www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Thursday, September 27, 2012

Gold Still Going Up

Pierre Lassonde mantan Presiden Newmont Mining dan Direktur Worl Gold Council menyatakan dalam wawancara dengan King World News (KWN) Rabu lalu (26/9) bahwa  "When you talk about the worldwide slowdown, the central banks are worried about a depression, and that’s why they are printing all of that money" ("Bila Anda bicara mengenai melemahnya (ekonomi) dunia, bank sentral sedang khawatir terjadi depresi, maka itulah alasan mengapa mereka mencetak uang banyak-banyak."

Dia juga menambahkan salah satu yang tetap menjaga harga emas tidak jatuh ke level US$1.500 selama periode musim panas kemarin (di AS khususnya) adalah Bank Sentral. Mereka pada bulan Juni dan Juli membeli hampir 150 ton emas, sehingga harga emas tidak jatuh ke level US$1.500, bahkan  saat ini stabil di angka US$1.700. Pada saat yang sama Bank Sentral (the Fed khususnya) melakukan pencetakan uang melalui program QE jilid 3 tanggal 14 September  lalu. Demikian juga bank sentral Jepang mengikuti kebijakan QE 3 yang dilakukan AS, dan seluruh Bank Sentral dunia melakukan pencetakan uang. Situasi ekonomi dunia ini dilengkapi dengan kejatuhan Eropa dalam resesi.

Maka karena menumpuknya suplay uang dunia,  harga emas berada dalam tekanan naik, dan Lassonde memprediksi akan menembus angka psikologis US$ 2.000 dalam 6 hingga 12 bulan mendatang.

sumber :

No comments: