www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Monday, November 29, 2010

Silver Coin di Cina : Sebuah awal kembalinya Dirham

salah satu wacana yang sendang berkembang saat ini adalah melegalkan mata uang perak sebagai alat tukar yang sah (legal tender)yang berlaku dalam transaksi sehari-hari.Di Meksiko proposal penggunaan mata uang perak (silver coin) telah diajukan sejak tahun 2001. Dalam proposal tersebut nantinya uang perak akan bersanding paralel dengan mata uang kertas (Peso) yang telah lama berlaku di Meksiko. Legalisasi penggunaan uang perak dilakukan oleh Bank Sentral Meksiko. Berat uang perak ini adalah 1 Ounce (28,35 gr)perak murni (99,99% perak) dan sah digunakan dalam transaksi.
Wacana uang perak juga merambah Cina, negara yang saat ini perekonomiannya sedang tumbuh sedemikian cepat,sehingga menimbulkan inflasi akibat meluapnya suplai uang mereka.Salah satu solusinya adalah penggunaan uang perak sebagai alat tukar yang sah dapat menyedot kelebihan suplai uang, dan akhirnya bisa meredam inflasi.Terlebih dalam sejarahnya Cina selama berabad-abad telah menggunakan uang perak dan menjadi negara terkaya di dunia.
Namun dengan jumlah penduduk yang demikian besar, penggunaan 1 ounce uang perak adalah masalah tersendiri karena satuan nilainya terlalu besar (28,35gr/koin). Maka dibutuhkan satuan yang lebih kecil untuk mengakomodir fleksibilitas nilai dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Hugo Salinas pakar investasi perak dari Meksiko mengusulkan berat 3,45 gr dengan campuran tembaga 10%.Dengan harga perak saat ini, maka nilai 1 ounce setara dengan 25 Yuan (mata uang Cina)dan akan menyedot 8,04 milliar Yuan dari sirkulasi. Satu ton perak akan menghasilkan 321.510 koin. Dan 1000 ton perak akan menghasilkan 321.510.000 koin.
Masalah ukuran berat uang perak bagi kita bukanlah hal sulit. Penggunaan Dirham (mata uang perak)di samping Dinar selama berabad-abad dalam sejarah Islam adalah sebuah bukti kestabilan dan eksistensi nilai.Berat Dirham adalah perak murni 2,975gr, tentu ini lebih kecil dibanding 3,45 gr yang diusulkan Hugo Salinas.Sehingga jauh lebih fleksibel dan secara empiris digunakan oleh kaum muslimin dalam geografi yang amat luas. Pada masa kekhalifahan Utsmaniyah selama abad 13 hingga 20 penggunaan mata uang Dinar & Dirham meliputi 3 benua (Eropa bagian selatan & timur, Afrika bagian Utara dan sebagian Asia) puncaknya pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari selat Gibraltar di bagian barat hingga kepulauan Nusantara di bagian Timur, kemudian sebagian Austria, Slovakia, dan Ukraine di bagian utara hingga Sudan dan Yaman di bagian selatan.
Dan kini dunia seperti Meksiko dan Cina sedang berancang-ancang untuk beralih menggunakan uang perak seraya meninggalkan Dollar. Dalam sebuah wawancara di KingWorldNews.com Rob McOwen menyatakan sbb :
“The consumer, the government and the corporations are loaded up with debt. The tax base is weak, and we have one creditor that is very nervous, Asia. China and Japan are looking at the issuance of currency, and the monetary expansion and saying to Washington, ‘You’ve got to slow down because the dollars we are holding, and we hold a lot of them, you’re making them worth less.’ And there could come a day when those lenders will say we will no longer accept the dollar, and you get into a situation where the government ends up and it has already started buying its own debt.”
Ketika negara seperti Jepang dan Cina sudah tidak percaya dengan Dollar tentu mata uang perak dan tentu juga emas akan menjadi alternatif utama untuk menggantikan USD di masa datang.

wallahu 'alam

http://www.plata.com.mx/mplata/articulos/articlesFilt.asp?fiidarticulo=163

No comments: