www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Friday, August 30, 2013

Eksklusif: India akan membeli emas dari warganya untuk meredam krisis rupee

India sedang mempertimbangkan kebijakan radikal  mengarahkan perbankannya untuk membeli emas dari masyarakat dan meleburnya menjadi logam mulia (emas) sebagai upaya meredam impor dan menahan kejatuhan mata uangnya.

Pilot projectnya akan segera diresmikan, kata seorang sumber yang dekat dengan Reserve Bank of India (RBI). India adalah negara ke tiga terbesar jumlah defisit neraca berjalannya, yang hampir mendekati $90 miliar, yang dipicu oleh tingginya permintaan emas India melalui impor, yang dikenal dengan negara  konsumsi terbesar logam mulia di dunia.

Dengan jumlah emas sejumlah  31.000 ton yang tersedia di dalam negeri- senilai $1,4 triliun pada harga pasar saat ini-meleburnya walau hanya sebagian kecilnya saja akan dapat memenuhi permintaan domestik pasar emas India. India mengimpor  860 ton emas tahun 2012 lalu.

"Kami akan memulai pilot project diantara beberapa bank dimana kami akan mengizinkan mereka untuk membeli kembali emas dari masyarakat," kata sebuah sumber yang dekat dengan pengambil kebijakan bank sentral India. "Ini akan segera berjalan, kami telah mendiskusikannya dengan bank-bank mitra."

RBI akan meminta bank untuk membeli kembali emas perhiasan, emas batangan, koin emas dengan Rupee. Bank akan menawarkan harga yang lebih tinggi dibanding toko emas untuk memikat calon penjual.

Pada tahun 1991 India pernah melakukan langkah serupa untuk memenuhi kewajiban India untuk mengatasi defisit neracanya, ketika 67 ton cadangan emas India diterbangkan ke Eropa sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman untuk menghindari gagal bayar obligasi pemerintah India (sovereign debt) saat itu.

Lebih awal pada hari Kamis ( 29/08) kemarin Menteri Perdagangan India Anand Sharma  mengatakan bahwa bank sentral semestinya mencari kemungkinan untuk melakukan monetisasi kepemilikan emas (proses mengalihkan emas yang ada di masyarakat menjadi alat bayar/uang atau legal tender oleh pemerintah)

Tidak jelas apakah yang dimaksud Sharma adalah cadangan emas India yang berjumlah 557,7 ton atau emas yang ada di tangan masyarakat. Dia tidak menjelaskan secara detail usulannya tersebut.

Di awal pekan ini dalam sebuah komentarnya di media nasional, Sharma mengatakan bahwa
 " bahkan jika 500 ton di monetisasi hari ini, hasilnya tetap akan menjaga defisit neraca kita."

"Melempar emas ke luar hanya akan menghancurkan nilai emas, dan ini adalah sinyal yang buruk di seluruh negeri, karena kita telah menjaga nilainya sepanjang waktu berada di bawah kontrol sekalipun situasi merugikan." kata Madan Sabnavis, kepala bidang Ekonomi CARE Ratings di Mumbai.

Langkah serupa pernah mencederai  harga emas internasional yang timbul di awal tahun ini setelah
Cyprus mempertimbangkan akan menjual cadangan emasnya untuk mengatasi masalah keuangannya.

India telah mengambil beberapa langkah tahun ini untuk meredam impor emas, produk impor ke dua terbesar setelah minyak , termasuk menaikkan bea masuk sebanyak 3 kali menjadi 10%.

Mata uang rupee, menjadi mata uang terburuk kinerjanya di pasar uang Asia tahun ini, dengan rekor terendah Kamis lalu setelah the RBI mengatakan akan menyediakan dollar secara langsung ke perusahaan minyak negara untuk memperbaiki nilai mata uang mereka.

Dalam sebuah komentar pekan lalu di koran lokal, David Gornall, direktur the London Bullion Market Association, mengatakan India dapat menghasilkan $23 miliar dengan menukar emas dengan mata uang internasional dalam periode sesuai pilihan.

Emas adalah unsur penting dalam mahar perkawinan di India dan  merupakan benda yang biasa diberikan sebagai hadiah atau dalam festival keagamaan.

sumber :  http://www.reuters.com/article/2013/08/29/us-india-economy gold-idUSBRE97S0IW20130829

No comments: