www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Wednesday, May 28, 2014

Krismon Mei 1998-???

Malcolm X pernah berkata " History is a people's memory, and without  a memory, man is demoted to the lower animal." Mumpung masih bulan Mei, mari simak apa yang terjadi 16 tahun lalu ketika terjadi pergantian pemimpin di negeri ini pada 21 Mei 1998. Krisis politik itu berawal pada 14 Agustus 1997 ketika Rupiah terjun bebas setelah pemerintah menerapkan kebijakan nilai tukar mengambang bebas. Kendati ini mendapat pujian IMF, namun Rupiah terus melorot hingga mencapai titik terendah pada bulan-bulan berikutnya, hingga akhirnya pemerintah resmi melakukan perjanjian dengan IMF pada akhir Oktober 1997. 

Setelah menganut sistem nilai tukar tetap pada 1964, sistem nilai tukar mengambang terkendali pada 1978, dan sistem nilai tukar mengambang bebas pada 1997 hingga kini, nilai Rupiah terus mengalami kemunduran. Pada setiap pergantian sistem selalu di awali dengan jatuhnya nilai Rupiah. Pada awal sistem nilai tukar tetap tahun 1964 Rupiah di patok Rp 250/USD, kemudian pada awal sistem mengambang terkendali nilai Rupiah mengalami devaluasi Rp 625/USD, dan pada awal nilai tukar mengambang bebas Rupiah bernilai Rp 2.955/USD, dan makin jatuh hingga Rp16.800/USD pada Juni 1998. 

Hingga kini sistem nilai tukar yang sama masih berlaku, dan ancaman terhadap Rupiah masih terus ada. Terlebih ketika terjadi krisis finansial seperti yang melanda Asia tahun 1997.

Salah satu akibat nyata dari krisis moneter adalah lajunya inflasi pada krisis 1998, sebagaimana grafik di bawah ini :




Bulan
 Makanan
Perumahan
Pakaian
Kesehatan
Pendidikan, rekreasi, olahraga
Transportasi dan Komunikasi
Umum 
April
 8.79
1.96 
5.08 
0.36 
0.27 
 2.72
6.96 
M e i
 5.09
4.31 
10.24 
3.42 
0.00 
26.68 
 4.70
 J u n i
 8.18
 1.10
9.21 
0.26 
7.33
-4.54 
4.19 
 J u l i
 10.08
5.81 
8.02 
14.79 
0.97 
0.26 
7.67 
Agustus
 8.91
2.53 
-3.66 
4.16 
4.65 
1.98 
5.19 
September
 9.80
1.96 
-0.96 
1.38 
0.57 
0.95 
4.83 
Oktober
 -4.54
-0.22 
4.54 
0.46 
0.00 
0.19 
-1.41 
November
 2.33
-0.01 
0.02 
1.07 
0.00 
-0.13 
1.12 
 Desember
 3.63
-0.81 
0.88 
0.00 
0.32
0.00
1.34 

Tuesday, May 20, 2014

Emas: Mengalir dari Barat ke Timur


  
Di dalam pasar emas internasional banyak sekali aliran emas yang mengalir dari Barat ke Cina dan kemudian menuju Timur Tengah dan India dengan menjadikan Swiss sebagai persinggahannya.

Akhir April lalu Swiss merilis nilai impor-ekspor pada kuartal pertama tahun ini. Lebih banyak emas yang masuk ke Swiss dibanding yang keluar. Mungkin karena Swiss adalah tempat yang aman untuk menyimpan asset terutama emas, tetapi sebagian besar hanya numpang lewat saja.  Menurut data tersebut ekspor emas ke Swiss adalah 80% dibanding impor emas. Tahun lalu nilainya adalah 90% dan tahun sebelumnya adalah 70%. Tetapi yang menarik adalah dari mana aliran emas itu berasal dan kemana perginya.

Lebih dari 50% atau sekitar 270 ton dalam 3 bulan pertama tahun  ini, berasal dari Inggris. Proyeksi tahunannya sekitar  2.150 ton  emas dari negara-negara barat singgah di Swiss, dimana setengahnya berasal dari luar Inggris. Sebagai perbandingan tahun 2013 jumlahnya lebih tinggi yaitu 2.777 ton yang singgah di Swiss, dan 2012 sedikit lebih rendah yaitu 1.570 ton, turun dibanding 2011 sejumlah 1.819 ton. Darimana saja emas itu berasal, simak grafik dibawah ini :

 

Tetapi yang lebih menarik adalah kemana perginya emas itu tersebut? 438 dari 537 ton, atau sekitar  82% dari emas yang singgah di Swiss dalam 3 bulan terakhir, pergi menuju Asia, India, dan Timur Tengah.  281 ton, atau 52% sendiri pergi menuju Hong Kong dan Cina daratan.

http://3.bp.blogspot.com/-yAplHF8Uaco/U2CBI9mw3LI/AAAAAAAAF3M/ZeDvoUn8GaY/s1600/suisse-gold-exports.png

Hal ini tidaklah mengagetkan karena ada pergeseran kepemilikan emas dari Barat ke Asia dan Timur Tengah, dan ini sudah berjalan cukup lama sebagaimana kutipan berikut :
http://4.bp.blogspot.com/-kNlINTsob7o/U2CpTqsGi2I/AAAAAAAAF3k/NJbaPUPxn6I/s1600/gold_fixing_history.png
sumber : http://fofoa.blogspot.com/2014/04/eastbound-and-down.html

Danai Penjara ‘Israel’, Bill Gates Berkilah

Para aktivis berdemonstrasi di depan kantor Yayasan Gates agar yayasan tersebut menarik investasinya dari G4S yang bekerja sama dengan penjajah zionis 'Israel. Foto: Electronic Intifada

Para aktivis berdemonstrasi di depan kantor Yayasan Gates agar yayasan tersebut menarik investasinya dari G4S yang bekerja sama dengan penjajah zionis ‘Israel. Foto: Electronic Intifada

AL-QUDS TERJAJAH, Kamis (Electronic Intifada): Ribuan orang turun berdemonstrasi ke jalan-jalan di Palestina pekan lalu untuk membela nasib 5.000 tahanan politik Palestina yang berada di penjara penjajah zionis ‘Israel’. Demonstrasi tersebut juga merupakan aksi solidaritas bagi tahanan politik Palestina yang ditahan di berbagai penjara dunia, mulai dari Buenos Aires hingga Brussels.
Ribuan orang itu berkumpul di depan markas G4S di London, perusahaan keamanan swasta yang membantu penjajah zionis ‘Israel’ menjalankan sistem penjara. Protes juga digelar di depan kantor-kantor Yayasan Bill dan Melinda Gates di London, Johannesburg, dan Seattle. Yayasan Bill dan Melinda Gates adalah yayasan amal terbesar yang berinvestasi sebanyak 170 juta dolar Amerika di perusahaan G4S.

Salinan petisi yang ditandatangani lebih dari 11.500 orang menyatakan bahwa saham Yayasan Gates di G4S membuatnya terlibat pula dalam sistem penjara ‘Israel’ beserta penyiksaan dan ketidakadilan yang ada di dalamnya. Petisi tersebut menyatakan, Yayasan Gates tidak menunjukkan kesesuaian slogan mereka bahwa “setiap kehidupan memiliki nilai yang sama” dengan berinvestasi di G4S.

Yayasan Gates Berkilah
Yayasan Bill dan Melinda Gates berkilah dengan mengatakan bahwa investasi mereka di perusahaan G4S adalah entitas terpisah dari Yayasan Gates. Strategi investasi tersebut ditetapkan oleh manajer investasi. Padahal, jelas-jelas tertulis dalam kebijakan investasi mereka bahwa, “Ketika menginstruksikan manajer investasi, Bill dan Melinda juga mempertimbangkan isu-isu lain di luar keuntungan perusahaan, termasuk nilai-nilai yang dianut yayasan.”

Dalam kebijakan investasi juga dijelaskan wilayah yang tidak akan diinvestasikan oleh Yayasan Gates, seperti perusahaan yang memiliki aktivitas mengerikan. Padahal, G4S telah menunjukkan kegiatan mengerikan mereka, seperti mendukung aktif penyiksaan manusia di penjara Palestina, di penjara Afrika Selatan, di sistem migrasi dan deportasi Inggris, serta berbagai pelanggaran lainnya.
Demonstrasi dan seruan agar G4S mengakhiri kerja samanya dengan sistem penjara penjajah zionis ‘Israel’ terus meningkat menjelang rapat umum pemegang saham yang akan diadakan pada 5 Juni mendatang. * (Electronic Intifada)

 http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=13327