah perang dagang antara AS dan Cina. Sampai saat ini bisa dibilang AS berada di pihak yang kalah, seiring dengan kenaikan defisit perdagangan berjalan negeri paman Sam ini tahun 2018 senilai $779 miliar, sebuah angka yang fantastis. Dan nilai ini cenderung naik, seiring kebijakan AS yang  terus menaikkan suku bunga the Fed dan menambah belanja militer.

Oleh karena itu nilai Dollar masih terus bisa mengalami pelemahan, yang  tentu menaikkan harga emas. Prediksinya kwartal terakhir tahun ini harga emas dan dinar secara average masih cenderung naik.Wallahu 'alam.

Thursday, August 30, 2018

Jerman mengajak Eropa bersatu lawan AS

Menlu Jerman Heiko Maas menyerukan untuk membentuk sistem pembayaran internasional baru yg bebas dari campur tangan pemerintah AS. Menulis di harian Jerman Handlesblatt Maas menyatakan bahwa Eropa tidak seharusnya membiarkan AS to act over our heads at our expense.Dia melanjutkan dengan alasan tersebut adalah penting untuk memperkuat otonomi Eropa dengan  membangun sistem pembayaran yg independen dari Amerika, mendirikan Dana Moneter Eropa, dan membangun Independent Swift System

Gold for Tech-Sector

Ada kenaikan permintaan emas dalam sektor tekhnologi menurut World Gold Council terutama dalam elektrifikasi kendaraan di masa depan. Emas adalah logam yang lembut, lentur, dan karenanya mudah dipasang di jaringan yg amat kecil. Sehingga emas luas digunakan dalam aplikasi elektronik.

Di saat permintaan emas global turun 4% pada kwartal kedua tahun 2018, namun permintaan emas untuk sektor teknologi (tech-sector) naik 2% di angka 83,3 ton pada periode yg sama menurut World Gold Council. Permintaan emas untuk tech-sector tercatat 380 ton rata2 per tahun selama satu dekade terakhir, untuk penggunaan di smartphone, semi konduktor dan green energy. Sejumlah analis mencatat rancangan kendaraan berbasis listrik akan menjadi faktor utama permintaan emas di masa depan. Sumber : kitco.com

Monday, August 13, 2018

Venezuela mulai Beralih ke Emas

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan akan mulai menjual sertifikat dengan jaminan emas sbg mekanisme tabungan mulai bulan depan. Sertifikat ini dijamin dengan emas 1.5 gr dan 2.5 gr sebagai sarana bagi pensiunan dan yg lainnya untuk menyimpan uang dan kredit pembelian mobil dan produk lainnya.Penggunaan emas dimaksudkan sebagai alat yg stabil bagi rakyat Venezuela untuk menjaga nilai uang mereka yg terus berkurang, mengingat  inflasi di negara sosialis itu telah mencapai di atas 100.000%. Pada awal bulan ini Nicholas Maduro melakukan  devaluasi mata uang hingga 95% dan menaikkan upah minimum hingga 3.000%  sumber : bloomberg.com

Thursday, June 28, 2018

Waqf Chain

Sebagai next step technologi dari internet, blockchain berperan penting dalam distribusi nilai sosial ekonomi, termasuk instrumen keuangan Islam seperti wakaf. Perusahaan financial technology yang berbasis di Singapura, Finterra telah menggunakan tekhnologi blockchain untuk memanfaatkan sejumlah besar aset atau lahan "menganggur" di dunia Islam. Perusahaan tsb telah membangun platform yang secara sosial, ekonomi, dan moral layak untuk pengembangan aset wakaf global melalui crowdfunding (salah satu instrumen blockchain) di bawah regulator yang ketat. "Melalui tekhnologi ini para pelaku wakaf (wakif), dewan wakaf, bahkan individu akan lebih mudah membangun dan menyadari nilai moneter dari aset wakaf yang mereka miliki (wakaf produktif) yang akan memberi manfaat masyarakat yang menjadi objek wakaf " kata Hamid Rashid pendiri dan CEO Finterra.

Arab saudi adalah salah satu negara yang akan menggunakan  blockchain dalam pengelolaan aset wakaf mereka. Saat ini ada 124.000 aset wakaf yang belum bersertifikat, sehingga blockchain akan melakukan develop, re-develop, dan membangun proyek baru berdasar smart contract yang sesuai syariah . Untuk menyambut peluang tekhnologi ini  Bizwings Production House telah menggelar konferensi blockchain pertama di Arab Saudi dengan judul Decoding Blockchain KSA 2018 23-24 April lalu.  Konferensi ini menjadi ajang membangun network dengan perusahaan fintech dan blockchain ternama dunia yg sedang bereksplorasi dalam distributed ledger economy.

sumber : eyeofriyadh.com