www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Wednesday, November 11, 2015

Mengapa Austria Menarik Emasnya dari Inggris



Pada konferensi LBMA di kota Vienna, 18 – 20 October 2015, Direktur Eksekutif  Bank Sentral Austria, Peter Mooslechner, diwawancarai oleh Editor-in-Chief  Kitco News, Daniele Cambone. Rekamannya dapat dilihat disini. Wawancara ini menarik karena bankir bank sentral Austria ini membuat beberapa catatan khusus mengenai kebijakan penarikan cadangan emasnya dan secara tidak langsung tentang kebijakan bank sentral seluruh dunia dalam iklim ekonomi terkini. 

Bank Sentral memiliki sejarah panjang merahasiakan kebijakan mereka terkait emas. Sejumlah bank sentral seluruh dunia sadar bahwa sistem moneter internasional sedang bergerak menjauh dari US Dollar dan peran emas akan lebih besar ke depannya. Bank sentral memilih kebijakan perlahan-lahan beralih ke sistem moneter emas dibanding kebijakan yang drastis dan tiba-tiba yang berakibat sistem moneter hancur dan butuh waktu untuk memperbaikinya. Bank sentral lebih memilih transisi yang bertahap. Ini bisa di lihat pada negara-negara Eropa dan Asia. 

Berikut kutipan wawancaranya :

Cambone:
I want to talk to you about the role of gold in a central bank. Is it loosing appeal in the role it plays in a central bank, or is it gaining ground? How do see you gold. (Saya ingin berdikusi dengan Anda mengenai peran emas dalam bank sentral. Apakah emas telah kehilangan perannya atau sedang bangkit?)

Mooslechner:
I think it differs a lot. For a small central bank like we are, and we have joined the Eurosystem some time ago, the role of gold has significantly changed. It was of big importance during the period of the Bretton Woods System, it played a vey active role also in the management of our over all reserves. But having become now part of a much greater monetary and economic area, it has transformed into something like the basic part of reserves to be hold for as a liquidity buffer or for security reasons, but not so much an active part of management of gold reserves anymore. (Saya pikir ada perbedaan besar di sana. Bagi bank sentral kecil seperti kami, dan kami telah masuk dalam sistem Euro beberapa waktu silam, peran emas telah berubah secara signifikan. Pada periode bretton woods, emas memainkan peran signifikan dalam cadangan devisa secara keseluruhan. Namun kini perannya telah bertransformasi menjadi bagian mendasar dalam cadangan devisa kita sebagai jaminan likuiditas atau untuk alasan keamanan, tapi tidak lagi sebagai bagian penting dalam manajemen cadangan emas)


Cambone:

Does the Austrian central bank have plans to increase its gold reserves? Last estimates were 43.9 %.(Apakah bank sentral Austria memiliki rencana untuk menaikkan cadangan emasnya? Estimasi terakhir adalah 43,9%)

Mooslechner:

We don’t think so that we have to increase, because we are now part of the much bigger intervening power of the Eurosystem and the ECB. But what we have decided in the last strategic …. uhm … documents, is to keep the share of gold and the amount of gold constant for the time being. (Kami tidak berfikir untuk menaikkan cadangan emas, karena kami sudah berada dalam sistem (intervensi) Euro dan Bank Sentral Eropa. Namun yang sudah kami putuskan dalam kebijakan strategis terakhir...ehm... dokumen, adalah menjaga persentase cadangan emas stabil saat ini.)  

Cambone:

You want to repatriate 3.5 billion pounds of the gold, which is currently in the UK, moving it back to Austria over the course of five years. Why did you decide on this move? (Anda ingin menarik 3,5 miliar poundsterling emas, yang saat ini disimpan di Inggris, kembali pulang ke Austria dalam rentang waktu 5 tahun. Kenapa Anda ambil keputusan ini?)

 Mooslechner:

This goes back to a request by our general court of auditors, they thought that the concentration of our gold holdings at the Bank Of England [BOE] is a little bit too high and they wanted us to reduce concentration risk there. Frankly speaking, we didn’t see much of a concentration risk because the Bank Of England is the best place to be, but we decided to go a little bit more in the direction of diversification, so we’ll bring a little bit back to Austria, in fact, in the end 50 % of our gold holdings should be kept in Austria and we will also stock up our holdings in Switzerland, from the original part, which is held by the Bank Of England in London. (Ini kembali pada permintaan Auditor Pengadilan Umum (ECA), mereka menilai konsentrasi cadangan emas kami di Bank Sentral Inggris terlalu tinggi dan mereka ingin kami mengurangi konsentrasi tersebut. Sebenarnya kami tidak melihat risiko konsentrasi tersebut karena Bank Sentral Inggris adalah tempat terbaik, namun kami memutuskan adanya diversifikasi cadangan emas, jadi kami ingin bawa cadangan emas kembali ke Austria, paling tidak 50% cadangan emas ada di dalam negeri dan kami juga ingin menaikkan cadangan emas kami di Swiss yang saat ini masih di Bank Sentral Inggris di London.)

Catatan : Mooslechner menyatakan bahwa Bank Sentral Austria akan menarik emasnya dari  Bank Sentral Inggris karena risiko konsentrasi di London, namun pada saat yang sama dia menyatakan bahwa London adalah tempat terbaik menyimpan emas.

Alasan sesungguhnya mengapa Bank Sentral Austria menarik emasnya dari Inggris terungkap dari laporan Auditor Pengadilan Umum Austria pada bulan Februari 2015: 
… kontrak penyimpanan emas di Bank Sentral Inggris adalah tidak efisien. Sebab penyimpanan emas di luar negeri mempersulit proses audit.
…
Bank Sentral Austria tidak memiliki konsep yang sesuai untuk melakukan audit cadangan emasnya....Kurangnya audit menunjukkan ada kesenjangan prosedur kontrol internal dari Bank Sentral Austria.

Jadi masalahnya bukanlah risiko konsentrasi emas, namun mereka tidak bisa melakukan audit cadangan emasnya sendiri di luar negeri.



Cambone:

It seems that Germany started the movement one day asked for the gold back that was held in New York, you think that had anything to do with it? Because we so many other countries follow suit after Germany’s announcement.(Kelihatannya bermula dari Jerman yang mulai meminta kembali emasnya yang disimpan di (Federal Reserve of) New York, menurut Anda apa motif  Jerman? Sebab setelah itu banyak negara meminta kembali cadangan emasnya (yang disimpan di Bank Sentral Inggris dan Federal Reserve of New York) setelah pengumuman penarikan oleh Jerman.)

Catatan : pada tahun 2011  Carl-Ludwig Thiele anggota Dewan Esksekutif  Bank Sentral Jerman bersaksi di komite anggaran parlemen Jerman “Kami sedang negosiasi dengan mitra kami  (the Federal Reserve Bank of New York and the Bank Of England) untuk meminta hak melakukan audit ”, menurut  Bloomberg. Hal ini kelihatannya memiliki kesamaan  motif dengan apa yang Austria kejar dari Inggris. Apa jawaban Mooslechner?

Mooslechner:
Perhaps this could be also be labeled as some sort of economic nationalism, which has risen politically in I think a lot of countries. …(Mungkin semacam alasan nasionalisme ekonomi yang mulai muncul di banyak negara)

Catatan : Tadi alasannya  mengurangi risiko konsentrasi, sekarang nasionalisme ekonomi, mungkin besok  “mengurangi risiko ancaman terorisme”....

Cambone:
If we see continued easing in Europe however, what impact do you feel that would have on gold? (Bila kita melihat kebijakan kucuran penambahan kredit (supplay euro dari awang-awang) terus berlangsung, menurut  Anda apa akibatnya pada emas?)

Mooslechner:

It depends, if uncertainty increases in parallel, for whatever reason, for example reasons which are situated in Asia in the Chinese situation, then perhaps gold might become more attractive even in Europe. On the other hand if Europe, as it’s the view form the US for example, at the moment if Europe can improve its economic situation as planned in our forecast, then this might not have a big impact on the situation of the gold market.(Tergantung, bila ketidakpastian meningkat secara paralel, dengan alasan apapun, contohnya situasi di Asia seperti Cina, mungkin emas akan lebih menarik bahkan di Eropa. Namun di lain pihak, bila Eropa dapat memperbaiki ekonominya maka tidak ada pengaruh signifikan pada emas.

Cambone:

Peter, thank you so much for your thoughts today. (Peter, makasih ya wawancaranya)

Simpulan : negara-negara Eropa mulai menarik cadangan emasnya dari Inggris dan Amerika  karena penyimpanan di luar negeri tidak lagi masuk kategori aman. Oleh karenanya mereka perlahan-lahan menarik cadangan emasnya di sana.

sumber :





Tuesday, October 27, 2015

Amerika Di Bibir Jurang Utang



Dalam wawancara baru-baru ini James Tuk owner GoldMoney memberi peringatan ekonomi dunia khususnya Eropa dan Amerika. Baru-baru ini Bank Sentral AS batal  menaikkan tingkat suku bunganya karena ekonominya yang sedang lemah. Bahkan Italia  salah satu negara dengan utang terbesar di Eropa menurunkan bunga obligasinya hingga dibawah 0%. Faktanya saat ini sebagian besar pemerintahan dunia tidak mampu membayar bunga obligasi karena utang mereka terlalu besar yang tidak mampu diimbangi dari perolehan pajak.

Ketidakseimbangan ini nyata terjadi pada Amerika. Ini pula salah satu alasan The Fed tidak jadi menaikkan suku bunga. Utang AS saat ini adalah $18 triliun, andai mereka menaikkan suku bunga sebesar 1%, maka mereka harus membayar bunga sebesar $180 miliar per tahun, apabila menggunakan nilai pasar 5% maka biaya bunganya mencapai $ 1 triliun per tahun. Darimana Amerika akan membayar bunga sebesar itu? Mereka tidak akan memotong belanja mereka untuk itu, lalu darimana mereka membayarnya? Tepat, dengan menaikkan defisit dan menambah utang. Dan Amerika sedang bermain-main dengannya sebagaimana tabel dibawah ini.

http://kingworldnews.com/wp-content/uploads/2015/10/KWN-Turk-I-10262015.jpg



Tabel di atas menunjukkan bahwa utang Amerika tidak banyak berubah sejak Februari 2015 yaitu sekitar $18,15 triliun, batas utang tidak bergerak karena akumulasi defisit sudah mencapai $215 miliar. 
Uraian di atas tentu menurunkan nilai Dollar dan mendongkrak harga emas dan perak internasional.

Thursday, October 22, 2015

Bank Sentral Austria Inginkan Kembali Emasnya

Hasil gambar untuk bank central austria

Saat ini ada makin  banyak saja bank Eropa yang sadar bahwa lebih baik menyimpan sendiri cadangan emas mereka dibanding dititip di bank sentral luar negeri. Salah satunya Austria, negara ini secara bertahap ingin menarik kembali emas mereka yang selama ini tersimpan di bank sentral Inggris.

Peter Mooslechner direktur Eksekutif Österreichische National bank (Bank Sentral Austria) menyatakan bahwa Austria telah mengajukan penarikan cadangan emas mereka senilai 3,5 Miliar Euro dari Inggris dalam 5 tahun ke depan.
 

Pertanyaannya adalah mengapa Inggris (dan juga Amerika) menjadi tujuan utama "penitipan" cadangan emas dunia

Sederhana saja, suatu negara ingin agar barang berharganya disimpan di tempat yang aman. Maka suatu negara yang tidak percaya diri dengan keamanan dalam negerinya (karena berbagai faktor seperti geopolitik, sejarah perang PD 1 dan 2, dll) akan mencari negara yang keamanan yang dianggap lebih,baik dari sisi militer, politik, ekonomi dll. Inggris adalah salah satu negara yang dianggap memiliki itu, maka jadilah Austria salah satu negara yang menitipkan cadangan emasnya di Inggris. Dengan alasan yang sama pula Austria kemudian menariknya hingga persentase emas titipannya adalah 50%. 

Ancaman krisis Eropa juga mendorong Austria untuk menyiapkan jaring pengaman yang lebih untuk memperkuat aset bank sentralnya. Dan jaring pengaman terbaik itu ada pada emas, secanggih apapun mata uang selainnya.

Tuesday, October 20, 2015

Dollar Perak 1794 terjual Hampir $ 5 Juta

Koin Silver Dollar 1794,  mata uang pertama di Amerika Serikat, baru-baru ini terjual  $4.993.750 dalam sesi kedua dalam sebuah lelang di New York. Koin ini pertama kali dimiliki oleh Aristokrat Inggris yang mendapatkannya setelah dicetak di Philadelphia.

Sebelumnya koin ini adalah koleksi keluarga Pogue family di Texas. Ini adalah koleksi paling bernilai dari mata uang pertama Amerika. Koin ini terjual 30 kali lipat ketika dibeli 30 tahun lalu


COIN
Koin Silver Dollar 1794 yang dikenal  sebagai the “Flowing Hair Silver Dollar” baru-baru ini terjual recently hampir  $5 juta pada lelang Stack’s Bowers Galleries  di Sotheby’s New York.    

Mengapa Eropa Takut Gelombang Pengungsi?

Pada tahun 376 M, sejumlah besar lelaki, perempuan, dan anak-anak sampai di Danube, wilayah perbatasan kekaisaran Romawi. Mereka adalah pengungsi Gothic yang mencari suaka, yang mengalami tekanan di daerah asalnya. Bagi mereka Romawi adalah impian, tempat masa depan yang menjanjikan berjuta harapan baru bagi mereka.Namun ternyata Romawi tidaklah seindah yang mereka bayangkan. Setelah berbulan-bulan mendiami Romawi mereka mendapatkan Gubernurnya lemah dan korup, tidak ada kemakmuran dan makanan yang cukup untuk penduduk, ketidakadilan dan keserakahan merajalela. Maka kemudian sejarah mencatat dua tahun setelah menyebrangi Danube, pengungsi Gothic ini membunuh Kaisar Roma Valens dan menghancurkan pasukannya pada perang  Adrianopole. Dan 98 tahun setelahnya, cucu-cucu mereka menurunkan Romulus Augustulus sebagai kaisar Romawi terakhir, menghapuskan kekaisaran Romawi itu sendiri the last Roman Emperor, and liquidated what remained of the Roman Empire.

Kisah ini menarik bagaimana sejumlah pengungsi yang tak berdaya, setelah berpuluh-puluh tahun kemudian  menguasai daerah impiannya. Bukan semata-mata ketamakan dan keserakahan yang jadi alasan, namun kezaliman dan keserahan penguasa menuntut mereka mengambil resiko menumbangkan rezim kekaisaran Romawi.

Kita lihat saat ini, gelombang pengungsi berdatangan ke Eropa dari berbagai belahan dunia, ingin mencari hidup yang lebih baik bagi diri dan keluarganya, berharap dapat menambatkan akar keturunan mereka di tempat baru dengan motif kemakmuran dan kelayakan hidup. Bisa jadi mereka mendapatkannya, bisa pula tidak. Mungkin mereka juga menemukan apa yang Gothic lihat dalam realitas kehidupan Eropa. Sebuah hakikat yang sama walau jauh jarak waktu terbentang. Bisa jadi mereka menjadi "Gothic" masa kini yang akhirnya kembali menguasai "kerajaan Eropa" yang luas terbentang dengan sejarah kelam perang Dunia 1 dan 2.

Inilah ketakutan Eropa terhadap pengungsi, sejarah selalu memunculkan trauma sebagaimana Eropa terhadap Gereja dan juga terhadap Perang Salib.Mereka berkata sejarah tidak pernah berulang, walaupun realitasnya demikian.