www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Monday, August 14, 2017

Redenominasi dan Reorientasi

Image result for redenominasi
Bicara masalah Redenominasi memang sensitif tapi perlu. Seringkali isu ini disandingkan dengan Sanering. Bedanya Redenominasi lebih kepada penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengurangi daya beli, sedangkan Sanering adalah pemyederhanaan nilai mata uang disertai dengan pengurangan daya beli.

Pemerintah berencana melakukan Redeniminasi dengan menghilangkan tiga angka nol di belakang Rupiah. Uang pecahan Rp100.000 jadi Rp100, Rp10.000 jadi Rp10 dst.


Contoh Redenominasi : 
Sebelum Redenominasi harga semangkok bubur ayam Rp 10.000,-
sedangkan setelah  Redenominasi harga semangkok bubur ayam  Rp 10,-
Nilai Rupiah berubah (penyederhanaan nilai) tapi daya beli tidak berubah.

Sedangkan contoh Sanering :

Sebelum Sanering harga 1 liter bensin Rp 10.000 
Setelah Sanering  uang Rp 10 hanya bisa untuk membeli 0.001 liter bensin.
Nilai Rupiah berubah begitu juga daya belinya.

Sanering dilakukan ketika ekonomi sedang tidak stabil, sedangkan Redenominasi dilakukan ketika ekonomi stabil.
Salah satu yang berhasil dalam melakukan redenominasi adalah Turki dengan mata uang Lira .
Turki melakukan redenominasi lewat beberapa tahap. Tahap pertama, mata uang TL (Lira lama) dan YTL (Lira baru) tetap beredar secara simultan selama setahun. Setelah setahun, mata uang TL akan ditarik. Waktu setahun ini bertujuan agar warga memiliki waktu leluasa menggantikan TL ke YTL.
Pada tahap kedua, seperti di banyak negara, setelah beberapa tahun, mata uang YTL dikembalikan menjadi TL. Dengan kata lain, penggunaan TL dengan angka nominal baru dipulihkan.
Untuk membantu pengenalan mata uang baru dan untuk menghindari kebingungan dalam proses penggunaan YTL dari TL, dua mata uang dengan daya beli serupa itu dicetak dalam warna dan desain serupa. Misalnya, desain dan warga mata uang 1 YTL sama dengan 1.000.000 TL.
alah satu negara yang tergolong relatif sukses melakukan redenominasi adalah Turki, seperti tertulis dalam makalah The National Currency Re-Denomination Experience in Several Countries—a Comparative Analysis” oDuca Ioana, dosen dari Titu Maiorescu University Bucharest, Romania.
Romania juga tergolong sukses melakukan redenominasi sehubungan dengan niatnya bergabung dengan zona euro. Steve Hanke adalah ekonom AS yang pernah mencoba menerapkan redenominasi pada akhir Orde Baru di Indonesia, tetapi batal. Namun, dia mengajari Bulgaria melakukan redenominasi yang tergolong berhasil.
Juga dalam rangka persiapan memasuki keanggotaan Uni Eropa, walau agak berat, Turki memutuskan redenominasi pada tahun 1998.
Setelah persiapan tujuh tahun, mulai 1 Januari 2005, pada awal tahun anggaran, Turki melakukan redenominasi terhadap lira. Redenominasi dilakukan di awal tahun anggaran dengan tujuan agar semua catatan pembukuan keuangan negara dan perusahaan langsung menggunakan mata uang baru dengan angka nominal yang lebih kecil.

Masalah krusial yang terjadi pada proses Redenominasi menurut Muhaimin Iqbal (geraidinar.com 04/08/2010) adalah reorientasi nilai, orientasi di otak kita telah terbiasa dengan angka-angka besar.  Ketika angka-angka tersebut berubah menjadi kecil, kita harus melatih otak kita untuk terbiasa dengan angka-angka yang menjadi kecil ini. Nampaknya mudah, tetapi karena ini harus terjadi secara massal bagi seluruh pengguna Rupiah – maka diperlukan sosialisasi yang efektif.

Apa dampaknya bila Reorientasi nilai tidak berjalan efektif ?, harga-harga bisa kacau. Misalnya si embok tukang bayem biasa menjual satu ikat bayemnya Rp 2,500,-. Dalam mata uang Rupiah baru angka tersebut seharusnya menjadi Rp 2.5,- tetapi dibenak si embok menyatakan bahwa angka Rp 2.5 ini terlalu kecil, maka dinaikanlah harga bayem dinaikkan menjadi Rp 3,-. Tanpa sadar Anda sebagai pembeli-pun meresponse angka Rp 3 tersebut dapat diterima karena lebih mudah membayarnya – dan terasa kecil oleh Anda. Maka apa yang terjadi sesungguhnya adalah inflasi 20% terhadap harga bayem.

Begitu pula harga dinar misalnya saat ini 1 Dinar Rp 2.160.000,- setelah redenominasi harga dinar menjadi Rp 2.160,- . Kita yang selama ini terbiasa dengan nilai dinar yang tinggi, akan menganggap harga dinar terlalu rendah, maka ini akan merangsang penjual (bahkan juga pembeli) melakukan reorientasi nilai terhadap dinar. Dan ini sifatnya sementara sebelum publik mulai terbiasa dengan orientasi nilai yang sebenarnya.
Jadi baik produsen, pedagang mapun konsumen harus membiasakan kembali response otomatisnya yang akurat terhadap harga atau nilai barang-barang yang wajar – inilah Reorientasi yang saya maksud.

Terkait efek redenominasi terhadap harga Dinar atau emas sendiri tidaklah signifikan. Sebab harga dinar dan emas dipengaruhi oleh 3 faktor, pertama harga emas internasional, kedua nilai tukar Rupiah dan Dollar, dan ketiga harga emas Jakarta yang diwakili logam mulia. Daru tiga faktor di atas yang paling berpengaruh signifikan adalah poin pertama yang perannya lebih banyak dimainkan oleh pasar emas Amerika dan Eropa. 

Jadi selagi proses redenominasi berjalan normal harga Dinar atau emas tidak terpengaruh signifikan, kecuali proses redenominasi ini gagal sehingga memicu inflasi yang signifikan disebabkan salah satu orientasi nilai yang salah atau bahkan tuduhan rakyat kepada pemerintah adanya force inflation atau inflasi yang dipaksakan, maka nilai Dinar bisa naik signifikan karena nilai Rupiah justru makin terpuruk pasca redenominasi. wallahu 'alam. 

Thursday, June 8, 2017

Ekspansi Kredit dalam Sejarah Krisis AS

http://kingworldnews.com/wp-content/uploads/2017/06/KWN-Stoferle-III-662017.jpg

Ketika resesi terjadi maka bank sentral meningkatkan kredit untuk mengatasi krisis. Namun ekspansi kredit yang meningkat tidak selalu menyelesaikan krisis. Tabel di atas adalah situasi resesi dan depresi dalam sejarah Amerika dan durasi ekspansi kredit oleh bank dalam hitungah bulan untuk menyelesaikan krisis.

Wednesday, June 7, 2017

Dalang Krisis Qatar

      Ada sebuah gerakan namanya Zionisme. Sejak tahun 1717 M gerakan ini menggeliat dengan tujuan mempersatukan Yahudi di seluruh dunia. Gerakan ini memiliki semboyan satu bahasa ialah bahasa Yahudi, satu bangsa  ialah bangsa Yahudi, dan satu tanah air ialah tanah air Yahudi.
      
      Karena tujuan zionis begitu jelas, maka dia tidak menghendaki adanya persatuan bangsa lain terutama bangsa Arab khususnya dan umat Islam pada umumnya. Setiap satu langkah kemajuan persatuan Arab dan Islam berarti langkah-langkah mundur bagi persatuan Yahudi. Maka setiap potensi mesti di antisipasi, dan setiap ancaman mesti diamankan.

         Dalam sejarah runtuhnya khilafah Utsmani tahun 1924, Zionis adalah aktor utamanya. Kaum Yahudi memahami bahwa persatuan Islam atas dasar kesamaan Aqidah dan Syariat Islam adalah faktor utama kokohnya khilafah Utsmani. Maka yang dilakukan adalah memecah belah barisan muslimin dengan menghembuskan faham kebangsaan kepada bangsa-bangsa Arab agar memisahkan dari dari khilafah Turki Utsmani. Maka terjadi pertikaian internal antara bangsa-bangsa Arab yang terbakar semangat kebangsaannya melawan orang-orang Turki. Konspirasi asing juga berhasil menarik Khilafah Utsmani terlibat dalam Perang Dunia I (1914-1918) bergabung dengan Jerman dan Austria sedangkan suku-suku bangsa Arab bergabung dengan Inggris, Perancis, dan Rusia (Irena Handono,2008). Dan yang keluar menjadi pemenang adalah Zionis.

         Maka pecahnya persatuan antara Qatar dengan Arab Saudi, UEA, Bahrain, Mesir dll beberapa hari ini adalah sinyal sebuah potensi  dan ancaman bagi gerakan Zionis. Rencana ini sudah lama, jauh sebelum KTT Islam-Arab-AS di Riyadh 21 Mei 2017. Dan tentu membuat Qatar kaget begitu cepatnya kawan menjadi lawan, maksudnya adalah Amerika dengan homebase military terbesar di timteng ada di Qatar.


Friday, March 17, 2017

Goldman Sachs berhasil Akuisisi Depkeu AS

Image result for GOLDMAN SACHS WHITE HOUSE
Sejumlah alumnus  Goldman Sachs menduduki posisi penting di departemen keuangan di bawah kepemimpinan presiden AS Donald Trump. Goldman Sachs adalah perusahaan keuangan multinasional asal AS. Setelah Steven Mnuchin menjadi mentri keuangan dan Gary Cohn sebagai direktur Dewan Ekonomi Nasional keduanya adalah mantan eksekutif di Goldman Sachs. Kini James Donovan seorang bankir Goldman Sachs akan segera diangkat sebagai deputi mentri keuangan.

Gedung putih juga menyebut nama David Malpass, mantan pejabat pada pemerintahan Reagan dan George H.W. Bush sebagai wakil menteri keuangan bidang urusan internasional. Malpass adalah ekonom bank investasi Wall Street Bear Stern sesaat sebelum krisis AS tahun 2008. Dia juga dikenal sebagai penasihat ekonomi kampanye Trump.

Goldman Sachs adalah perusahaan yang bertanggung jawab dalam krisis subprime mortgage  tahun 2007-2008 dan mengambil keuntungan sejumlah US$ 4 miliar dollar dari sebuah "perjudian" bahwa suprime-market kolaps. Intinya Goldman Sachs adalah perusahaan judi berkedok istilah-istilah  yang keren seperti investmen banking, securities firm, hedge funds dll. Merekalah yang kini ada di sekeliling Donal Trump.

Thursday, March 2, 2017

Perseteruan Indonesia & Freeport .


FILE: Trucks operate in the open-pit mine of PT Freeport's Grasberg copper and gold mine complex near Timika, in the eastern region of Papua, Indonesia on Sept. 19, 2015 in this photo taken by Antara Foto. Perusahaan tambang emas terbesar asal AS Freeport McMoran menghentikan operasinya di Papua Barat Indonesia setelah bersitegang dengan pemerintah Indonesia terkait dengan kontrak berjangka 30 tahun. Mereka menilai pemerintah Indonesia mengenakan regulasi tambang yang over protectionist.

Freeport menghentikan produksinya secara tiba-tiba pada 10 Februari lalu dan memberhentikan 10% dari pekerja asingnya. Sedangkan 32.000 pekerjanya adalah WNI dimana 12.000 diantaranya adalah full timer. Pembekuan produksi ini sebagai akibat perseteruan dengan Indonesia, karena pemerintah mengenakan regulasi tambahan untuk Freeport sebagai upaya menambah pendapatan.dari kekayaan sumber daya alamnya.Freeport membalas langkah ini dengan megancam akan membawa masalah ini ke arbitrase internasional dan menuntut pemerintah Indonesia.

Pengamat di Papua dan Jakarta mengkhawatirkan langkah penutupan ini bisa menimbulkan krisis lokal ekonomi dan menyulut ketidakstabilan keamanan terkait OPM yang ingin merdeka. Menurut laporan internal Freeport  tahun 2015 sebesar 36% pekerja full time Freeport asli Papua.

Eksistensi Freeport di Indonesia kembali ke masa Soeharto dimana pemerintah RI menandatangani kontrak pengelelolaan lahan tambang seluas 250.000 hektar di Papua Barat tahun 1967.
Masalah saat ini bermula dari regulasi tambang tahun 2009, dimana Freeport perlu membangun smelter senilai $2,9 Miliar (untuk mengolah bahan tambang ke proses selanjutnya dari hanya sekedar bahan mentah) dan melepas sebagian besar sahamnya ke pemerintah Indonesiadalam jangka waktu 10 tahun.

Freeport beralasan karena kontrak yang saat ini sedang berjalan hingga 2021, maka aturan di atas belumlah berlaku, sedangkan mentri tambang dan energi Jonan ingin agar regulasi 2009 segera diberlakukan dalam rangka "special business license".

Baik Freeport maupun pemerintah RI menyadari adanya kerugian moneter dari perseteruan ini.Namun pihak pemerintah menegaskan syarat-syarat tersebut untuk kelanjutan kerjasama ke depan. Di tengah pasar komoditas global dan  harga bijih besi dunia yang sedang menurun. Ini memang sebuah pilihan sulit.







Tuesday, February 28, 2017

Swiss Gold Imports and Gold Exports

    Fokus ke Swiss sebagai salah satu pusat perdagangan emas di Eropa. Berikut data bulanan Ekspor, Impor, dan Net Import-Ekspor selama 2 tahun terakhir hingga Januari 2017. Dari sisi Impor bulan Januari ini senilai 197 ton, tertinggi di antara bulan-bulan lainnya tahun 2016 kecuali Desember 2016. Sedangkan impor Januari 2017 senilai 121 ton sehingga net import-ekspor 77 ton. 

Sedangkan asal negara yang mensuplai kebutuhan emas Swiss (impor) masih didominasi Inggris sejumlah 84 ton atau 43% dari total impor emas Swiss. Dan negara-negara lain yang dominan adalah AS, Uni Emirat Arab, dan Hongkong.
 
Selanjutnya dari sisi ekspor negara tujuan suplai emas Swiss di dominasi oleh Asia yaitu India, Hongkong, Cina, Singapura dan Thailand. Kelima negara itu  mencakup 77% ekspor emas Swiss. Dan Jerman berada di urutan ke enam.
 
Ini menjadikan Swiss sebagai salah satu hub perdagangan emas tersibuk di Eropa .


Monday, February 27, 2017

Peralihan Aset



.
   Ada satu hal menarik mengamati pola bank-bank sentral Eropa menjual cadangan emasnya. Mereka justru menjualnya pada harga terendah. Inggris adalah satu di antaranya. Pada tahun 1999 menkeu Gordon Brown (yang kemudian menjadi PM Inggris 2007-2010) menjual 50% atau 395 ton  dari cadangan emasnya dengan harga antara 160-185 Poundsterling per ounce. Hari ini harganya senilai 1.000 Poundsterling atau naik 570% dibanding saat Brown memutuskan menjual cadangan emas Inggris.

Demikian pula Swiss, sebuah negara yang memiliki tradisi emas yang kental mengambil keputusan dan waktu yang keliru ketika menjual aset berharganya. Mereka menjual 50% cadangan emasnya atau 1.300 ton antara tahun 1999 hingga 2005 dengan harga rata-rata 505 Francs per ounce. Sejumlah 250 ton lainnya dilepas tahun 2007-2008 dengan harga 780 Francs per pounce. Kini harga emas senilai 1.240 Francs per ounce.

Silk-road-gold-240217Namun ketika Inggris dan Swiss menjual emasnya ketika di harga terendah, justru negara-negara jalur sutra Cina, Rusia, India, dan Turki membeli 28.000 ton sejak tahun 2000.

Bagaimana memahami dua kutub yang berbeda ini? Dalam ilmu alam, kita memahami bahwa air akan selalu mencari jalan atau meluncur dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Ini pula yang terjadi di dunia saat ini, ada perpindahan aset riil dari negara barat ke negara timur. Kebijakan ekonomi negara-negara Eropa dan AS dengan sistem moneter yang menjauhkan atau bahkan memutus emas dari sistem moneter internasional telah memicu pencetakan uang (fiat money) secara masif dan brutal tanpa jaminan emas.Ini menimbulkan ketidakstabilan nilai uang dari waktu ke waktu yang akhirnya menimbulkan penurunan daya beli sebagai efek dari Inflasi. Hal ini kemudian menimbulkan krisis ekonomi berupa defisit anggaran, pengangguran, dan berbagai efek negatif ekonomi lainnya yang menimpa negara-negara barat. Maka untuk mengatasi masalah ekonominya maka tahap demi tahap cadangan emas pun dilepas.  Emas yang mereka lepas ini tentu beralih kepada negara-negara yang membelinya yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Maka mengalirlah emas dari barat ke timur.


Wednesday, February 22, 2017

Yunani Makin Terpuruk setelah Bantuan IMF dan UE


     Yunani adalah sebuah negara di Eropa yang hingga kini mengalami depresi ekonomi. Krisis ini berawal pada akhir 2009 sebagai efek dari krisis ekonomi global di Amerika tahun 2008-2009. Kini setelah 7 tahun mendapatkan bail out (semacam bantuan keuangan dari pihak lain) miliaran Euro situasinya tidak semakin baik sebaliknya bertambah buruk.

Dimitra (73) seorang pensiunan Yunani mengatakan bahwa dia tidak pernah membayangkan dalam hidupnya akan menerima bantuan kupon makanan berupa sejumlah beras, dua kantong pasta, satu keranjang buncis, sejumlah kurma, dan sekaleng susu untuk sebulan. "It had never even crossed my mind" katanya. 

Kini lebih dari setengah dari pendapatannya sebesar 332 Euro habis untuk sewa sebuah apartemen kecil di Atena, sedangkan sisanya untuk membayar tagihan.

Krisis ekonomi global telah memaksa 4 negara Uni Eropa untuk mendapatkan pinjaman internasional. Irlandia, Portugal, dan Siprus mulai bangkit dan memulai kembali ekonominya. Walaupun masih perlu jalan panjang agar mereka benar-benar selamat. Namun Yunani setelah 3 kali mendapat guyuran utang, situasinya jauh lebih buruk.

Dana talangan dari Uni Eropa dan IMF telah menyelamatkan Yunani dari kebangkrutan, namun berbagai syarat pengetatan anggaran dan program reformasi ekonomi telah menggeser ekonomi Yunani dari resesi menjadi depresi. Situasi ini mirip dengan Indonesia pada krismon 1998 yang mendapat bantuan dari IMF dengan syarat Soeharto menandatangani  LoI (Letter of Intent) di bawah tekanan yang berisi 50 poin. Dua poin yang saya ingat adalah BI menjadi lembaga independen atau tidak di bawah pemerintah dan IPTN mesti ditutup.

PM Yunani Alexis Tsipras mengatakan bahwa "Kita semua mesti berhati-hati terhadap negara yang sedang melakukan penjarahan dan terhadap orang yang telah dan sedang melakukan pengorbanan atas nama Eropa" katanya bulan ini.

Yunani bukanlah negara paling miskin di Eropa. Tingkat kemiskinan lebih tinggi di Bulgaria dan Rumania. Namun tahun 2015 Yunani masuk sebagai negara dengan tingkat penurunan materi terparah di Eropa.

Di  food bank tempat Dimitra mengambil jatahnya yang melayani wilayah sentral Atena, jumlah keluarga yang mendapat jatah makanan adalah 11.000 keluarga, naik dari 2.500 keluarga tahun 2012, 6.000 keluarga tahun 2014, dan 5.000 di antaranya adalah anak-anak.

"Kebutuhannya sangat besar, kami tidak tahu sampai kapan kami dapat memenuhi kebutuhan mereka" kata Eleni Katsouli seorang petugas yang melayani mereka.


 

Tuesday, February 21, 2017

Kyrgyzstan wants everyone to have 100 grams of gold

Tolkunbek Abdygulov
National Bank of the Kyrgyz Republic
Secara geografis Kyrgyzstan adalah sebuah negara pecahan Uni Soviet yang terkepung daratan dan terletak antara  China dan Kazakhstan. Belum lama ini melalui Gubernur Bank Sentralnya Tolkunbek Abdygulov memulai sebuah eksperimen agar setiap warga negaranya (total penduduk sekitar 6 juta) memiliki setidaknya 100 gram emas. 

Gubernur mengatakan bahwa "Gold can be stored for a long time and, despite the price fluctuations on international markets, it doesn't lose its value for the population as a means of savings," . "I'll try to turn the dream into reality faster."
Namun sayangnya dia menggesa agar mengalihkan  aset penduduk dari ternak ke emas. Padahal sebagaimana kita tahu ternak termasuk aset riil yang menguntungkan ekonomi khususnya di pedesaan baik untuk konsumsi atau perdagangan. Sisi positifnya Kyrgyzstan mulai menyadari emas sebagai salah satu instrumen moneter. Bank sentralnya juga memproduksi emas batangan dengan variasi berat mulai 1 gr hingga 100gr. Inilah yang mendorong mereka menganjurkan peralihan aset penduduk ke emas. Apabila mimpi Abdygulov terbukti, penduduk negara tsb akan memiliki sekitar 600 ton emas atau kenaikan 30 kali lipat dari cadangan emas negara. 
"Dengan pengalaman kelam pergolakan krisis ekonomi tahun 1990-an hingga kegagalan perbankan dalam dekade terakhir, emas sepertinya menjadi jaring pengaman. Bagi Kyrgyzstan, emas menjadi instrumen  investasi alternatif . Perbankan nasional menjamin likuiditas emas--kami tidak hanya menjual (emas), tetapi juga membeli kembali emas yang kami cetak dan kami jual." tambah kang Abdygulov.
Pemerintah Kyrgyz memutuskan untuk menaikkan porsi emas dalam cadangan devisanya sebesar 10% dari total devisa sebesar 2 Miliar Dollar AS. Dengan produksi sebesar 20 ton per tahun, bank sentral menggunakan mata uang mereka Som untuk membeli tambang emas lokal, yang dapat mereka jual ke ke luar negeri sewaktu-waktu. Abdygulov master dari Nagoya University dan University of North Texas  sudah menghitung kenaikan produksi dalam jangka waktu ke depan.

Monday, February 20, 2017

Deficits Must Be Finance

King World News - James Turk - The U.S. May Be About To Make Real Money (Gold & Silver) Great Again!       Jelas defisit memerlukan
biaya. Tahun lalu defisit neraca perdagangan AS mencapai 0,5 Triliun Dollar , dan kendala yang dihadapi bung Trump adalah kuatnya Dollar, minimnya tabungan nasional, dan utang nasional AS sebesar 20 Triliun Dollar atau 100% dari GDP. Lemahnya permintaan barang dan jasa AS (karena dollar terlalu tinggi) dan berkurangnya anggaran akibat pemotongan pajak menyebabkan pemerintah AS mesti menutup defisit anggaran segera. Di satu sisi Trump telah menuduh mitra dagang utama mereka yaitu Cina, Jepang, dan Jerman melakukan perang mata uang dengan melemahkan nilai mata uang mereka terhadap Dollar untuk mendapatkan keuntungan perdagangan dengan AS, namun di sisi lain AS minta bantuan kepada mereka untuk mengatasi utangnya. Masalahnya adalah Amerika berada dalam kondisi konsumsi yang lebih besar daripada apa yang mereka bisa produksi (ini salah satu ekses dari kuatnya nilai Dollar sehingga kalah dagang dengan negara lain), sehingga tata dunia baru yang terjadi adalah negara kreditor terbesar dunia malah tergantung kepada musuhnya.

Setidaknya Trump mesti bercermin pada sejarah ketika AS menjadi negara adidaya pada paruh       pertama abad 20. Yaitu pasca Great Deppression 1932 dan Perang Dunia ke dua ketika dunia ramai-ramai membeli produk manufaktur, makanan, peralatan perang AS yang surplus. Begitu pula pasca perang Vietnam Amerika mengalami kenaikan aktivitas ekonomi. Namun kini situasinya berbeda AS mesti mencari finansial untuk menutupi defisitnya, yang kondisinya mendekati tahun 1970-an ketika Hyperinflasi merajalela akibat pencetakan uang kertas yang massif menggantikan sistem moneter berbasis emas. Hari ini rakyat Amerika bisa saja kembali mengalaminya. Bagaimanapun Amerika mengalami underinvested  sumber daya fisik dan manusia. yang menyebabkan konsumsi yang berlebih dalam ekonomi.

Secara geopolitik pelemahan ekonomi Amerika bermakna destabilisasi. Cina sebagai ancaman utama AS mencoba menjadi altenatif. Mengandalkan pasarnya yang besar, Cina mencoba mengambil keuntungan dari sistem pasar bebasnya yang memberi finansial kepada negara-negara untuk infrastruktur yang mereka butuhkan. Sebagai negara yang hanya 2% dari cadangan devisanya dialihkan ke emas, Cina telah mempunyai 1.833 ton emas naik 600 ton sejak tahun 2003, menjadikan Cina sebagai negara terbesar ke 6 dunia pemegang cadangan emas. Kebijakan Cina ini tentu untuk mengurangi risiko dari nilai Dollar. Maka bagi Trump emas juga akan menjadi hedging dari potensi global disorder dari kebijakan yang diambilnya yang berpotensi membenturkan antara negara dengan negara, konsumen dan produsen, kreditor dan debitor. Emas adalah pengaman klasik ketika 2/3 negara dunia memiliki aset dalam denominasi uang kertas yang mana bank sentralnya akan terus memainkan kebijakan yang mengarah pada penurunan nilai mata uang itu sendiri.

sumber : John Ing (King World News)

Wednesday, January 18, 2017

Hoax : Ternyata Trump pun Melakukannya

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal akhir pekan ini, Trump mengatakan "the US dollar was, “too strong.”  “Our companies can’t compete with them [Chinese companies] now because our currency is too strong. And it’s killing us.” ( Dollar Amerika terlalu kuat, perusahaan kita tidak dapat bersaing dengan Cina karena mata uang kita terlalu kuat, dan itu membunuh kita)
Media-media mainstream Amerika pun dengan serempak menurunkan berita serupa :
Financial Times menurunkan headline  "Trump Team Shifts Further from Strong-Dollar Policy"
CNBC :  "Trump Just Signaled the Death of Clinton-Era Strong-Dollar Policy"
Marketwatch : "Trump Is Waving Adios to the Longstanding 'Strong-Dollar Policy'"

Pernyataan ini memicu Dollar jatuh ke level terendahnya dalam sebulan ini, dan sebaliknya memicu kenaikan emas internasional untuk sementara dari level $1.143 ke angka $ 1.215.

Pertanyaannya adalah? Kenapa Trump mesti menegaskan "Dollar is too strong" di awal kepemimpinannya, menegaskan sesuatu yang sudah ada sejak jaman Clinton.

Kamuflase

Yang dilakukan Trump saat ini adalah kamuflase. Benarkah alasan Trump nilai Dollar yang terlalu kuat akan menyebabkan lemahnya daya saing dagang Amerika dengan Cina, sehingga Dollar perlu dilemahkan? Tidak. Alasanya sebenarnya adalah sebagai penganut pro - utang (jangka panjang) dan dengan kondisi utang AS yang menggunung (tertinggi di dunia) saat ini, maka perlu kebijakan monetisasi utang atau dengan kata lain memperlemah nilai mata uang utama dunia dan AS yaitu Dollar untuk memenuhi nafsu berutang presiden Trump dan menguntungkan AS dengan tumpukan utangnya. Dengan nilai Dollar yang lemah proses kebijakan utang dan pembayaran utang akan lebih menguntungkan. Inilah yang sedang dimainkan oleh Trump.

Jadi alasan Trump untuk melemahkan nilai Dollar agar dapat bersaing dengan Cina adalah tidak benar, ini hanya kamuflasi dari alasan sebenarnya yang tidak populer.