www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Friday, September 28, 2012

Deutsche Bank Analysts : Gold Is Money

Dalam ekonomi terkenal dua istilah klasifikasi mata uang yaitu Good Money dan Bad Money. Good Money diwakili oleh emas sedangkan Bad Money adalah uang kertas. Dalam prilaku ekonomi sebuah negara, kedua mata uang ini akan saling mengalahkan satu sama lain. Apabila Bad Money menjadi alat tukar resmi yang bersirkulasi (beredar di tengah masyarakat)  maka dia akan mendorong keluar Good Money sehingga hanya tersimpan dalam bentuk cadangan aset baik individu maupun negara. Itulah yang terjadi di zona Eropa ketika aset emas dan setara emas menumpuk di bank sentral, berbeda dengan uang kertas yang banyak beredar di pasar sebagaimana terlihat pada poin satu pada gambar di atas.

Sekarang bagaimana komposisi cadangan emas dan uang kertas dalam bank sentral negara-negara Eropa. Dalam periode 1999-2011 ternyata komposisi cadangan devisa bank-bank sentral Eropa dalam bentuk emas (garis biru) tumbuh mengungguli Euro (garis merah). Bahkan pada 2011 komposisinya menjadi 62% cadangan emas dan 38% cadangan Euro. Artinya ini sebuah sinyal bahwa mereka lebih menghargai emas sebagai cadangan devisa dibanding mata uang resminya sendiri.

 Maka tidak heran ketika Analis dari Deutsche Bank Daniel Brebner dan Xiao Fu dalam laporannya (18/9) menyatakan bahwa ketika harga emas dunia menembus US$ 2.000/oz maka "emas bukan lagi semata-semata komoditas". Dengan kata lain emas sudah beralih fungsi menjadi mata uang.

sumber :
http://fofoa.blogspot.com/2012/09/deutsche-bank-explains-why-we-hoard-gold.html



No comments: