www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Wednesday, August 6, 2008

Dinar Price

Wednesday August,6 2008

Sebagai mata uang yang paling lama digunakan dalam sejarah umat manusia (di dunia Islam maupun non Islam) Dinar atau mata uang berbasis emas telah membuktikan keperkasaanya dibandingkan dengan mata uang lain berbasis kertas.
Walaupun dalam sejarahnya Dinar bukan berasal dari Islam, namun sepanjang masa kekhalifahan Islam mulai zaman Nabi Muhammad SAW hingga kekhalifahan terakhir Islam tahun 1924 di Turki, umat Islam tidak pernah putus menggunakan Dinar sebagai mata uangnya. Pada masa khalifah Umar bin Khattab ra nilai Dinar di standarisasi yaitu berat 4,25 gr dengan kandungan emas 91,7% atau 22 karat.Berbeda dengan uang kertas yang terus susut nilainya dari tahun ke tahun karena terkena dampak inflasi, namun Dinar atau mata uang emas terus menunjukkan kestabilannya dari masa ke masa. Nilai Dollar terhadap emas dibanding 40 tahun lalu kini nilainya hanya tinggal 4% saja. Setelah perang Dunia II nilai Dollar saat itu adalah 35 dollar per 1 troy ounce (31,103477 gr) emas, kini saat artikel ini ditulis 909,70 dollar setara dengan 1 troy ounce emas. Begitu juga mata uang Rupiah rata rata per tahun Rupiah terdepresiasi terhadap emas sebesar 30 %.
Berikut adalah data mengenai nilai Dinar dan emas/gram diukur terhadap Rupiah sejak tahun 2000 :

The image “http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/DN0008.png” cannot be displayed, because it contains errors.

source : geraidinar.com
Dari data di atas terlihat jelas dari tahun ke tahun harga dinar terus meningkat jika diukur dengan mata uang rupiah, kecuali tahun 2003 harga dinar turun menjadi 428.888 setelah tahun 2002 nilainya 462.956 per 1 Dinar namun tahun berikutnya (2004) naik menjadi 468.623. Per pagi inipun nilai Dinar walaupun dibanding minggu lalu turun 3,09% dan dibanding bulan lalu turun 3,7% namun dibanding tahun lalu masih naik 22,33% dan dibanding 10 tahun lalu naik 279,67%.
Jadi Insya Allah Dinar atau mata uang emas akan terus stabil sepanjang masa, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin bahwa Hakim yang adil sepanjang masa adalah Emas dan Perak atau Dinar dan Dirham.

Ibnu Siena

No comments: