www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Thursday, September 13, 2012

Breaking Story

Amerika Serikat saat ini sedang berada di ambang senja. Dalam berbagai bidang  ekonomi, politik dan militer mereka sedang menuju jurang kehinaan.  Dalam bidang ekonomi, krisis 2008 masih terus menyisakan kelesuan hingga kini, dan akan menyusul krisis babak baru tahun 2013 mendatang.Nilai Dollar akan kembali terjungkal, setelah setahun belakangan menguat sebagai imbas dari krisis Eropa, namun the real bomb belum lagi akan menyala. 

Dalam bidang politik posisi AS semakin terpojok menyusul kemarahan muslim di berbagai dunia saat ini sebagai efek dari film Anti-Islam (betapa gamblangnya judul tersebut!) yang diproduksi di AS dengan berbagai sponsor para pebisnis Yahudi dan didukung Terry Jones pendeta yang berazam untuk membakar Al Quran dengan sutradara Yahudi Sam Bacile.

Munculnya film ini merupakan bagian dari peringatan 11 September 2011 yang hingga kini menjadi momok pemerintahan AS di seluruh dunia. Kemarahan muslim di seluruh dunia adalah suatu hal yang sudah mereka prediksi dan bisa jadi mereka harapkan, sebagai test case pendahuluan dari grand design AS, Yahudi, dan Komunis internasional terhadap muslim dunia.

Semua ini mengarahkan konsentrasi konflik di wilayah Timur Tengah yang sedang bergejolak di Suriah , Palestina, Yaman, Irak dan juga di wilayah lain seperti Afghan, Somalia, dan Sudan. Dengan zionis Israel di tengah-tengah masjid Al Aqsha  Palestina sebagai sentral pergolakan.

Di bidang militer AS benar-benar kewalahan, perang Afghan telah membuat mereka mengalami kerugian yang besar. Sudah 2000 tentaranya tewas. Mereka tidak mengambil pelajaran bagaimana Uni Soviet kalah telak, yang berakhir dengan terpecahnya mereka menjadi banyak negara. Bahkan kekaisaran Inggris juga punahkarena kalah perang pada masa silam. Artinya tidak ada satupun negara atau kerajaan yang berhasil mengalahkan bangsa Afghan yang miskin dan sederhana. Saat terjadi perang Afghan dan Soviet pada periode 1979-1989, setiap hari Soviet mengalami kerugian 60-70 juta Dollar, kini AS telah menghabiskan 1,4 triliun untuk memerangi Irak dan Afghan pasca 9/11. 
Dan apa yang terjadi sekarang sesuai dengan prediksi pengatamat ahli Amerika yang berbicara di TV negerinya saat berlangsung perang antara Afghan dan Soviet " Bangsa Afghanistan akan menang melawan soviet, kemudian pengaruh Islam akan melanda Rusia, kemudian Eropa dan Amerika. Setelah itu Amerika, Rusia dan Eropa akan beraliansi menghadapinya."

Karena sejarah berulang maka ungkapan pengamat Amerika itu kini bisa kita ubah menjadi, "Bangsa Afghanistan akan menang melawan Amerika, kemudian pengaruh Islam akan melanda Amerika dan Eropa. Setelah itu Amerika, Eropa , dan Rusia akan beraliansi menghadapinya."

Itulah yang terjadi saat ini dengan film Anti-Islam sebagai selingannya.

wallahu 'alam

No comments: